Sragi, Wartadesa. – Setelah kemarin malam, Sabtu (22/4) warga Desa Kedungjaran Kecamatan Sragi Kabupaten Pekalongan melakukan aksi pemblokiran jalan karena truk pengangkut material tanah tol ruas Pemalang – Batang yang melewati jalan desa tidak menutup terpal dan tidak melakukan penyiraman jalan tiap dua jam sekali, seperti dalam perjajian yang telah disepakati antara warga dengan kontraktor jalan tol. Hari ini, Kapolsek Sragi, melalui Kanit lantas, Aiptu Sapto Priyogo menghimbau pekerja tol untuk melakukan penyiraman secara berkala.
[button type=”round” color=”” target=”” link=”https://www.wartadesa.net/warga-kedungjaran-blokir-truk-pengangkut-material-tanah-tol/”]Baca: [Lagi] Warga Kedungjaran Blokir Truk Pengangkut Material Tanah Tol[/button]
Himbauan tersebut disampaikan saat Aiptu Sapto Priyogo saat melakukan patroli di lokasi proyek terowongan jalan tol di Desa Purwodadi Sragi.
“Kanit lantas Sragi Aiptu Sapto menghimbau kepada pekerja proyek untuk selalu berhati hati dalam menjalankan tugas dan selalu menjalankan penyiraman sesuai waktu yang sudah di tentukan supaya debu tidak bertebangan, dan segera membersihkan jalan yang licin sehingga menggurangi kendaraan bermotor yang jatuh karena tergelincir tanah yang licin. Sehingga tercipta situasi yang aman dan kondusif.” Demikian disampaikan Bhabinkamtibmas Desa Purwodadi.
Sementara itu, warga Desa Kedungjaran, Septian menyampaikan bahwa sejak kesepakatan antara warga Kedungjaran dengan kontraktor pembangunan jalan tol, tanggal 6 April 2017 lalu, pihak kontraktor tidak melakukan penyiraman jalan seperti dalam perjanjian. “Sudah jarang sekali pihak kontraktor tol melakukan penyirman jalan, bahkan hampir tidak pernah,” ujarnya kepada Wartadesa.
Seperti diberitakan Wartadesa kemarin, warga Desa Kedungjaran kembali melakukan aksi pemblokiran jalan dan menghentikan truk bermuatan tanah untuk jalan tol di ruas jalan desa Kedungjaran lantaran sopir truk membawa muatan belebih dan tidak menutup tanah dengan terpal. (Eva Abdullah Ajis)










