Wonopringgo, Wartadesa. – Kejahatan hipnotis akhir-akhir ini marak terjadi di Pekalongan, Batang dan sekitarnya. Awas dan waspada dengan orang yang tidak dikenal diperlukan untuk mengantisipasi kejahatan ini.
Seperti diceritakan oleh Suharti (48), warga Rt. 01/01 Desa Pegaden Tengah Kecamatan Wonopringgo Kabupaten Pekalongan menceritakan bahwa tetangganya, Sukarno (65), tetangganya hari Kamis malam Jum’at (01/03) lalu menjadi korban hipnotis.
“Awalnya ada tamu yang datang kerumah Pak Karno, depan rumah saya, warga sekitar mengira bahwa dia keluarga Pak Karno, karena sempat dijamu hidangan dan dicucikan pakaiannya,” tutur wanita yang sehari-hari berjualan di sebuah sekolah setempat. Senin (05/02).
Kemudian Pak Karno keluar bersama tamu tersebut, masih lanjut Harti, katanya mau diberi pekerjaan oleh tamunya. “Ngomonge arep diwenehi kerjaan … pas kebetulan Pak Karno butuh pekerjaan, mereka keluar berdua dengan membawa motor milik menantu korban,” lanjutnya.
Korban kemudian dibawa pelaku kearah Desa Mesoyi Kecamatan Doro. Korban dibawa berputar-putar melewati lapangan Bebekan Kedungwuni. “Saat sampai di lapangan Bebekan, korban sadar, ingin teriak bahwa dirinya dibawa oleh orang tidak dikenal, tapi tiba-tiba dia tidak bisa bicara maupun teriak,” Harti kembali menceritakan kejadian hipnotis.
Sampai di Desa Mesoyi, korban sengaja dilewatkan di jalan yang rusak dan berbatu agar korban jatuh dari motor, “Motore dijondal-jondalke … lewat jalan rusak … ben Pak Karnone tibo. Tapi Pak Karno cekelane kenceng, dadi ora tibo,” lanjut Harti.
Hingga akhirnya pelaku kembali kearah Bojong, “Sampai di SPBU Bojong, korban kebelet ke toilet untuk buang air, nah saat buang air tersebut korban ditinggalkan dan motor milik menantu korban dibawa lari,” lanjut Harti.
Di SPBU Bojong korban linglung hingga akhirnya diantar pulang oleh petugas kepolisian Polsek Bojong pada Kamis malam.
Sebelumnya, warga Desa Wuled Kecamatan Tirto Kabupaten Pekalongan juga mengalami hal yang sama. Salah seorang penjual nasi yang berjualan di Lapangan HW Wuled dihipnotis, akibatnya seluruh modal jualan korban habis dan tidak dapat berjualan lagi. Demikian dituturkan Kepala Desa Wuled, Wasduki Jazuli beberapa waktu lalu.
Hal yang sama juga terjadi di Pasar Batang, saudara seputu Nasuha, warga Desa Wales Kecamatan Bandar kabupaten Batang yang berjualan di Pasar Batang, minggu lalu terkena hipnotis. Nasuha menceritakan bahwa saudara sepupunya hingga dua hari tidak ditemukan, saat ditemukan berada di Terminal Bus Bekasi.
“Sudah tidak bawa uang, dia naik bis ke Bekasi, saat ditelepon tidak dijawab karena baterai ponsel korban drop. Sesampai di Terminal Bekasi, korban baru memberitahu keberadaannya dengan menelepon keluarga yang berada di Bekasi, setelah baterai ponsel di charge,” tutur Nasuha.
Cara menghindari hipnotis
Untuk mengantisipasi banyaknya korban yang terkena kejahatan hipnotis. Beberapa tips yang disarankan oleh humas Polda Metro Jaya :
1. Percaya dan yakin sepenuhnya bahwa kejahatan hipnotis tidak akan berpengaruh pada orang yang menolaknya. Seluruh proses hipnotis adalah proses self hypnosis (sugesti diri sendiri). Rasa tukut korban justru dimanfaatkan oleh pelaku hipnotis.
2. Curiga pada orang yang baru dikenal dan berusaha mendekati. Seluruh proses hipnotis merupakan teknik komunikasi yang sangat persuasif.
3. Waspada pada orang yang menepuk secara tiba-tiba. Selain itu ada baiknya menghindari percakapan yang mungkin terjadi. Ketika kita fokus pada ucapan seseorang, pada saat itulah sugesti sedang dilontarkan. karana itu penting untuk segeralah menjauh dari orang tersebut dan mengalihkan perhatian pada hal lain.
4. Menyibukan pikiran dan jangan membiarkannya kosong pada saat sedang sendirian ditempat umum. Pada saat pikiran kosong, alam bawah sadar terbuka sangat lebar dan mudah untuk disugesti.
5. Waspada pada rasa kantuk, mual, pusing, dan dada sesak yang datang tiba-tiba secara tidak wajar. Ada kemungkinan saat itu ada seseorang yang berusaha melakukan telepathic forcing. Dalam kondisi seperti ini disarankan untuk membuang seluruh energi negatif tersebut ke bumi. Caranya dengan cara berdoa menurut agama dan keyakinan yang dianut.
6. Selalu dampingi orang yang punya kebiasaan latah. Latah merupakan kebiasaan membuka bawah sadar untuk mengikuti perintah. Karena itu kebiasaan disarankan untuk dihilangkan.
7. Hati-hati pada beberapa orang yang tiba-tiba mengerumuni tanpa suatu hal yang jelas. Jika mengalami hal seperti ini disarankan untuk pergi ke tempat yang ramai atau melapor pada petugas keamanan. Pelaku hipnotis kerap melakukan aksinya secara berkelompok walau seolah-olah tidak saling mengenal.
8. Jika mulai merasa memasuki suatu kesadaran yang berbeda, dianjurkan untuk memerintahkan diri sendiri agar senatiasa terjaga dan normal kembali. Caranya dengan meyakinkan diri sendiri bahwa kita normal dan sadar sepenuhnya. (Eva Abdullah, Humas Polda Metro Jaya, CNN Indonesia, Foto: Republika)










