close
Layanan PublikOlahraga

Suporter Persekap bakal gelar Diskusi bertajuk Drama itu berjudul sepakbola

demo-persekap
Demo suporter persekap beberapa waktu lalu

Kajen, Wartadesa. – Berharap sepakbola Kota Santri lolos ke level nasional dianggap bak drama. Bagaimana tidak, tiadanya peta jalan (roadmap) persepakbolaan yang jelas, infrastruktur stadion yang tidak memadai serta komitmen dari pengampu kepentingan (stage holder) yang sering berubah, membuat suporter Persekap pada akhir bulan Januari tahun depan akan menggelar diskusi bertajuk “Drama itu berjudul sepak bola, melangkah bersama menuju level nasional”. Demikian disapaikan oleh Imam Chasani, Kamis (28/11).

Terkait tudingan Bupati Pekalongan, Asip Kholbihi yang mengatakan bahwa Dinporapar tidak serius menangani olahraga, pria yang akrab disapa Katank Nusantara ini mengungkapkan bahwa seharusnya seluruh pemangku kepentingan (stage holder) melakukan koreksi diri. “Kalau menurut saya semuanya harus koreksi diri, baik Dinpora selaku pemerintah dan KONI atau cabor/asosiasi,” ujarnya.

Baca: Asip tuding Dinporapar tak serius tangani Olahraga Kabupaten Pekalongan

Menurut Imam, kesalahan terbesar pada jebloknya prestasi olahraga di Kota Santri adalah lantaran program asal jalan dan tidak ada roadmap yang jelas. “Semua harus sinergi dan kesalahan terbesar kita, (olahraga) Kab. Pekalongan hanya asal jalan tidak ada roadmap yang jelas. Sebagai contoh bukti pada tahun 2019, tim Persekap sudah diseleksi dan sudah mendaftar, tinggal kelengkapan berkas … eee … malah ditarik mundur dengan alasan yang sampai hari ini belum ada solusi dari asosiasi atau KONI dan pemda,” lanjutnya.

Selain itu, lanjut Imam, soal infrastruktur stadion, masak kita selaku suporter yang harus bolak-balik ajukan audiensi ke DPRD, dan ke bupati utuk mengajuka revitalisasi swmk (Stadion Widya Manggala Krida) sejak th 2015.

Imam melanjutkan, jika ingin maju (olahraga di Kabupaten Pekalongan), dengan didukung infrastruktur yang memadai oeh pemda dan didukung sumber daya manausia oleh KONI Cabor/asosiasi, harus menentukan target yang jelas yakni menuju level nasional. “Kami masyarakat/suporter akan menjadi mira kritis untuk kemajuan tersebut,” pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, Bupati Pekalongan, Asip Kholbihi menuding Dinas Kepemudaan dan Olahraga dan Pariwisata (Dinporapar) tidak serius mengurusi olahraga lantaran tidak jelas dan tidak membanggakan. Asip menilai bahwa jebloknya prestasi olahraga Kota Santri lantaran pemerintah kurang serius menangani hal tersebut. Demikian disampaikan Asip dalam Musorkablub KONI Kabupaten Pekalongan di Pendopo, Rabu (27/11/2019).

Menurut Asip, dunia olahraga merupakan dunia yang tidak lepas dari prestasi dan gengsi.  Gengsinya daerah itu diukur dari olahraganya, kalau penghargaan tentang pendidikan dan kesehatan dari menteri itu untuk kalangan elit, tetapi kalau penghargaan olahraga pasti rakyat bahagia dan senang.

“Jangan hanya pariwisatanya saja diurus, Pariwisata memang sudah berhasil tetapi olahraganya ini kurang berhasil,” ujar Asip.

Asip juga mengungkapkan bahwa prestasi olahraga Pekalongan ngisin-ngisini (memalukan), “Sektor olahraga kita masih ngisin-ngisini atau memalukan, ibarat yang lain sudah masuk liga utama kita masih di liga antar kampung. Bahkan masyarakat kita sendiri tidak bangga sama sekali dengan prestasi olahraga di Kabupaten Pekalongan,” ujarnya.

Untuk sepak bola Kabupaten Pekalongan yang tidak lolos liga 3 tahun ini saja masyarakat masih kecewa. Padahal anggaran KONI itu yang besar untuk Persekap, untuk PSSI itu mencapai Rp 500 juta pada tahun 2018. “Dari anggaran yang besar itu harusnya lolos,” lanjut Asip.

Asip tidak menyalahkan para atlet atau KONI terkait jebloknya prestasi olahraga di Kota Santri. Untuk meningkatkan prestasi olahraga, pemkab akan menata lagi pengelola Dinporapar agar betul-tetul care (peduli) terhadap pengembangan olahraga.

Sementara itu, Kepala Dinporapar Kabupaten Pekalongan, Bambang Irianto mengakui memang betul apa yang disampaikan oleh Bupati Asip bahwa Dinporapar perlu meningkatkan peran sertanya dalam mendorong olahraga di Kabupaten Pekalongan agar lebih punya peranan. “Kami memang harus lebih aktif lagi untuk menggandeng para pemangku kepentingan untuk bersama-sama memajukan olahraga di Kabupaten Pekalongan ini,” tuturnya.

Pria yang akrab disapa Bangir ini mengaku bahwa kinerjanya dibidang olahraga belum maksimal. “Kami merasa memang kinerja kami belum optimal, jadi kami harus lebih optimal lagi untuk meningkatkan dan memajukan sesuai dengan peran kami,” tandasnya.

Hasil pemilihan Ketua KONI Kabupaten Pekalongan, Eko Ahmadi, Ketua Lesbumi PCNU terpilih menjadi ketua mengalahkan Tri Budi Hartono. (Eva Abdullah)

Terkait
Kami selaku masyarakat pecinta sepakbola Pekalongan kecewa

Kajen, Wartadesa. - Akar rumput pecinta sepakbola Kota Santri harus menelan pahitnya kekecewaan --berulang-- lantaran acara yang digagas dalam diskusi Read more

Menggagas Persekap melaju ke tingkat nasional dalam Drama itu Berjudul Sepakbola #2

Kajen, Wartadesa. - Permasalahan persepakbolaan di Kabupaten Pekalongan mendapat sorotan dari para supporter Persekap (Persatuan Sepakbola Kabupaten Pekalongan) yang tergabung Read more

Koni Kota Santri janji wujudkan pengelolaan olahraga yang baik

Kajen, Wartadesa. - Gus Eko Ahmadi, Ketua KONI Kabupaten Pekalongan terpilih, berjanji akan mewujudkan pengelolaan olahraga yang baik (Good Sport Read more

Asip tuding Dinporapar tak serius tangani Olahraga Kabupaten Pekalongan

Kajen, Wartadesa. - Bupati Pekalongan, Asip Kholbihi menuding Dinas Kepemudaan dan Olahraga dan Pariwisata (Dinporapar) tidak serius mengurusi olahraga lantaran Read more

Tags : PekalonganPersekap