Warta Deaa, Kandangserang, Pekalongan — Puluhaan warga Kecamatan Kandangserang, Kabupaten Pekalongan, menggelar aksi gotong-royong untuk memperbaiki jalan rusak yang selama ini menjadi akses utama antarpermukiman. Upaya swadaya tersebut muncul sebagai bentuk kepedulian masyarakat terhadap kondisi infrastruktur yang kerap menghambat aktivitas harian, terutama saat musim hujan ketika jalan menjadi licin dan sulit dilalui.
Sejak pagi hari, warga dari berbagai tingkatan usia tampak antusias membawa peralatan sederhana seperti cangkul, sekop, dan gerobak. Mereka menimbun lubang-lubang yang membahayakan warga serta meratakan permukaan jalan agar lebih nyaman dilalui. Sebagian warga lainnya mengumpulkan dan menyiapkan material yang diperoleh dari iuran masyarakat.
Meski seluruh proses dikerjakan secara manual, semangat kebersamaan membuat pekerjaan berjalan cepat dan penuh antusiasme. Kegiatan semacam ini telah menjadi tradisi lama di Kandangserang, yang dikenal memiliki budaya gotong-royong yang kuat.
Warga berharap pemerintah daerah dapat memberikan perhatian lebih terhadap kondisi infrastruktur di wilayah tersebut, sehingga perbaikan jalan tidak selalu bergantung pada swadaya masyarakat.
“Apa yang kami lakukan ini demi kenyamanan bersama. Tapi kami juga berharap ke depan ada upaya nyata dari pemerintah agar akses jalan di Kandangserang lebih baik dan aman,” ungkap salah satu warga.
Melalui aksi ini, masyarakat tidak hanya memperbaiki fasilitas jalan, tetapi juga mempererat solidaritas dan menunjukkan bahwa kepedulian bersama dapat menghadirkan perubahan nyata bagi lingkungan mereka. (Rohadi)










