close
Hukum & KriminalSosial Budaya

Aman, Polisi tarik 75 personel dari Desa Karanggondang dan Gembong

polisi ditarik

Kandangserang. Wartadesa. – Karena dianggap situasi di dua desa yang berseteru setelah pertandingan bola, yakni Desa Karanggondang dan Desa Gembong Kecamatan Kandangserang Kabupaten Pekalongan, sudah kondusif dan aman, 75 personel dari kepolisian ditarik ke kesatuan masing-masing. Jum’at (7/7)

Seperti diketahui, gesekan kedua desa terjadi lantaran selesai menyaksikan pertandingan bola yang diselengarakan di Garungwiroyo Kecamatan Kandangserang sehari sebelumnya, Rabu (5/7).

Baca: Iring-iringan warga Gembong dihadang warga Karanggondang, 11 luka-luka

Saat rombongan 300 pemuda dari Desa Gembong dengan menggunakan motor melewati jalan Desa Karanggondang, saat tiba di turunan jalan, dihadang oleh sekelompok warga Desa Karanggondang.

Dan terjadilah penganiayaan yang mengakibatkan 11 warga Desa Karanggondang mengalami luka-luka. Demikian disampaikan Kabag. Ops. Polres Pekalongan, Kompol Mohammad Udjir.

Kapolres Pekalongan, AKBP Wawan Kurniwan mengungkapkan bahwa keamanan di kedua Desa di Kecamatan Kandangserang pasca terjadi kerusuhan antar pemuda di kedua Desa yang berujung penganiayaan sudah mulai tampak aman dan kondusif, Jum’at (7/7).

“Kedua Desa yang terjadi gesekan dan perselisian antar pemuda sudah di selesaikan dengan jalan musyawarah oleh para perangkat Desa masing-masing yang diikuti para tokoh masyarakat, tokoh pemuda, Muspika, TNI (Koramil) dan Polri (Polres dan Polsek). Namun demikian kasus penganiayaan yang berujung pengerusakan rumah warga yang terjadi tetap di tangani oleh pihak Kepolisian”, ungkap Kapolres Pekalongan. (Eva Abdullah)

 

Terkait
Pantai Depok, Nasibmu Kini

Meski sudah ada pemecah ombak, abrasi terus menggerus Pantai Depok Pekalongan (12/10)

[caption id="attachment_1300" align="aligncenter" width="768"] Polsek Sragi membantu mengatur lalu lintas di depan SMA Negeri 1 Sragi, Jum'at (14/10). Foto : Read more

Rusak, warga rehab Mushola “Pasar Kebo”

[caption id="attachment_1311" align="aligncenter" width="1024"] Warga sekitar Mushola Pasar Kebo - Kajen merehab Mushola, Jum'at (14/10). Foto : Eva Abdullah/wartadesa Kajen, Read more

Wartawan Warta Desa dilarang menerima suap atau sogokan dalam bentuk apapun, termasuk uang, barang, atau fasilitas, yang dapat mempengaruhi independensi pemberitaan. Jika menemukan hal tersebut, mohon difoto dan dilaporkan kepada redaksi dan pihak kepolisian

Tags : tawuran warga