close
EkonomiSosial Budaya

Memakmurkan jama’ah Masjid dengan zakat infaq shodaqah

sutiknyo

Kedungwuni, Wartadesa. – Potensi zakat di Indonesia tidak kurang dari Rp. 217 trilyun, namun baru sekitar lima persen saja potensi tersebut tergarap oleh lembaga amil zakat. Sisanya belum tersentuh. Demikian disampaikan oleh Sutiknyo, Manager Program Lembaga Amil Zakat Infak dan Shodaqoh Muhammadiyah (Lazismu) Kabupaten Pekalongan dalam sebuah kuliah senja di Masjid Al-Mujahidin Desa Tangkil Kulon Kecamatan Kedungwuni Kab. Pekalongan, Jum’at (2/6).

Baca: Alhamdulillah, Anggi Kini Bisa Belajar Dari Kursi Rodanya

Zakat sebagaimana rukun Islam lainnya, pada dasarnya saling menguatkan antara rukun yang satu dengan lainnya. Lanjut Sutiknyo. “Posisi sholat dan zakat adalah sebanding, ada 30 penyebutan sholat dan zakat dalam al-Qur’an, ini menggambarkan bahwa menunaikan zakat, sama penting dan wajibnya, seperti menunaikan ibadah sholat dan ibadah lainnya,”

Ilustrasi: Sutiknyo saat mendampingi warga dalam pemberdayaan masyarkat

Namun, pengelolaan zakat saat ini, di Kabupaten Pekalongan saja, masih terkendala dengan profesionalitas, Tambah pria berjanggut dengan dua putri ini. “Pengelolaan zakat, infak dan shodaqoh selama ini masih belum terkoordinasi dengan baik, masih belum profesional. Padahal jika ditangani dengan profesional, potensi zakat ini akan begitu dahsyat memakmurkan jama’ah masjid,” lanjutnya.

“Sudah saatnya, kewajiban kita bukan lagi sekedar memakmurkan masjid, tapi bagaimana warga masjid yang menjadi jama’ahnya menjadi makmur,” tutur pria yang aktif dalam pemberdayaan masyarakat ini.

Sutiknyo memandang bahwa bukan hanya kewajiban zakat yang begitu dahsyat bisa memakmurkan jama’ah masjid, namun infak dan shodaqoh bisa menjadi alat bagi siapapun, tidak harus menunggu kaya, cukup nishob (batas nominal dikeluarkan zakat suatu kekayaan_red) ataupun haul (batasan harta dimiliki dalam kurun satu tahun_red.) untuk saling membantu.

“Muslim sebagai sebuah tubuh yang satu, dimana apabila satu bagian tubuh sakit, yang lainnya akan merasakan sakit. Tentu merasa sedih apabila melihat ada tetangganya yang tidak punya beras untuk makan besok, ada tetangganya yang cacat  dan membutuhkan kursi roda, ada tetangganya yang terlilit hutang,” tutur Manager Program Lazismu.

“Dengan infak dan shodaqoh inilah, kita bisa mengumpulkan recehan, untuk kemudian dikelola dengan baik dan disalurkan dalam bentuk lebih besar. Dari lima ratus rupiah, seribuan atau dua ribuan yang dimasukkan dalam sedekah kalengan dan nantinya dikeluarkan untuk membantu jama’ah masjid yang terlilit hutang, beasiswa pendidikan, atau, bahkan tiap jama’ah masjid yang tidak punya beras, dapat mengambil beras di masjid, usai sholat jama’ah, dan lain-lain.” Lanjut pria yang biasa dipanggil Mas Tik ini.

Sutiknyo memberikan gambaran yang dilakukan di wilayah Perumahan Puri Kedungwuni, dengan mengeluarkan sebuah toples yang difungsikan sebagai media sedekah kalengan (dia menyebutnya ‘kenclengan’), “Awalnya sekitar 60 kenclengan dibagikan kepada warga yang bersedia menerima kaleng sedekah, saat ini sudah hampir 160-an kencleng tersebar di wilayah Puri. Tanpa mengurangi keinginan warga untuk tetap berinfak di kotak amal masjid atau mushola. Hasil dari kenclengan ini rata-rata Rp. 7 juta sebulan. Hasil dari sedekah kalengan warga Puri,” tuturnya.

“Tiap bulan, hasil dari infak dan shodaqoh inilah dikeluarkan untuk memakmurkan jama’ah masjid. Jadi bukan saja masjidnya yang makmur tetapi warga yang ada di sekeliling masjid pun, turut mendapatkan manfaat dari hadirnya masjid. Bahkan baru-baru ini, infak yang recehan tersebut dapat membantu sebuah kursi roda di wilayah Rembun, Kecamatan Siwalan,” Ujar Sutiknyo. (Eva Abdullah)

Terkait
Zakat desa ini dikelola secara mandiri, bisa santuni warga terdampak Covid-19

Batang, Wartadesa. - Disadari atau tidak, kisruh data penerima program Jaring Pengaman Sosial (JPS) warga terdampak virus Korona (Covid-19) membuat Read more

4000 paket zakat dibagikan di Masjid At-Taqwa Wiradesa

Wiradesa, Wartadesa. - Warga di wilayah Wiradesa dan sekitarnya antusias. Mereka terlihat antri, meski agak berdesak-desakan, dalam pembagian zakat yang Read more

Baznas Pemalang serahkan zakat untuk RTLH dan modal usaha

Pemalang, Wartadesa. - Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Pemalang menyalurkan zakat sejumlah Rp. 290 juta untuk kegiatan rehab rumah Read more

Masjid Al-Khuzaemah berbagi senyum dengan 355 yatim dhuafa

Kajen, Wartadesa - Rangkaian kegiatan Ramadhan Berbagi yang bertajuk Merangkai Senyum bagi tiga ribu yatim dhuafa masih memenuhi agenda Lazismu Read more

Tags : infaklazismushodaqohzakat