Kajen, Wartadesa. – Kesadaran warga Kota Santri untuk mematuhi protolok pencegahan Covid-19 menurun. Padahal tren jumlah ODP, PDP dan lainnya meningkat. Menurut Bupati Pekalongan, jumlah kumulatif ODP ada 432 orang, PDP ada 28 orang, dan positif ada 7 orang. Kasus ODP mengalami kenaikan dari 424 orang pada bulan April menjadi 432 orang di bulan Mei (per tanggal 10 Mei), atau mengalami kenaikan 1,89%.
Turunnya kesadaran warga ini diungkapkan Bupati Pekalongan, Asip kholbihi dalam penyerahan secara simbolis, bantuan paket sembako dari Baznas Kabupaten Pekalongan di Pendapa Rumdin Bupati, Senin (11/5) kemarin.
“Tren di Kabupaten Pekalongan belum menunjukan penurunan, bahkan cenderung meningkat. Maka harus banyak berdoa dan beramal. Mudah-mudahan menjadi wasilah kita untuk memohon kepada Allah SWT agar hajat kita bisa terkabul. Mudah-mudahan Akhir Juni, bahkan semoga bisa secepatnya musibah corona bisa cepat berlalu,” ujar Bupati.
Bupati berpesan agar protokol tentang phyisical dan sosial distancing dijaga. Diakuinya, selama bulan puasa pada waktu sore jalanan ramai sekali. “Silahkan bepergian tapi wajib pakai masker. Agar yang sakit tidak menularkan kepada yang sehat, dan yang sehat tidak sakit. Ini Ikhtiar yang sederhana tapi vital yang terus menerus kita sosialisasikan,” ujar dia.
Asip mengatakan bahwa pihaknya tidak ingin perekonomian daerah lumpuh, Pemkab Pekalongan mengingatkan masyarakat baik sebagai penjual maupun pembeli agar tetap mengenakan masker guna menghindari penyebaran covid19. “Kita mencoba melindungi akses ekonomi yang vital. Seperti pasar kan harus tetap bergerak, meskipun di tengah seruan untuk physical distancing (jaga jarak),” katanya.
Pemkab Pekalongan sebelumnya telah memberikan himbauan kepada para pedagang untuk menerapkan protokol kesehatan. “Kita sering memberikan himbauan untuk sering cuci tangan dan penggunaan masker, utamanya bagi para pedagang yang sering berinteraksi dengan banyak orang,” pungkas Asip. (Eva Abdullah)










