WARTA DESA, BANJARNEGARA, 17 November 2025 – Bencana tanah longsor dahsyat melanda Desa Pandanarum, Kecamatan Pandanarum, Kabupaten Banjarnegara, pada Minggu malam. Tiga dukuh—Dukuh Situkung, Dukuh Sijambe, dan Dukuh Pringamba—kini porak-poranda dan tertutup material longsor, meninggalkan duka mendalam bagi warga.
Tim penyelamat dan BPBD Banjarnegara masih berpacu dengan waktu di lapangan. Berdasarkan data terkini yang dihimpun:
-
Warga Hilang: Sebanyak 28 warga dilaporkan masih dinyatakan hilang dan belum ditemukan.
-
Rumah Tertimbun: Diperkirakan lebih dari 70 rumah tertimbun material longsor, menyebabkan kerugian materiil yang sangat besar.
-
Korban Luka: Puluhan warga mengalami luka ringan dan telah mendapat penanganan, sementara beberapa lansia masih menjalani perawatan intensif di Puskesmas Pandanarum.
Kisah Pilu Tanto: Kehilangan Empat Anggota Keluarga
Dampak emosional bencana ini terlihat jelas pada kisah pilu seorang warga bernama Tanto. Ia dilaporkan menangis histeris setelah kehilangan empat anggota keluarganya, yaitu istri, anak, ibu, dan neneknya, yang hingga kini masih belum berhasil ditemukan di bawah timbunan longsor.
Eko BR dari BPBD Banjarnegara memastikan bahwa seluruh rumah di wilayah rawan sudah dikosongkan. “Tim BPBD akan menyusuri titik longsor lebih dalam dan segera melaporkan perkembangan kepada Bupati,” ujarnya.
Kerugian material tidak hanya melanda sektor rumah tangga, tetapi juga sektor peternakan. Ratusan hewan ternak dilaporkan ikut menjadi korban dan masih dalam proses evakuasi oleh tim BPBD, relawan, dan personel TNI.
Kondisi medan yang labil dan cuaca yang tidak menentu menjadi tantangan utama yang dihadapi petugas dalam melakukan proses evakuasi, pencarian, dan penyelamatan hewan ternak.
Menanggapi musibah ini, Bupati Banjarnegara, dr. Amalia Desiana, menyampaikan duka cita mendalam. Ia menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk mengambil langkah cepat dalam penanganan darurat.
“Prioritas kami adalah evakuasi dan pencarian korban, pengamanan pengungsi, serta evakuasi hewan ternak. Kepada masyarakat, saya berpesan agar tetap tenang dan kompak menghadapi musibah ini. Mari bersama-sama bersinergi untuk melewati situasi sulit ini,” tegas Bupati Amalia.
Hingga berita ini diturunkan, proses pencarian korban dan evakuasi masih terus berlangsung. Petugas terus mengimbau warga sekitar untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi longsor susulan. (Rohadi)










