Batang, Wartadesa. – Operasionalnya tol fungsional Pemalang-Batang berdampak pada buruknya kesehatan warga karena debu yang beterbangan di sekitar rumah warga terdampak tol. Beberapa rumor beredar bahwa warga terdampak tol mendapat konpensasi ‘uang debu’ dari kontraktor membuat Lukman Harun membuat surat terbuka untuk pengembang tol.
Surat terbuka yang diposting Selasa (20/6) di grub media sosial Pigura Warga Batang tersebut mendapat tanggapan beragam dari netizen. Berikut isinya,
SURAT TERBUKA UNTUK PT WASKITA
Saya warga desa Masin kecamatan Warungasem kabupaten Batang dengan ini menyampaikan hal-hal sebagai berikut:
1. bahwa warga Masin tidak mempermasalahkan penggunaan Jalan Tol Fungsional untuk mudik sebagai solusi mengurangi kemacetan di jalur pantura
2. bahwa ternyata pemakaian tol fungsional menimbulkan masalah bagi warga yang rumahnya berdekatan dengan jalan tersebut: yakni debu ditimbulkan sangat mengkhawatirkan bagi kesehatan. indikasinya dapat dilihat dari lantai yang cepat kotor walau sudah dibersihkan berkali-kali.
3. ada selentingan di luar, bahwa warga yang rumahnya berdekatan dengan tol ada kompensasi (istilahnya ‘uang bising’ atau ‘uang debu’ ) selama masa konstruksi. padahal selama ini, sampai hari ini, kami tidak pernah menerima kompensasi dalam bentuk apapun dari PT Waskita atau pihak yang berwenang.
4. hal ini jelas merugikan kami: sudah kehujanan debu, dikira orang luar malah dapat uang. sebaliknya, PT Waskitalah yang dapat nama, karena seolah-seolah sudah memberi kompensasi
5. untuk itu, saya mohon penjelasan dari PT Waskita dengan keadaan seperti ini.
Ginda Audya Sugiono menanggapi agar surat terbuka tersebut dikirim langsung ke pengembang. “Coba kirim suratnya langsung ke PT waskita, cari tau webside/Email nya biar di respon langsung oleh yg bersangkutan,” tulisnya.
Tanggapan Ginda ditambahi oleh Indaka Arjuu Dkm untuk mengirimkan surat terbuka tersebut ke kantor pengembang di Batang atau di Pemalang, “Neng kantor batang poo.gan gok daerah perimatex..
Nek nang cluluk ya bedo..kui seng kerja bagian stok bahan tok..nek urusan kokui nang batang apa nang petarukan..,” tulisnya. (Bono)











