close
Hukum & Kriminal

Kasus pembunuhan pembantu di Warungasem belum terungkap, warga gelar aksi tutup mulut

ilustrasi bentrok warga

Batang, Wartadesa. – Belum terungkapnya kasus pembunuhan yang menimpa Haniyah (35), pembantu, warga Warungasem pada 4 Desember 2016 lalu membuat puluhan warga Warungasem melakukan aksi tutup mulut di halaman Polres Batang, Jum’at (7/7).

Massa menilai kinerja jajaran Kepolisian Resor Batang, sangat lambat mengusut dan tidak jelas dalam menangani kasus pembunuhan yang menimpa Haniyah.

Warga membentangkan beberapa poster yang bertuliskan seperti “Tangkap dan Adili Pembunuh”, “Hukum Berat Pelaku Pembunuhan”, “Lawan Ketidakadilan Cari Pembunuh Sebenarnya”, dan “Tegakan dan Terapkan Norma Pancasila” sebagai bentuk protes kepada pihak Kepolisian.

Koordinator aksi Amar makruf (26) mengatakan bahwa aksi tutup mulut ini sebagai bentuk rasa tidak puas warga terhadap kinerja kepolisian yang lambat dalam menanganani kasus itu. “Kami ingin meluruskan dan ingin kasus pembunuhan itu diselesaikan. Memang aksi tutup mulut ini sebagai simbol bahwa mulut kami memang tertutup tetapi hati nurani kami harus tetap melihat,” katanya.

Amar mengungkapkan bahwa warga sudah berulang kali mendorong polres mengungkap siapa tersangka dalam kasus itu, tapi hingga kini belum ada tindakan nyata.  “Terkait kasus itu, kami telah menyurati ditujukan kepada Presiden, Kapolri, Komisi III DPR, Kontras tetapi hingga kini belum ada tindakan nyata,” katanya.

Sementara itu, paman korban, Khoiron (45) mengatakan keluarga korban ingin kepolisian mengusut tuntas kasus pembunuhan itu yang telah tujuh bulan belum ada kejelasan siapa pelakunya. “Kami yakin pelaku pembunuhan dilakukan oleh orang bukan makhluk ghaib. Oleh karena kami menuntut polisi mengungkap kasus itu,” katanya.

Menjawab tuntutan demonstran, Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Polres Batang, AKP Suhadi mengatakan polisi masih melakukan penyelidikan kasus pembunuhan itu sekaligus mengungakp siapa pelakunya.  “Kami masih kesulitan mengungkap kasus itu karena minimnya barang bukti berupa saksi dan alat bukti yang ada. Yang jelas, kami masih bekerja keras melakukan upaya dalam melakukan pengungkapan,” katanya. (WD)

Terkait: Warga kecewa, sumpah pocong di makam Syech Abdurrohman batal

Terkait

[caption id="attachment_1300" align="aligncenter" width="768"] Polsek Sragi membantu mengatur lalu lintas di depan SMA Negeri 1 Sragi, Jum'at (14/10). Foto : Read more

Warga terdampak tol mulai pindah

[caption id="attachment_1331" align="aligncenter" width="768"] Warga terdampak tol di desa Bulakpelem, Sragi ini mulai membongkar rumahnya secara swadaya. (15/10) Foto : Read more

Angaran Pilkades Rembang telan 1.5 miliar

[caption id="attachment_1372" align="alignnone" width="717"] Ilustrasi: Rembang akan melaksanakan pilkades bagi 43 desa secara serentak pada 30 Nopember 2016 mendatang. Rembang, Read more

Wartawan Warta Desa dilarang menerima suap atau sogokan dalam bentuk apapun, termasuk uang, barang, atau fasilitas, yang dapat mempengaruhi independensi pemberitaan. Jika menemukan hal tersebut, mohon difoto dan dilaporkan kepada redaksi dan pihak kepolisian

Tags : aksi tutup mulutdemo kasus pembunuhan