PEKALONGAN, Warta Desa. – Menawarkan perpaduan tradisi gotong royong dan hiburan modern, agenda wisata Pekalongan 2026 di Kelurahan Krapyak menjadi destinasi utama yang paling dinantikan masyarakat selama Pekan Syawalan, Sabtu (28/3/2026).
Festival Lopis Raksasa tahun ini hadir dengan kemasan yang lebih segar. Panitia tidak hanya menonjolkan sisi ikonik lopis berukuran raksasa, tetapi juga melakukan penataan area yang lebih rapi guna menjamin kenyamanan pengunjung. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, jumlah pelaku UMKM di lokasi dibatasi agar arus wisatawan tetap lancar dan tidak berdesakan.
“Kita ingin suasana lebih tertata dan pengunjung bisa menikmati acara dengan santai. Jadi UMKM tetap ada, tapi kita kurangi jumlahnya supaya tidak terlalu padat,” jelas Koordinator Lapangan, Ahmad Zaky.
Ikon Kuliner 2 Ton yang Mengagumkan
Daya tarik utama dalam agenda wisata Pekalongan 2026 ini adalah sebuah lopis raksasa dengan berat diperkirakan melampaui dua ton. Menggunakan bahan baku 535 kilogram beras ketan, lopis tahun ini tampil lebih megah dengan diameter dan tinggi mencapai lebih dari dua meter.
Proses pembuatannya sendiri merupakan bukti nyata semangat gotong royong masyarakat Krapyak Kidul. Sebanyak 60 anggota Remaja Mushola Darun Na’im bekerja bahu-membahu selama 3 hari penuh (3 x 24 jam) untuk memastikan lopis matang sempurna dengan tekstur yang mekar.
Sinergi Budaya dan Hiburan
Selain pameran lopis raksasa, festival tahun ini semakin semarak dengan kehadiran panggung hiburan rakyat. Sinergi antara swadaya masyarakat, dukungan pemerintah, dan sponsor menjadikan festival ini sebagai simbol kebersamaan yang kuat.
Bagi Anda yang merencanakan liburan pasca-Lebaran, Festival Lopis Raksasa di Krapyak bukan sekadar ajang hiburan, melainkan pengalaman budaya yang mendalam. Kemeriahan ini dipastikan menjadi memori yang berkesan bagi setiap wisatawan yang berkunjung ke Kota Batik.
Pewarta: Imam Setiobudi









