Sragi, Wartadesa. – Layanan Puskesmas Sragi 1 dikeluhkan oleh warga akibat petugas yang ‘kekeuh’ dengan aturan Prosedur Operasional Standar (SOP–Standard Operational Procedure), sementara keluarga pasien dalam keadaan darurat membutuhkan ambulan untuk membawa anggota keluarganya yang sakit jantung ke rumah sakit.
Keluhan warga yang dimuat dalam laman media sosial Warta Desa, Jum’at (03/01/2020) pukul 05.51 WIB dalam kanal #InfoWarga (kanal ini merupakan hak warga yang termaktub dalam UUD 1945 Pasal 28F yang menjamin warga negara untuk dapat mencari, mengolah dan mendistribusikan informasi) dengan sumber @taufik dengan postinan sebagai berikut,
“#infoWARGA
#puskesmasSRAGI
#ambulane?
Informasi puskesmas Sragi tidak mau pinjami ambulance untuk pasien kritis benar ternyata …
Keluarga saya Kamis 2 -1- 2020 jam 00.00
Kena serangan jantung masuk UGD puskesmas Sragi dan disarankan rujuk ke Rumah sakit .. tapi yg KURANG AJAR kami tidak boleh pake mobil ambulance puskesmas dengan alasan yg tidak masuk akal ..
Ini tengah malam kami harus nyari mobil sedang pasien sudah sangat menghawatirkan .. kami hanya dipinjami tabung oksigen dan disuruh nyari mobil sendiri ..
Apakah ini aturan puskesmas ..??
Mohon bapak bupati bpk ust Asip Kholbihi bapak dewan yth Candra Saputra agar diperhatikan pelayanan puskesmas Sragi ,
smoga tidak terjadi lagi apa yg menimpa keluarga kami .
foto 1baju merah perawat yg mempersulit pinjam ambulance foto 2 supir ambulance puskesmas .3 pasien .
sumber : @Taufik”

Postingan ini dilihat oleh 38.196 warganet dengan interaksi sebanyak 12.288 orang, dikomentari sebanyak 259 orang dan dibagikan sebanyak 71 kali. Beragam tanggapan warganet dicurahkan melalui komentar mereka di laman tersebut.
Menanggapi postingan tersebut, diduga salah seorang sopir ambulan, Septyan Dwi menanggapi komentar warganet sebagai berikut, (komentar diedit, komentar asli ada pada tangkapan layar)
“Woe…..!!!!!!!!!! Nitijen ojo asal komen…!!!!!!!! Nx ora rri ojo koar2 kui senh posting gon komen kro sumber2e kbeh ono aturane ora asal anggo ambulan,koyo lampur abang ijo nx merah mandek,nx ijo jlan
SENG POSTING JUGA OJO BERATKE SEBELAH OJO ASAL POSTING2
Ojo asal viral2kan ojo asal up2 tok“


Selain itu, Septyan Dwi memposting komentar klarifikasi kejadian dalam laman yang sama, berikut beberapa komentarnya,



Terkait pengaduan warga tersebut, Ketua Fraksi PAN Kabupaten Pekalongan, Candra Saputra langsung melakukan kunjungan ke Puskesmas Sragi 1, hasil pertemuannya diposting dalam laman pribadinya sebagai berikut,
“Alhamdulillah ,menanggapi banyaknya aduan dari masyarakat tentang insiden pasien yang dipersulit masalah ambulan, pagi ini kami mengunjungi puskesmas sragi 1 guna untuk mentabayunkan hal tersebut
Disana kami mempertermukan mas taufik selaku pihak keluarga pasien, ibu Sri Wisnati selaku kasubag puskesmas
Dalam pertemuan tadi dijelaskan duduk permasalahan yang terjadi tadi malam
Dari pihak puskesmas menjelaskan secara detail bahwa mereka terbentur regulasi, yang mengharuskan pasien harus menunggu puskesmas koordinasi dengan pihak rumah sakit, dan salah satu syaratnya pasien harus di infus
Dari pak taufik sendiri mengatakan ini darurat kritis sebab simbah terkena serangan jantung, menunggu SOP bisa tak terselamatkan, kalau masalah pasien harus di infus ,pihak puskesmas sudah 4x berusaha. Tapi emang gak bisa , gagal terus.
Dalam hal ini kita menggaris bawahi, SOP bisa diterjang apabila pasien keadaan darurat ,dan kritis karena nyawa lebih berharga daripada SOP
Sya dan istri memberikan masukan agar setelah ini adanya evaluasi Pelayanan dan keterbukaan informasi ke masyarakat terkait SOP ambulance di pasang di depan puskesmas agar masyarakat bisa mengetahui SOP yg ada setelah ini kami akan bawa ke rapat Dewan terkait peningkatan pelayanan puskesmas dan RS harus di tingkatkan(Candra dan Shinanta)”
Selain itu, Candra juga menyampaikan bahwa bagi warga yang membutuhkan ambulan, bisa menghubungi dirinya, hal demikian diposting dalam grup Pekalongan rame, guyub, rukun.

Selain Candra Saputra, pihak LazisMu Kota Pekalongan menyediakan ambulan gratis untuk warga yang membutuhan. Komitmen tersebut diposting Candra dalam grup yang sama.

(Eva Abdullah)










