Kota Pekalongan, Wartadesa. – Hasil tes dari 16 warga Kota Pekalongan yang sebelumnya dinyatakan reaktif, setelah dilakukan swab tes, hasilnya negatif Korona. Demikian disampaikan Wakil Walikota Pekalongan A Afzan Arslan Djunaid, Selasa (2/06).
16 orang reaktif tersebut terdiri dari 15 orang di Pasar Banyurip dan Super Indo. dan satu orang karawan BNN Batang. Ujar Aaf.
Aaf menambahkan bahwa pasien positif Korona klaster Ijtima Ulama di Gowa dinyatakan sembuh setelah hasil tesnya menunjukkan negatif.
Diberitakan sebelumnya, Super Indo Kota Pekalongan ditutup sementara paska hasil rapid tes sebelumnya ditemukan 10 orang reaktif. Dari 42 sample yang dites di Superindo, 10 orang reaktif dengan rincian tujuh orang pengunjung dan tiga orang karyawan Super ndo.
Langkah penutupan Superindo ini berdasarkan Surat Ketua Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Pekalongan Nomor 443.1/027 Tanggal 28 Mei 2020.
Kepala Satpol PP Kota Pekalongan, Sri Budi Santoso menuturkan bahwa penutupan sementara tersebut untuk melindungi keselamatan warga. “Dalam rangka upaya melakukan oencegahan lebih optimal dan melindungi kepentingan dan keselamatan masyarakat lebih luas dari potensi penyebaran Virus Corona, maka dipandang penting untuk melakukan penghentian sementara operasional Superindo, sambil dilakukan langkah-langkah pencegahan,” terangnya.
Sri Budi menambahkan, setelah langkah penutupan itu, pihak manajemen Superindo diminta untuk melakukan langkah-langkah pencegahan Covid-19. “Kita ingin memastikan semua karyawan yang bertugas kondisinya tidak terkena covid. Maka kita minta semua yang belum dites untuk dites. Kemudian, melakukan isolasi kepada karyawan yang sudah dinyatakan reaktif untuk melakukan swab test di rumah sakit,” tuturnya.
Sementara itu, Bagian Operasional Superindo Pekalongan, Supriyatno, mengikuti langkah Pemkot Kota Pekalongan “Kami pun mengikuti dan,l menjalankan apa yang menjadi protokol Covid-19,” katanya. (Eva Abdullah)







