close
Sosial Budaya

Tak tahan sakit sesak napas dan diabet, kakek gantung diri

bunuh diri

Kajen, Wartadesa. – Diduga lantaran tidak tahan dengan penyakit sesak nafas dan diabetes yang menimpanya, Waidi (72), kakek asal Dukuh Kranjan, Desa Pekiringan Ageng, Kecamatan Kajen, Kabupaten Pekalongan melakukan aksi nekad  gantung diri.

Kejadian tersebut diketahui pertama kali oleh menantu korban yakni Irawati (32) dan Caswadi (47). Saat itu pada pukul 22.00 Wib Korban dan kedua menantunya tersebut sedang duduk diteras rumahnya untuk ngobrol. Pada pukul 23.00 Wib Korban masuk kedalam rumah untuk istirahat.

Dan pada pukul 04.00 Wib Caswadi membuka kamar korban dan melihat mertuanya tersebut sedang tidur dengan posisi miring kekiri. Setelah itu caswari melanjutkan pergi kebelakang rumah untuk mengambil air wudhu dan melaksanakan sholat.

Dan pada pukul 05.30 wib , salah satu menantu Korban yang bernama Irawati sedang membersihkan halaman rumah dan melihat ada orang yang gantung diri didepan rumah kemudian ia langsung pergi ke rumah Sidik, 40 tahun yang merupakan anak kandung guna untuk meminta pertolongan.

Setelah Sidik anak korban datang kerumah, ia dan Irawati mendapati ayahnya yang bernama Waidi sudah dalam keadaan menggantung dan dalam keadaan meninggal dunia, selanjutnya ia melaporkan kejadian tersebut ke perangkat Desa dan pihak Kepolisian.

Mendapatkan laporan dari masyarakat, polisi langsung mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan olah TKP.

Kapolres Pekalongan AKBP Wawan Kurniawan,  melalui Kasubbag Humas Iptu Akrom mengatakan , dari hasil pemeriksaan Tim Inavis Sat Reskrim Polres Pekalongan tidak ditemukan tanda kekerasan, kematian murni bunuh diri.

Hal itu diperkuat dengan keterangan saksi yakni pihak keluarga yang mengatakan bahwa Korban mempunyai riwayat penyakit sesak nafas dan diabetes. Dan mungkin karena penyakit yang diderita Korban tidak kunjung sembuh, sehingga Korban nekat melakukan gantung diri, kata kasubbag Humas. (Humas Polres Pekalongan)

Tags : bunuh dirigantung diri

Leave a Response