Batang, Wartadesa. – Disadari atau tidak, kisruh data penerima program Jaring Pengaman Sosial (JPS) warga terdampak virus Korona (Covid-19) membuat antar warga bersitegang. Meski berbagai sumber bantuan ada, namun masih ditemukan warga yang berhak yang luput dari bantuan.
Bagi Pemdes Depok, Kecamatan Kandeman, Kabupaten Batang, skema JPS bagi warga terdampak Covid-19 bukan hanya dari angaran pemerintah berupa BLT, paket sembako, APBD Provinsi maupun APBD Kabupaten.
Warga Depok lebih berdaya, meski pekerjaan mereka bertani atau bercocok tanam, namun mereka mampu menyisihkan hasil panen mereka untuk warga lainnya yang tidak mampu.
“Warga Desa Depok yang 70 persen hidup dari bercocok tanam, mereka mendonasikan sebagian hasil panen padinya, dan warga golongan mampu bersodakoh dalam bentuk uang tunai,”kata Kaminoto, Kepala Desa setempat, Jumat (15/4).
Hasil dari donasi dari para petani dan warga yang mampu tersebut, lanjut Kaminoto, dikelola oleh desa dengan membentuk Badan Amil Zakat untuk menyalurkan zakat mal, infak, sadaqah kepada yang berkah. “Donasi dari para petani dan warga golongan mampu terkumpul sebanyak 650 paket beras 5kg, sasaran penyaluranya 450 kepala keluarga yang berhak menerima,” jelasnya.
Lembaga amil zakat yang dibentuk desa, bekerja dan dikelola secara mandiri dengan melibatkan untur warga, seluruh ketua RT, sehingga bantuan yang disalurkan melalui lazis tersebut tepat sasaran. Lanjut Kaminoto. Setelah 450 warga miskin menerima paket beras, sisa dari paket beras yang terkumpul disalurkan kepada anak yatim dan piatu. (Eva Abdullah)










