Kedungwuni, Wartadesa. – Desa Proto Kecamatan Kedungwuni, Kabupaten Pekalongan akan diluncurkan (launching) sebagai Kampung Al-Qur’an. Desa ini dipilih oleh Pemkab Pekalongan sebagai laboratorium penelitian terhadap Al Quran dan sebagai kawasan percontohan yang mendukung program pemerintah Kota Santri Mengaji, dimana setelah tiba waktu magrib warganya mematikan tv untuk merutinkan mengaji Al Qur’an.
Demikian disampaikan Bupati Pekalongan Asip Kholbihi pada saat acara Gema 1 Muharram 1440 Hijriyah Badko TPQ dan FKDT dengan khataman Al Quran dan doa bersama untuk Kota Santri di Alun Alun Kajen, Selasa (11/9/2018).
Menurut Asip, peluncuran kampung Al Quran akan dilakukan satu atau dua bulan mendatan. Dipilihnya Desa Proto sebagai percontohan kampung Al Qur’an, lantaran desa ini ada sekitar 100 an warganya yang telah menjadi hafizd dan hafizdoh .
Selain itu, lanjut Asip, warganya banyak yang telah menjadi ustadz ustadzah yang mengajarkan Al-Quran sejak zaman dahulu. Serta banyak warga Desa Proto yang spesialis berguru dan belajar Al-Quran.
Pada kesempatan tersebut Asip mengungkapkan akan meningkatkan kesejahteraan berupa tunjangan dan kualitas guru TPQ di Kota Santri. (WD)










