Warta Desa, Kendal. – Nasib malang menimpa burung hantu berjenis Tyto Alba, atau Serak Jawa. Sudah dua hari burung tersebut sayap kanannya terikat benang layangan dan tergantung di kanopi kebun belakang Balai Desa Sukorejo, Kendal. Untung ada Slamet Widodo (Bakso), warga Senandu Asa yang berhasil menyelamatkan burung tersebut. Pada hari pertama, upaya untuk melepaskan sayap burung dari jeratan benang layangan belum berhasil, akhirnya dilanjutkan di hari berikutnya.
Permainan tradisional ini tentu saja banyak diminati, bukan hanya anak-anak, orang dewasa pun banyak yang gemar bermain layang-layang. Ketika layangan putus, benangnya ikut terbawa terbang dan tidak sedikit yang tersangkut di pepohonan atau tiang listrik, bahkan membentang sangat panjang. Benang layangan sangatlah tipis, bisa tak terlihat, ini yang sering menimbulkan masalah bagi satwa seperti burung hantu, karena mereka beraktivitas di malam hari.
Dua hari bergelantungan dengan satu sayap terikat akhirnya predator tikus itu berhasil diamankan dan dibawa pulang. Melihat kondisi burung yang lemas, Slamet memasukkan sementara burung itu ke kandang ayam sambil disediakan potongan daging ayam. Selamat Ramadhan, tetangga Slamet Widodo yang mengetahui hal tersebut berinisiatif untuk mengupayakan penyelamatan segera burung hantu. Karena sudah empat hari tidak makan dan minum, bisa dipastikan burung tersebut mengalami dehidrasi.
Saat ini Tyto Alba yang kurang beruntung itu sudah dipindahkan ke kandang yang lebih tertutup dan sudah dibantu untuk minum dan terlihat lebih bugar. Dalam waktu dekat akan di rilis kembali ke habitatnya.
Perlu diketahui, Tyto Alba adalah burung predator yang membantu manusia mengurangi populasi hama, yaitu tikus. Banyak kelompok tani yang sudah menggunakan burung hantu jenis ini untuk mengendalikan tikus di sawah mereka. Dari fakta tersebut, burung hantu memiliki peran penting dalam ekosistem, maka dari itu pemerintah selalu menghimbau masyarakat agar turut menjaga burung itu dan tidak melakukan perburuan serta tidak memelihara nya.
Tyto Alba adalah jenis burung hantu yang habitatnya berdampingan dengan manusia, maka tak jarang ada juga yang menyebutnya burung hantu gudang karena sering tinggal di langit-langit gedung yang kosong. Bertelur sekali dalam setahun, dan usia hidupnya tergolong pendek antara 4-4,5 tahun, populasi burung ini sangat terancam.
Burung hantu jenis Tyto Alba adalah burung yang setia terhadap pasanganya. Saat bertelur, telur tersebut dierami hingga 30 hari, setelah menetas anak Tyto Alba akan berada di sarang selama 2,5-3 bulan baru setelah itu mereka akan meninggalkan induknya.
Burung Tyto Alba jarang sekali minum air secara langsung, mereka mendapatkan cairan dari mangsanya. Maka, Tyto Alba memerlukan daging segar untuk makanannya. Itu kenapa memelihara Tyto Alba cukup merepotkan karena harus menyediakan tikus sebagai makanannya.
Meskipun belum masuk dalam daftar satwa yang dilindungi, memelihara burung hantu sangat tidak disarankan, selain mengganggu keseimbangan alam, dikhawatirkan ada penularan penyakit dari hewan tersebut ke manusia, maka membiarkan hidup bebas adalah langkah paling bijak yang juga bisa membantu petani mengurangi hama salah satunya tikus. (Andi Gunawan)
![QR Code]()










