close

Jalan-jalan

Jalan-jalan

Cantiknya pesona alam Candi Hindu Mataram Kuno, Watu Bahan

air terjun watu bahan1

Watu Bahan merupakan situs purbakala, Candi Hindu jaman Mataram Kuno yang terletak di Dukuh Bagol, Desa Lemahabang Kecamatan Doro. Sebuah destinasi wisata eksotis yang layak Anda kunjungi. Meski candi ini belum digali seluruhnya hingga belum dapat diketahui wujud keseluruhan candi, namun keindahan alam sekitar, memanjakan mata dan pikiran kita untuk melepaskan seluruh beban dan penat hati.

Penemuan Candi Hindu di Lemahabang Kecamatan Doro atau lebih dikenal dengan sebutan Watu Bahan sekitar bulan Oktober 2016 lalu. Pun demikian, masyarakat sekitar sebetulnya sudah mengetahui sejak lama, bahwa bebatuan purbakala yang tersusun rapi ini merupakan situs purbakala.

Candi Watu Bahan. Foto: Azis Maftuh

Bangunan yang baru tampak 6 x 6 meter, dengan bebatuan berbentuk persegi panjang yang tersusun rapi ini, diduga Candi Hindu jaman Kerajaan Mataram Kuno. Hingga menarik perhatian dari Tim Arkeologi Nasional untuk melakukan penelitian terhadap keberadaan situs ini.

Watu Bahan. Situs candi peninggalan kerajaan Mataram Hindu ini menjadi tempat yang eksotis untuk berswafoto. Foto: Idhawati Setyaningsih

Selain menikmati candi Watu Bahan, pecinta wisata Pekalongan juga dapat menikmati segarnya air terjun yang berada tak jauh dari Watu Bahan.

Air terjun Watu Bahan. Foto: Idhawati Setyaningsih
Air terjun Watu Bahan. Foto: Idhawati Setyaningsih

Segarnya air dingin yang masih jernih dapat dinikmati dengan membasuh muka, atau sekalian nyebur mandi di sungai.

Segar dan alami air yang mengalir di Watu Bahan. Foto: Idhawati Setyaningsing

Puas mandi di sungai Watu Bahan, pecinta wisata Pekalongan dapat malanjutkan swafoto (selfie) di akar mangkok dan pohon goa. Disebut akar mangkok karena akar pohon yang ditaksir usianya sudah ratusan tahun ini berbentuk mangkuk.

Akar Mangkok. Foto: Idhawati Setyaningsih

Ada pula “Pohon Gua”, yaitu pohon yang tengahnya berlubang…

Pohon Goa, Foto: Idhawati Setyaningsih

Tidak kalah menarik dari Kebun Raya Bogor kan, kalau sekedar menikmati segarnya oksigen dari pohon berusia ratusan tahun.

Jangan lupa untuk menikmati keindahan wilayah Doro dan sekitarnya dari atas gardu pandang sambil menikmati durian khas Doro.

Untuk menuju lokasi Watu Bahan, pecinta wisata Pekalongan dapat menempuhnya dengan berjalan kali dari Pasar Doro ke arah barat menuju jalan Desa Lemahabang sekitar satu hingga dua jam. Atau dapat menggunakan jasa ojek sebagai sarana transportasi.

Selain Watu Bahan, Lemahabang juga dikenal sebagai lokasi wisata religi, yakni di petilasan Syeh Siti Jenar atau Syeh Lemah Abang. Lokasi ini sering dikunjungi peziarah pada waktu-waktu tertentu.

Yuuk, main ke wisata alam Watu Bahan Desa Lemahabang… (Bono)

Terkait
Menikmati golden sunrise di bukit Pawuluhan Kandangserang

Wartadesa. - Satu lagi tempat wisata di Kabupaten Pekalongan yang menarik untuk dikunjungi yaitu bukit Pawuluhan Kecamatan Kandangserang Kabupaten Pekalongan Read more

Rame di media sosial, obyek wisata Kembanglangit jadi rujukan liburan

Blado, Wartadesa. - Banyaknya pengguna media sosial yang mem-posting keindahan alam Kembanglangit-park menjadikan tempat wisata ini ramai dikunjungi pelancong. Utamanya Read more

Tak Kalah Kekinian, Muda-mudi Gelar Tahun Barunan di Desa

Wartadesa - Semarak menyambut datangnya pergantian baru bukan acap kali membuat kaum muda memutar otak untuk meramaikanya, berbagai pandangan rencana Read more

