close
Sosial Budaya

Tak gelar Salat Id berjama’ah, Aaf diprotes warga

salat-id-di-lapangan-mataram-kota-pekalongan_20180615_071913
Ilustrasi. Walikota Pekalongan, Saelany Machfudz mengikuti Salat Id di Lapangan Mataram Tahun 2018 lalu.

Pekalongan Kota, Wartadesa. – Peniadaan Salat Idul Fitri berjama’ah baik di tanah lapang maupun masjid di Kota Pekalongan diprotes oleh warga. Bakhtiar Sunartiko salah seorang warga Kota Pekalongan mengungkapkan protesnya dalam grup media sosial PEKALONGAN INFO, Ahad (09/05).

“Monggo seng meh komplain kro aaf kro mas salah sholat ied ra oleh neng masjid.dijamin wadulane mung diwoco tok. jarene TAHTA UNTUK RAKYAT.Jangan2 mung dobol tok kui slogane.” tulis Bakhtiar Sunartiko.

Postingan ini dikomentari oleh 277 warganet Pekalongan dan dibagikan sebanyak 34 kali.

Kekecewaan tidak diizinkannya acara Salat Id berjamaah oleh Pemkot Pekalongan ini diamini oleh Muhammad Adnan. Ia menulis pada kolom komentar, “Sholat id nang masjid mushola trus takbiran pk di gawe angel ora entok kui agama anutane wali kota ne opo,, delok en kae stadion hugeng ono pasar malam be enjoy wae kok😉😉😉😎😎.”

Sementara itu Intan Pandini mengungkapkan dalam komentarnya bahwa seharusnya Pemkot memperbolehkan Salat Id di lapangan terbuka lantaran bisa dibuat dengan menerapkan protokol kesehatan. “Shalat Id di lapangan harusnya, buat jaga jarak” tulisnya.

Diberitakan sebelumnya, Pemerintah Kota Pekalongan tidak akan menggelar Salat Id di masjid maupun lapangan terbuka. Selain itu mereka menghimbau warga untuk melaksanakan Salat Idul Fitri di rumah masing-masing. Hal tersebut merupakan upaya mencegah persebaran Covid-19.

Pemerintah Kota juga tidak akan mengeluarkan izin pelaksanaan Salat Id berjamaah. “Pemkot Pekalongan juga tidak akan mengeluarkan izin terkait penyelenggaraan dan pelaksanaan ibadah Salat Id yang diajukan oleh ormas,” ucap Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Soesilo   usai rakor persiapan Salat Idulfitri di Setda, Kamis (6/5/2021).

“Pemerintah tidak melarang untuk beribadah. Karena saat ini masih pandemi, kami mengimbau masyarakat tetap waspada dan fokus pada pemutusan mata rantai penyebaran virus tersebut. Salah satu upaya yang dapat dilakukan yakni menghindari kerumunan,” lanjut Susilo.

Menurut Susilo, sesuai dengan SE emenag RI Nomor 04 Tahun 2021 tentang panduan ibadah Ramadhan dan idul fitri 1442 H atau 2021. Dimana pelaksanaan Salat Id hanya diperbolehkan untuk daerah yang masuk kategori zona kuning (resiko rendah) dan hijau (aman), dengan memperhatikan prokes ketat dan pembatasan jumlah jamaah. Sedangkan, daerah zona oranye (resiko sedang) dan merah (resiko tinggi) dihimbau untuk dilakukan dirumah saja.

Dalam waktu dekat, Pemerintah Kota Pekalongan akan mengeluarkan SE Walikota terkait kebijakan Salat Id. “Kami imbau kepada masyarakat untuk dapat memahami dan mentaati dengan menjaga prokes melalui 3M yakni memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak. Sehingga, harapannya tidak ada penambahan kasus Covid-19 di Kota Pekalongan,” pungkasnya. (Bono/Eva Abdullah)

Terkait
Pantai Depok, Nasibmu Kini

Meski sudah ada pemecah ombak, abrasi terus menggerus Pantai Depok Pekalongan (12/10)

Rusak, warga rehab Mushola “Pasar Kebo”

Warga sekitar Mushola Pasar Kebo - Kajen merehab Mushola, Jum'at (14/10). Foto : Eva Abdullah/wartadesa Kajen, Read more

[Video] Pantai Siwalan Nasibmu Kini

https://youtu.be/-ifv0wgTxAM Pesisir pantai siwalan hingga wonokerto Kab. Pekalongan terus terkikis, Pemukiman warga terus terancam hilang. Sebagian rumah warga  sudah tidak Read more

Meneruskan estafet kepemimpinan rating IPPNU Pecakaran

Pelantikan Pimpinan Ranting IPNU IPPNU Pecakaran, Wonokerto - Pekalongan berlangsung khidmad. (14/10) Foto : Wahidatul Maghfiroh/wartadesa. Read more

Tags : Kota Pekalongansalat id