Pulosari, Warta Desa, 24.Januari 2026. — Permukiman dan akses jalan di Desa Penakir, Kecamatan Pulosari, Kabupaten Pemalang porak-poranda usai diterjang banjir bandang pada Jumat malam, 23 Januari 2026. Hingga Sabtu pagi, dampak kerusakan masih terlihat jelas dengan hamparan material lumpur, bebatuan besar, kayu gelondongan, serta sampah yang menutupi badan jalan dan area perumahan warga.
Titik terparah dilaporkan berada di Perkampungan Sawangan akibat luapan Kali Penakir. Menurut keterangan relawan Komunitas Pemalang Bersatu, Hengky Kurniawan, sedikitnya sepuluh unit rumah hanyut tersapu air dan empat unit mobil dilaporkan hilang terbawa arus. Dahsyatnya terjangan air ini memaksa puluhan keluarga meninggalkan rumah mereka. Tercatat sebanyak 92 warga kini tengah mengungsi di Kantor Kecamatan Pulosari guna menjamin keselamatan mereka dari ancaman banjir susulan.
Banjir besar ini bermula dari meningkatnya debit air Sungai Gintung secara drastis setelah hujan deras mengguyur wilayah Pemalang sejak pagi hari. Sungai tersebut merupakan aliran yang berhulu langsung dari kawasan hutan Gunung Slamet, sehingga banjir membawa material alam berupa batu dan kayu dari kawasan puncak. Kabar mengenai meluapnya sungai ini sebelumnya sempat ramai beredar di media sosial sejak Jumat sore sebagai peringatan bagi warga di sepanjang aliran sungai.
Peristiwa ini turut memakan korban jiwa. Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Pemalang, Agus Ikmaludin, mengonfirmasi bahwa seorang warga laki-laki ditemukan meninggal dunia. Jasad korban ditemukan di antara sisa material banjir di wilayah Dusun Tretep, Desa Sima, Kecamatan Moga. Korban diduga kuat terbawa arus banjir yang sangat deras dari arah hulu sungai. Saat ini, jenazah telah dievakuasi ke rumah sakit untuk proses identifikasi lebih lanjut.
Hingga saat ini, petugas gabungan dan relawan masih berada di lokasi untuk membantu proses evakuasi dan pembersihan material banjir. Warga diimbau untuk tetap waspada mengingat kondisi cuaca yang masih tidak menentu dan aliran sungai yang sewaktu-waktu dapat kembali meningkat. (Redaksi)










