PEKALONGAN, WARTADESA – Jalanan di sekitar Pekajangan mendadak meriah dengan pemandangan unik bernuansa Timur Tengah pada Senin (23/6/2026) pagi. Mengenakan busana Arabic yang anggun dan gagah, sebanyak 17 siswa-siswi Kelas VI SD Muhammadiyah Tangkil Tengah berparade dalam prosesi kirab budaya. Kirab ini menjadi pembuka dari rangkaian Haflah Akhirussanah Tahun Ajaran 2025/2026 yang berlangsung penuh semarak dan haru.
Arak-arakan kirab dimulai dari halaman Gedung Rektorat Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan menuju lokasi utama acara di Gedung Hall PCM Pekajangan. Sepanjang perjalanan, para siswa tampak begitu antusias dan penuh semangat, memikat perhatian warga sekitar serta tamu undangan yang hadir, termasuk jajaran Pimpinan Cabang Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah Pekajangan, Korwil Bidang Pendidikan Kecamatan Kedungwuni, serta para wali murid.
Tari Sufi hingga Zapin: Panggung Kreativitas yang Memukau
Inovasi tema Arabic Islami tidak hanya terlihat dari pakaian para peserta, tetapi juga menghidupkan suasana di dalam gedung acara. Sebelum prosesi inti dimulai, para hadirin langsung disuguhi penampilan pra-acara yang memukau, yakni Tari Sufi yang sarat makna spiritual dan keceriaan Tari Kun Anta yang dibawakan dengan apik oleh para siswa.
Kemeriahan Haflah Akhirussanah ini terus berlanjut sepanjang acara lewat panggung kreativitas seni. Suasana hall dipenuhi tawa dan tepuk tangan bangga dari para orang tua saat menyaksikan anak-anak mereka tampil membawakan dongeng, pantomim, Tari Tenun, hingga Tari Zapin yang rancak dan kental dengan budaya melayu-arab.
Pesan Kelulusan: Mengukir Akhlak di Tengah Prestasi
Di balik kemeriahan tersebut, terselip pesan mendalam dari Kepala SD Muhammadiyah Tangkil Tengah, Luluk Zakiyah. Ia menyampaikan bahwa momentum kelulusan ini adalah awal dari perjalanan panjang yang sebenarnya.
”Hari ini bukanlah akhir, tetapi awal dari perjalanan yang lebih panjang. Jadilah pribadi yang memiliki langkah kokoh dalam belajar, berpegang teguh pada nilai-nilai Islam, dan teruslah mengejar cita-cita setinggi langit,” ujar Luluk penuh haru.
Ia juga dengan bangga membagikan capaian sekolah yang baru saja meraih juara sebagai Juara Umum Marching Band se-Karesidenan Pekalongan serta rencana pembangunan ruang kelas baru. Namun, Luluk menekankan bahwa di atas semua prestasi itu, akhlak adalah yang utama. “Seseorang bukan hanya dinilai dari nilai rapornya, tetapi juga dari akhlaknya kepada guru, orang tua, dan sesama,” pesannya.
Dukungan untuk Generasi Digital yang Berkarakter
Apresiasi terhadap konsep pelepasan yang kreatif ini juga datang dari Korwil Bidang Pendidikan Kecamatan Kedungwuni, Alvi Hidayat. Sembari mengembalikan siswa secara resmi kepada orang tua, ia mengingatkan pentingnya menjaga anak-anak di era digital. “Tolong terus dijaga dan didampingi, khususnya dalam penggunaan smartphone agar tetap mendapatkan bimbingan yang baik,” tuturnya.
Sementara itu, perwakilan Majelis Dikdasmen dan PNF PCM Pekajangan, Mutaqin Musyairi, membakar semangat para lulusan dengan mengutip petuah tokoh nasional Agus Salim agar tidak menjadi pribadi yang mudah menyerah dalam menghadapi tantangan zaman.
Puncak Prosesi yang Penuh Air Mata Haru
Setelah rangkaian hiburan dan sambutan, suasana ceria seketika berubah menjadi penuh haru pada puncak acara, yaitu prosesi Pelepasan dan Serah Terima Murid Kelas VI.
Isak tangis bahagia dan haru pecah ketika ke-17 siswa satu per satu menerima ucapan selamat, pelukan hangat, dan doa restu dari para guru serta orang tua mereka. Momen Haflah Akhirussanah bertema Arabic ini tidak hanya sukses menjadi pesta perpisahan yang megah dan berkesan, tetapi juga menjadi simbol dilepasnya generasi baru yang siap melangkah ke jenjang lebih tinggi dengan modal akhlak mulia dan mental juara.
Kontributor: Shofani










