Pekalongan, Wartadesa. – Wilayah Kabupaten Pekalongan dan Kota, saat ini dilanda banjir terparah. Hampir seluruh wilayah dataran rendah di wilayah tersebut terendam. Banjir merendam mulai dari SMP 02 Tirto disebelah utara Dadirejo, meluas ke seluruh wilayah Pantura Kabupaten dan Kota.
Selain daerah langganan banjir di wilayah Pantura, wilayah yang terdampak tol juga terendam banjir akibat saluran air dan sungai tertutup proyek tol, jika saluran maupun kali tersebut berfungsi, namun air tidak sempurna mengalir. Seperti terjadi di Ambokembang gang 3 dan Tangkilkulon Kecamatan Kedungwuni. Banjir menenggelamkan wilayah tersebut sejak semalam, Ahad (14/01).
Tingginya air yang merendam wilayah Pekalongan, selain disebabkan oleh tingginya air pasang sejak Sabtu (14/01) juga adanya banjir kiriman dari daerah atas.
Pewarta Wartadesa, Ahad malam, pukul 18.30 WIB mengirimkan peringatan waspada dan antisipasi bagi warga yang tinggal di wilayah bantaran Kali Sengkarang. Hujan lebat disertai angin kencang mengguyur wilayah Lebakbarang, akibatnya hulu Kali Sengkarang hingga muara Sungai Pencongan air meluap, hingga menyebabkan banjir di wilayah Pantura.
Kondisi banjir kiriman ini diperparah adanya air pasang tinggi di laut Utara Jawa dan hujan yang mengguyur seluruh wilayah Pekalongan hingga lima jam lebih.
Hujan yang mengguyur selama lima jam di wilayah Kota, sejak pukul 19.00-00.00 WIB (Senin_dinihari) menyebabkan seluruh jalan di Krapyak terendam. Tumpahan air hujan yang lari ke selokan tidak dapat mengalir ke daerah yang lebih rendah, akibat saluran selokan yang mampet.
Hingga pagi ini kondisi wilayah Pantura di Kabupaten dan Kota masih terendam. (Eva Abdullah, Budi Rahayu Setiawan)










