close
Sosial Budaya

TKW asal Pemalang yang dianiaya majikannya, dievakuasi

kasi pengupahan pemalang
Arya Dhita, Kasi Pengupahan dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja, Disnaker Pemalang. Foto: Garda Bangsa

Pemalang, WartaDesa. – Sumarkinah, TKW asal Kelurahan Sugihwaras, Pemalang yang mengalami penganiayaan oleh anak majikannya, akhirnya berhasil dievakuasi dari rumah sang majikan di Tabuk Tyma, Jeddah, Saudi Arabia, setelah melalui proses pencarian panjang Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Arab Saudi.

Arya Dhita, Kasi Pengupahan dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja, Disnaker Pemalang, pada Senin (07/09) mengungkapkan hal tersebut. “Menemukan alamat di Arab Saudi itu susah banget, kan bilangnya cuma Tabuk Tyma, dan itu apakah di Riyadh apakah di Jeddah? Ternyata di Jeddah, kemarin baru KJRI ke sana bersama kepolisian Arab Saudi,” ujarnya.

Arya mengungkapkan bahwa Sumarkinah dievakuasi bersama Sri Atun, rekan yang juga mengalami penganiayaan. “Saya juga koordinasi dengan KJRI, dan saya intens terus komunikasi dengan Bu Sumarkinah via WhatsApp, dan itu komunikasinya lewat pesan suara,” tambahnya.

Menurut Arya, Sri Atun mengalami penganiayaan paling parah. Sumarkinah bersama majikan dianiaya saat menjenguk Sri Atun, yang disiksa majikannya. Saat itu, Sumarkinah dan majikan juga ikut disiksa. Padahal majikan Sri Atun adalah anak kandung dari majikan Sumarkinah.

“Kalau majikannya Bu Sumarkinah sih baik itu, tapi kalau majikannya Bu Atun ini ada proses hukum, karena kan laporannya dari KJRI itu penganiayaan,” kata Arya Dhyta.

Senin pagi (kemarin) Sumarkinah sedang diproses di Kepolisian Arab Saudi. Kemungkinan Bu Sumarkinah pulang lebih awal dibanding Bu Sri Atun. “Jadi dia (Sri Atun) ditinggal dulu untuk proses hukum yang di sana, kemarin itu dari Tabuk Tyma pulang ke Jeddah dua setengah jam lah perjalanan. Bu Sumarkinah itu mungkin pulang lebih awal, tapi nunggu proses dari KBRI-nya seperti apa, itu saya komunikasi terus sama Bu Dewi Marciana, itu pun pada saat penjemputan lewat pintu samping,” kata Arya Dhyta.

saat ini Disnaker Pemalang belum mengetahui secara pasti, kapan Sumarkinah dipulangkan ke Indonesia. Yang jelas, saat ini Sumarkinah sudah berada di KJRI Jeddah, Arab Saudi.

“Apakah nantinya perkembangan Bu Sumarkinah jadi saksi, juga kita belum tahu. Kalau sudah pasti kapan pulangnya, kami Disnaker akan jemput ke bandara atas perintah Bapak Bupati Pemalang,” kata Arya Dhyta.

Diberitakan sebelumnya, Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang dianiaya di Arab Saudi, Sumarkinah, warga Sugihwaras, Pemalang, sudah dijemput oleh KJRI Arab Saudi, Minggu siang, 6 September 2020 waktu setempat. (Sumber: Garda Bangsa)

Terkait
Kabar gembira, bakul Alun-Alun Pemalang diperbolehkan berjualan

Pemalang, Wartadesa. - Wakil Bupati Pemalang, Mansur Hidayat menyebut bakul (pedagang) di area Alun-Alun Pemalang diperbolehkan berjualan mulai nanti malam, Read more

Pembunuh perempuan hamil asal Pemalang ditangkap

Jakarta, Wartadesa. - Sungguh biadab apa yang dilakukan oleh Asep Saepudin (21), pria yang kos di Pondok Kopi, Jakarta Timur Read more

Duh! Sedang layani pelanggan, PSK Calam terjaring razia

Pemalang, Wartadesa. - Duh! Seorang pekerja seks komersial (PSK) di kompleks lokalisasi Calam, seberang Utara Terminal Induk Pemalang kedapatan sedang Read more

Tagih program 100 hari Bupati Pemalang, Laskar Patih Sampun bakal gelar demo

Pemalang, Wartadesa. - Puluhan aktivis di Pemalang bakal menggelar aksi demonstrasi menagih janji program 100 hari Bupati Pemalang, Senin (07/06) Read more

Tags : pemalangtkw dianiaya