Kajen, Wartadesa. – Kota Santri, Pekalongan sejak Jum’at (18/06) masuk zona merah Covid-19. Lonjakan kasus korona ini terjadi pada bulan ini. Hingga 21 Juni 2021 kemarin, petugas sudah memakamkan 59 pasien Covid-19 yang meninggal. Total, sejak April-Juni, menurut Kepala Badan Penanggulangan bencana Daera (BPBD) Kabupaten Pekalongan, Budi Raharjo, terdapat 90 pemakaman dengan protokol Covid-19.
Budi dalam Rapat Satgas Covid-19 Kabupaten Pekalongan di aula Setda lantai 1 mengungkapkan bahwa pada Senin (21/06) petugas tengah memakamkan jenazah Covid-19 sebanyak lima orang. “pada bulan April hingga Mei kita hanya memakamkan 31 jenazah, namun karena bulan juni ini melonjak, hingga tangga 21, kita sudah memakamkan 59 jenazah,” tuturnya.
Menurut Budi, tim relawan pemakaman yang terdiri dari empat tim dengan relawan 12 orang, terkendala dengan jumlah armada yang terbatas. Namun, jumlah armada dari BPBD yang dua unit dibantu oleh armada dari PMI dan Bagana.
Sementara itu, Bupati Pekalongan, Asip Kholbihi mengungkapkan bahwa saat ini Kota Santri membutuhkan penanganan Covid-19 lebih maksimal. Terutama kesadaran warga untuk menerapkan protokol kesehatan dengan ketat.
“jika perlu kita tutup tempat – tempat yang menimbulkan kerumunan, ASN yg terpapar covid akan diisolasi dirumah masing masing, dan PPM mikro harus ditingkatkan lagi. Serta apakah dipandang perlu dilakukan semi lockdown apa tidak,” ujar Asip.
Data kasus Covid-19 di Kota Santri menurut Kepala Dinas Kesehatan, Setiawan Dwi Antoro, hingga saat ini adalah, suspek 621 orang, dirawat 95 orang, kemudian 201meninggal. Pasien yang melakukan isolasi mandiri 316 orang, sembuh 3.040, pulang dan sehat 54 orang.
Angka tersebut menurut Setiawan dibawah Kabupaten Semarang, atau urutan ketujuh Jawa Tengah. Dengan tingkat kasus tertinggi di Kecamatan Kesesi, Kajen, Tirto dan Sragi. (Buono)










