Warta Desa, Kalipancur, Pekalongan – Warga Dukuh Grugak, Desa Kalipancur, Kecamatan Bojong, Kabupaten Pekalongan, mengeluhkan kondisi jalan desa yang sudah rusak parah selama lebih dari satu dekade. Hingga kini, belum terlihat adanya tanda-tanda perbaikan maupun pembangunan, baik dari pemerintah desa maupun pemerintah kabupaten.
Jalan utama yang menghubungkan Dukuh Grugak dengan pusat desa tersebut berada dalam kondisi memprihatinkan. Dipenuhi lubang dan permukaan yang tidak rata, jalan tersebut menjadi becek dan licin saat musim hujan, serta berdebu ketika musim kemarau tiba. Kondisi ini telah lama menyulitkan warga dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.
“Kami sudah jenuh bertahun-tahun merasakan jalan rusak yang berlubang. Kalau hujan turun, jadi becek sekali. Susah dilalui anak-anak sekolah maupun kendaraan,” ujar salah satu warga, Sutrisno (48), kepada wartawan, Kamis (8/8/2025)
“Kami berharap ada perhatian serius dari pemerintah desa maupun pemerintah kabupaten. Jangan dibiarkan terus seperti ini, karena ini jalan utama bagi warga,” kata warga lainnya, Siti Aminah (42).
Menurut warga, kondisi jalan yang rusak juga berdampak pada perekonomian mereka, terutama saat musim panen. Kendaraan pengangkut hasil pertanian sering kesulitan melintas karena kondisi jalan yang tidak layak.
Warga Dukuh Grugak kini menaruh harapan besar kepada pihak desa dan pemerintah daerah agar segera merealisasikan perbaikan infrastruktur jalan di wilayah mereka.
“Kami tidak meminta muluk-muluk, hanya ingin jalan kami bisa dilalui dengan layak, tidak seperti sekarang ini. Sudah lebih dari 10 tahun kami menanti,” pungkas Susanto.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pemerintah desa Kalipancur maupun Pemerintah Kabupaten Pekalongan terkait rencana perbaikan jalan tersebut. (Rohadi)










