close
Hukum & Kriminal

Tak kunjung sembuh, warga Tosaran akhiri hidup dengan gantung diri

bunuh diri

Kedungwuni, Wartadesa. – Aksi bunuh diri dengan cara gantung diri kembali terjadi di wilayah Kabupaten Pekalongan. Kali ini pemicunya lantaran sakit diabetes yang tak kunjung sembuh membuat Sipon (55), warga Dukuh Pejaten RT 1 RW 2 , Desa Tosaran, Kecamatan Kedungwuni nekad gantung diri di pekarangan rumahnya, Jum’at (19/04).

Korban ditemukan dalam kondisi leher terjerat seutas tali, sekitar pukul 05.30 WIB oleh Tasirin (52) usai melakukan sholat subuh. Tasirin yang sedang memberi makan ternak peliharaanya, saat tiba di kandang bebek miliknya, ia melihat Sipon dalam keadaan duduk di tanah samping kursi dengan leher yang terikat tali dari kain.

Melihat kejadian tersebut, Tasirin memanggil nama korban karena mengira masih hidup. Namun ternyata kondisi Sipon sudah tidak bernyawa lagi.

Tasirin pun memanggil anak korban, mereka bersama-sama mengecek kondisi korban yang tergantung di pohon. Mereka kemudian memotong tali yang menjerat korban dan membawanya ke rumah duka.

Anggota Polsek Kedungwuni bersama Unit Identifikasi Polres Pekalongan dan Tim Medis dari Puskesmas Kedungwuni 1 yang menerima laporan datang ke TKP. Tim langsung melakukan olah TKP bersama dengan perawat Puskesmas Kedungwuni I.

“Petugas mendapatkan laporan adanya orang bunuh diri dari masyarakat setempat sekitar pukul 05.30. Setelah dilakukan pengecekan memang benar ada orang yang gantung diri. Korban diketahui bernama Sipon (55) seorang buruh tani, warga Dusun Pejaten RT 1 RW 2 Desa Tosaran, Kecamatan Kedungwuni Kabupaten Pekalongan,” kata Kapolsek Kedungwuni AKP Prisandi T.

Setelah dilakukan pemeriksaan dari tim medis disimpulkan korban meninggal gantung diri. Tim mdeis juga tidak menemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh.

“Setelah dilakukan pemeriksaan dari tim disimpulkan korban telah meninggal dunia dan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan. Berdasarkan keterangan dari pihak keluarga, korban diduga nekat melakukan aksinya karena depresi akibat menderita penyakit komplikasi yaitu paru-paru dan diabetes selama kurang lebih satu tahun dan tidak kunjung sembuh,” ujar Prisandi. (WD)

Terkait
Ditinggal mancing, motor digasak pencuri

Pemalang, Wartadesa. - Naas bagi M. Saefudin Zuhri bin Muharil (28), seorang buruh konveksi warga Desa Kendaldoyong Kecamatan Petarukan Kabupaten Read more

Modus rampas HP korban dengan pura-pura minta nomor kontak

Pemalang, Wartadesa. - Hati-hatilah dengan orang yang meminta nomor HP atau ponsel Anda, bisa jadi itu hanya modus untuk melakukan Read more

Lagi, galian C didemo Warga

Karanganyar, Wartadesa. - Rabu ( 03/02) Ratusan warga Desa Kutosari Kecamatan Karanganyar Kabupaten Pekalongan mendatangi lokasi Galian C yang beradi Read more

Gunakan gas bersubsidi, Hotel ini kena sidak

Pemalang, Wartadesa. - Hotel Panorama Randudongkal Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah kedapatan menggunakan tabung gas elpiji bersubsidi ukuran tiga kilogram, alias Read more

Wartawan Warta Desa dilarang menerima suap atau sogokan dalam bentuk apapun, termasuk uang, barang, atau fasilitas, yang dapat mempengaruhi independensi pemberitaan. Jika menemukan hal tersebut, mohon difoto dan dilaporkan kepada redaksi dan pihak kepolisian

Tags : Kedungwuninekad bunuh diritak kunjung sembuh