Toba (Wartadesa). – DISEBUT tidak bermanfaat dan rasis, puluhan aktifis tergabung dalam Forum Parparean Bersama (FPB) menggelar unjuk rasa menuntut tutup PT Toba Pulp Lestari Tbk, di depan gerbang masuk timbangan perusahaan tersebut di Desa Tangga Batu Kecamatan Parmaksian Kabupaten Toba Provinsi Sumatera Utara, Kamis (31/03/2022)
Kapolres Toba AKBP Akala Fikta Jaya SH.SIK.MH melalui Kasie Humas IPTU Bungaran Samosir mengatakan, untuk antisipasi tindakan anarkis serta mewujudkan keamanan, keselamatan ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcar Lantas) bagi pengendara kendaraan bermotor yang melintas termasuk memberi rasa aman dan nyaman kepada massa aksi unjuk rasa, pihaknya menerjunkan personil dipimpin Kasat Samapta AKP Dimun Hutauruk SH melakukan pengamanan ketat bersama personil TNI dari Koramil 13/Porsea
Kata Kasie Humas Polres Toba IPTU Bungaran Samosir, unjuk rasa Aliansi Gerakan Tutup TPL di Kabupaten Toba menggunakan satu (1) unit mobil Pick-up L300 bertuliskan Komando sebagai leader aksi, diikuti sekitar 30 peserta.
Dalam orasi aksi, Aliansi Gerakan tutup TPL menyampaikan tuntutan aspirasi sebagai berikut:
A. Tutup PT. TPL karena tidak ada manfaat bagi masyarakat setempat.
B. PT. TPL adalah perusahaan Rasis telah mengadu domba masyarakat diwilayah Kabupaten Toba
C. Mendesak Pemerintah Kabupaten Toba untuk mencabut Izin konsesi PT. TPL.
D. Menutup PT. TPL adalah langkah terbaik untuk mensejahterakan Bangsa Batak di wilayah Kabupaten Toba.
Kemudian butir E. Angkutan PT. TPL yang beroperasi hingga sekarang ini sudah merusak banyak jalan umum khususnya diwilayah sekitaran Kecamatan Porsea, Kecamatan Parmaksian dan Kecamatan Siantar Narumonda.
F. Tidak adanya Toleransi pihak PT. TPL dalam hal ini Humas Perusahaan PT. TPL yang kurang bersinergi dengan Ormas-Ormas setempat dilingkungan Perusahaan PT. TPL Tbk.
G. Laksanakan Acta 54 dengan memperdayakan masyarakat sekitar untuk bekerja di PT. TPL. (wd-bay)










