WARTA DESA, BANJARNEGARA, Jawa Tengah – Bencana tanah longsor melanda Desa Pandanarum, Kecamatan Pandanarum, Kabupaten Banjarnegara, sejak Sabtu (15/11/2025) dan puncaknya terjadi pada Minggu (16/11/2025). Longsor susulan ini menimpa kawasan permukiman dan dipastikan telah berdampak pada sedikitnya 20 rumah warga. Hingga Minggu malam, dua orang dilaporkan masih terjebak di dalam rumah yang tertimbun material longsor.
Kepala BPBD Jawa Tengah, Bergas Catursasi Penanggungan, membenarkan bahwa longsor yang terjadi merupakan kelanjutan dari pergerakan tanah yang sudah terpantau sehari sebelumnya.
“Kalau terjadinya longsor itu hari Sabtu sudah ada informasi, terus mungkin ini terjadi lanjutan, akhirnya bergerak. Nah, ini menimpa ke pemukiman warga. Sementara yang kami terima itu 20 rumah,” jelas Bergas pada Minggu sore (16/11).
Dua Jiwa Belum Terkonfirmasi, 480 Warga Mengungsi
Bergas mengungkapkan bahwa dua orang masih belum dapat dipastikan kondisinya karena lokasi mereka yang tertimbun material masih sangat sulit dijangkau.
“Sudah diidentifikasi ada dua jiwa terjebak… posisinya masih belum tahu, kita tidak bisa mengidentifikasi meninggal dunia. Tapi yang jelas dalam rumah. Belum terkonfirmasi karena sulit menjangkaunya,” ujarnya.
Meskipun demikian, ia menjelaskan adanya peluang evakuasi mengingat pergerakan longsor yang relatif perlahan. “Longsorannya itu jalannya pelan-pelan. Kalau gentengnya masih kelihatan, bisa dievakuasi lewat genteng,” tambahnya.
Selain korban terjebak, satu orang lainnya dilaporkan mengalami luka-luka dan telah mendapatkan perawatan medis.
Tanah Masih Bergerak, Total Pengungsi Mencapai 480 Orang
Sementara itu, Kabid Kedaruratan BPBD Banjarnegara, Raib Saekhudin, mengatakan bahwa pihaknya sudah menerima laporan adanya retakan tanah sejak Minggu pagi. Longsor kemudian terjadi pada sore hari dan material terus bergerak hingga malam.
Mengingat kondisi tanah yang masih aktif bergerak, tindakan evakuasi massal telah dilakukan.
“Saat ini kondisi tanah masih terus bergerak sehingga masyarakat sudah disuruh mengungsi di Kecamatan Pandanarum. Sampai pukul 19.00 WIB sudah ada 480 orang yang mengungsi,” ungkap Raib.
Raib memastikan bahwa pendataan masih terus berlangsung, dan jumlah rumah terdampak bisa bertambah karena situasi di lapangan yang sangat dinamis.
“Longsornya menutup rumah, sementara yang sudah terhitung 20 rumah di satu RT. Nanti kita update lagi karena ini masih terus berkembang,” katanya.
Saat ini, tim gabungan yang terdiri dari BPBD Banjarnegara, BPBD Jateng, relawan, dan warga setempat terus berupaya melakukan pencarian dua korban yang belum terkonfirmasi di tengah pergerakan tanah yang masih aktif. Kawasan Pandanarum diketahui merupakan wilayah rawan longsor karena berada di dataran tinggi yang berbatasan dengan Petungkriyono.
BPBD Jawa Tengah telah menyalurkan bantuan logistik dan memastikan pelayanan dasar bagi seluruh warga terdampak dan pengungsi terpenuhi. (Rohadi)










