Kandangserang, Pekalongan, Warta Desa. — Dedikasi tanpa batas kembali ditunjukkan oleh petugas Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Pekalongan. Dalam sebuah misi kemanusiaan baru-baru ini, petugas harus berjibaku melawan medan ekstrem demi mengantarkan jenazah menuju Desa Trajumas, Kecamatan Kandangserang.
Bukan sekadar jarak, tantangan utama yang dihadapi adalah infrastruktur jalan yang rusak parah serta kondisi geografis yang didominasi tanjakan dan turunan curam.
Akses Terputus: Jembatan Rusak dan Jalan Berlubang
Kondisi jalur penghubung antara Desa Sukoharjo dan Desa Trajumas dilaporkan sangat memprihatinkan. Berikut adalah beberapa poin utama yang menjadi kendala di lapangan:
-
Jalan Utama Rusak Parah: Aspal yang mengelupas meninggalkan lubang dalam dan kondisi jalan yang licin, terutama saat diguyur hujan.
-
Lumpuhnya Jembatan Kali Jamban: Jembatan vital ini merupakan akses satu-satunya yang menghubungkan Sukoharjo dan Trajumas. Saat ini, kondisinya dianggap tidak lagi layak dan membahayakan keselamatan pelintas.
-
Upaya Swadaya Terbatas: Meski warga sempat bergotong-royong memperbaiki jalan secara mandiri, keterbatasan dana membuat hasil perbaikan tidak bertahan lama.
Harapan Warga dan Keselamatan Pelajar
Keluhan mengenai buruknya akses jalan ini bukan tanpa alasan. Selain menghambat layanan darurat seperti ambulans PMI, jalur ini merupakan urat nadi bagi aktivitas pendidikan di wilayah tersebut.
“Kami berharap pemerintah segera membangun jalan dan jembatan ini dengan layak. Jalur ini setiap hari dilalui siswa-siswi kami untuk berangkat dan pulang sekolah,” ujar Ridho, salah satu perangkat Desa Trajumas.
Ia menekankan bahwa perbaikan infrastruktur harus segera dilakukan secara konkret oleh pemerintah daerah untuk mencegah terjadinya kecelakaan yang tidak diinginkan di masa depan.
Urgensi Infrastruktur Layak
Peristiwa pengantaran jenazah oleh PMI ini menjadi pengingat nyata bahwa infrastruktur yang memadai adalah kebutuhan mendasar, bukan sekadar fasilitas penunjang. Bagi warga Trajumas, jalan yang layak adalah soal keselamatan, akses kesehatan, dan masa depan generasi muda.
Hingga berita ini diturunkan, masyarakat Desa Trajumas masih menaruh harapan besar agar dinas terkait segera turun tangan melakukan perbaikan menyeluruh pada akses jalan dan Jembatan Kali Jamban. (Andi Purwandi)










