Warta Desa, Pekalongan, 12 Juli 2025 – Keluarga Teguh, warga Desa Tanggeran , Kecamatan Paninggaran, Kabupaten Pekalongan, mengeluhkan pelayanan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kajen yang dinilai membingungkan dan kurang komunikatif.
Menurut keterangan keluarga, Teguh sempat dirawat selama tiga hari oleh dr Mansyur di RSUD Kajen. Namun, saat pulang, pihak keluarga mengaku tidak mendapatkan penjelasan yang jelas terkait diagnosa penyakit yang diderita Teguh.
“Setelah pulang dari rumah sakit, kami tidak tahu pasti sakitnya apa. Dua hari di rumah kondisi Teguh malah semakin lemah, akhirnya kami bawa lagi ke RSUD Kajen,” ungkap salah satu anggota keluarga saat ditemui di rumah sakit, Sabtu (12/7/2025).
Setibanya di Instalasi Gawat Darurat (IGD), kebingungan keluarga semakin bertambah. Pasalnya, dokter jaga justru menyarankan agar Teguh dirawat jalan dan mengutarakan bahwa kamar penuh serta diperbolehkan pulang, padahal keluarga berharap pasien dapat dirawat inap agar kondisinya segera pulih.
“Kami mohon agar Teguh dirawat inap biar sembuh total. Akhirnya sekarang Teguh dirawat di Ruang Alamanda 01,” tambah keluarga dengan nada cemas.
Saat dikonfirmasi oleh keluarga pada pukul 18.20 WIB, perawat jaga menjelaskan dengan sopan dan ramah bahwa dokter memang tidak memberikan penjelasan diagnosa di ruang perawatan. Pihak keluarga disarankan untuk langsung menemui dokter guna menanyakan keterangan diagnosa pasien.
Direktur RSUD Kajen, dr Imam, saat dikonfirmasi awak media mengatakan akan segera mengkroscek kronologinya dan mengundang awak media ke bagian pengaduan untuk kejelasan lebih lanjut.
Hingga berita ini ditulis, pihak RSUD Kajen belum memberikan keterangan resmi terkait keluhan keluarga pasien tersebut. Warga berharap pelayanan rumah sakit dapat lebih komunikatif dan transparan dalam menyampaikan diagnosa serta tindakan medis kepada keluarga pasien, agar tidak menimbulkan kebingungan dan kekhawatiran di kemudian hari. (Rohadi)










