Pekalongan, Wartadesa. – Bus tim ofisial Persibat yang ditumpangi ofisial dan para pemain dilempar batu usai pertandingan sepak bola antara Persip Pekalongan melawan Persibat Batang, Sabtu (29/7) sore.
Kronologi kejadian itu bermula saat para pemain dan tim ofisial keluar dari Stadion Hoegeng, Pekalongan. Selang lima menit, di perempatan tak jauh dari stadion, gerombolan massa yang diduga berasal dari suporter Persip Pekalongan melakukan pelemparan batu ke bus tersebut.
Baca: Persibat Vs Persip, Sandra Kalongmanis Terluka ‘Lempar Jumroh’ Saat Ricuh Usai Pertandingan
Tim Teknis Persibat Batang, Ahmad Dachlan menjelaskan tim ofisial keluar di stadion memang dikawal sekitar 30-an aparat kepolisian Kota Pekalongan. Di dalam bus, juga terdapat dua aparat kepolisian yang turut mengawal para pemain Persibat dan tim ofisial untuk sampai tujuan di Batang.
Baca: Suporter Tidak Boleh Datang Ke Kandang Persip, Persibat Lapor PSSI
Akibat kejadian itu, dua orang dari tim ofisial yakni CEO Persibat Batang Dhedy Irawan dan Direktur Teknis Persibat Batang yang sekaligus pengurus PSSI Ahmad Dachlan terluka di bagian wajah dan tangan. Tidak hanya itu, para pemain Persibat juga terluka ringan karena terkena pecahan kaca.
Menurut Ahmad Dachlan, massa bergerombol di sejumlah titik pertigaan dan perempatan jalan yang dilewati bus tersebut. Setelah melewati perempatan Jl Hayam Wuruk, gerombolan massa sudah tidak terlihat lagi.
“Saat kejadian, aparat kepolsian sebenarnya sudah menghalau massa dengan tembakan gas air mata dan membubarkan massa,” jelas Dachlan.
Dachlan memperkirakan massa yang bergerombol di sejumlah titik sudah mengetahui bus yang ditumpangi para pemain dan tim official. Sebab, sasaran supporter dari Batang tidak hadir atas pelarangan dari Panitia Pelaksana dari Persip Pekalongan.
Dengan kejadian itu, pihaknya akan melaporkan dan membuat berita acara ke Komdis, PT LIB, PSSI. “Kami juga mengkritisi kinerja wasit. Nanti kami laporkan semua disertai dengan bukti lengkap,” jelas Dachlan. (Humas Persibat Batang)










