close
Hukum & KriminalSosial Budaya

Buntut kisruh Kali Loji Marathon Run, KPKL dituntut dibubarkan

kali loji 10 k run

Pekalongan Kota, Wartadesa. – Kisruh gelaran lomba Kali Loji Marathon Run (KLMR) yang digelar Ahad (11/11) kemarin, membuat beberapa kalangan menuntut agar Komunitas Peduli Kali Loji (KPKL) penyelenggara perhelatan tersebut dibubarkan.

Tuntutan agar KPKL dibubarkan datang dari LSM Laskar Merah Putih Kota Pekalongan. Mereka mendesak agar Pemerintah Kota Pekalongan membubarkan komunitas tersebut, karena dinilai telah mencemarkan nama baik Kota Pekalongan.

“Bubarkan KPKL yang kegiatannya sudah cemarkan nama baik Kota Pekalongan,” tegas Ketua LMP Andy Soemarwanto, Senin (12/11).

Tuntutan pembubaran KPKL tersebut dijawab Ketua KPKL bahwa pembubaran komunitasnya tidak serta-merta. Menurut Titik Nuraini, Ketua KPKL, selama ini ada pihak-pihak yang menginginkan organisasi komunitasnya bubar.   “Tapi tentunya tidak bisa sepihak untuk menuntut pembubaran.” Ujarnya.

Titik menambahkan, bahwa pihaknya tidak ada niat sedikitpun untuk mencemarkan nama baik Kota Pekalongan, terkait kasus kemarin.

Seperti diberitakan Warta Desa Sebelumnya, lomba Kali Loji Marathon Run mendapat sorotan dan protes dari peserta. Peserta ajang tersebut kecewa karena ketidak jelasan track lari, kaos yang belum dibagikan dan berbagai masalah lain. Meski panitia mengembalikan uang pendaftaran peserta pada Ahad (11/11) di depan Museum Batik Pekalongan yang kemudian dipindah ke GOR Jetayu. Namun permasalahan ini berbuntuk ke pihak kepolisian.

Hadiah untuk pemenang lomba yang tidak langsung diberikan membuat panitia Kali Loji Marathon Run diperiksa Polisi.  “Panitia sudah diperiksa di Polres dan sudah membuat perjanjian untuk melaksanakan kewajibanya yakni pembayaran hadiah untuk juara satu sampai enam,” ujar Kapolres Pekalongan Kota, AKBP Ferry Sitepu kemarin.

Panitia menjanjikan akan mentransfer hadiah lomba, ke rekening pemenang maksimal empat hari selepas hari Ahad kemarin. Meski demikian, protes yang dilakukan oleh peserta lomba tidak menimbulkan kericuhan.  “Tidak ada kericuhan saat lari 10K kali Loji. Duduk masalahnya adalah kesiapan panitia lari 10 K yang minim dan terkesan dipaksakan. Sehingga banyak pelari yang salah jalan, tidak disiapkan bantuan medis, baik ambulans maupun P3K,” jelasnya. (WD)

Terkait
Terseret ombak di Pantai Kisik Wonokerto, dua anak meninggal

Tirto, Wartadesa. - Dua saudara sepupu terseret ombak di Pantai Kisik Wonokerto, Senin (01/01) sekitar pukul 11.35 WIB. Kedua bucah Read more

Ditinggal mancing, motor digasak pencuri

Pemalang, Wartadesa. - Naas bagi M. Saefudin Zuhri bin Muharil (28), seorang buruh konveksi warga Desa Kendaldoyong Kecamatan Petarukan Kabupaten Read more

Modus rampas HP korban dengan pura-pura minta nomor kontak

Pemalang, Wartadesa. - Hati-hatilah dengan orang yang meminta nomor HP atau ponsel Anda, bisa jadi itu hanya modus untuk melakukan Read more

Gudang oven pabrik kayu lapis di Karanganyar ludes terbakar

Karanganyar, Wartadesa. - Gudang Oven Kayu Lapis PT Duta Albasy di Jalan Raya Kulu Asri, Desa Kulu Kecamatan Karanganyar Kab. Read more

Wartawan Warta Desa dilarang menerima suap atau sogokan dalam bentuk apapun, termasuk uang, barang, atau fasilitas, yang dapat mempengaruhi independensi pemberitaan. Jika menemukan hal tersebut, mohon difoto dan dilaporkan kepada redaksi dan pihak kepolisian

Tags : kali loji marathon run