Libur tahun baru, Karanganyar macet parah

Karanganyar, Wartadesa. Awal tahun baru 2017 yang juga merupakan hari libur, dimanfaatkan warga Pekalongan dan sekitarnya untuk berlibur. Akibatnya jalan Read more

selengkapnya
Jalan-jalan

Ngopi di curug Bajing yang ngangeni

curug bajing foto arba wiradesa

Curug Bajing memang selalu nganeni. Curug yang eksotis dengan beragam keindahan alamnya ini menjadi primadona di Pekalongan. Curug yang berada di Desa Tlogopakis Kecamatan Petungkriyono ini menjadi daya tarik pecinta wisata lokal maupun dari luar kota. Berikut laporan Ibnu Subarashii dari Pecinta Wisata Lokal Pekalongan.

Eksotisme Curug Bajing. Foto: Dokumentasi Pecinta Wisata Lokal Pekalongan

Bagi warga Pekalongan dan sekitarnya, Curug Bajing sudah tidak asing lagi. Bahkan pecinta wisata luar kota, pun sudah banyak mengenal keindahan Curug Bajing. Selain curug yang eksotis, penikmat keindahan alam pegunungan dapat menikmati mantabnya Kopi Petung. Kopi dengan cita rasa dan aroma khas kopi pegunungan. Kopi Petung ini menjadi istimewa karena ditanam di ketinggian diatas 1500 dpl.

Aneka Kopi Petung dapat dinikmati sambil menyaksikan hamparan keindahan alam Petungkriyono. Foto: Pecinta Wisata Lokal Pekalongan

Karakteristik istimewa Kopi Petung yang tidak didapatkan pada varian kopi arabika lainnya yakni ketika diminum di akhir rasanya akan muncul rasa manis gula aren. Han ini disebabkan Kopi Petung ditanam berdampingan dengan tanaman gula aren. Bisa dibayangkan kan mantabnya menikmati Kopi Petung sambil menikmati sensasi keindahan Curug Bajing di Pegunungan Petungkriyono.

Eksotisme Curug Bajing tidak hanya bisa dinikmati ketika saat-saat terang. Bahkan, saat hujan, pun curug ini memberikan pemandanyan yang luar biasa.

Eksotisme Curug Bajing saat turun hujan. Foto: Pecinta Wisata Lokal Pekalongan

Untuk menuju ke Curug Bajing, rute yang ditempuh cukup mudah. Dari pusat kota Pekalongan, pecinta wisata bisa menuju ke arah pasar Doro di Kecamatan Doro. Dilanjutkan naik ke arah selatan menuju Petungkriyono. Dari Pekalongan ke Doro bisa dilakukan dengan banyak moda tranportasi seperti bus maupun angkutan kota. Namun perjalanan dari Doro menuju ke Petungkriyono, pecinta wisata disuguhkan dengan perjalanan menggunakan mobil bak terbuka yang dimodifikasi khusus sebagai mobil penumpang.

Keiindahan Curug Bajing. Foto: Pecinta Wisata Lokal Pekalongan

Modifikasi khusus ini mengingat rute yang ditempuh penuh dengan tantangan. Kelokan dan tanjakan tajam akan sering ditemui sambil menikmati indahnya panorama hutan dan pegunungan.

Selanjutnya dari Kecamatan Petungkriyono, pecinta wisata dapat melanjutkan perjalanan dengan menyewa ojek, atau melanjutkan dengan berjalan kaki ke Curug Bajing. Nah … dalam perjalanan dari Kecamatan Petungkriyono ke lokasi, pecinta wisata akan menjumpai curug kembar.

Curug Kembar. Curug dengan ketinggian agak rendah dapat dijumpai dalam perjalanan menuju Curug Bajing. Foto: Pecinta Wisata Lokal Pekalongan

Sambil melepas lelah, pecinta wisata dapat sekedar mampir untuk menikmati curug, berendam bahkan mandi. Setelah puas, pecinta wisata dapat melanjutkan perjalanan kembali.

Sampailah kita di Curug Bajing. Pecinta wisata disambut dengan loket masuk dengan penjaga tiket yang cantik-cantik, anggota kelompok sadar wisata (Pokdarwis) Curug Bajing. Curug Bajing merupakan obyek wisata yang dikelola oleh masyarakat warga. Sebuah lembaga yang dibentuk dari, oleh dan untuk warga. Cukup dengan Rp. 5000 ditambah biaya parkir motor Rp. 2000 dan mobil Rp. 3000, pecinta wisata sudah dapat menikmati destinasi wisata unggulan di negeri diatas awan ini.

Selfie. Jangan lewatkan untuk berswafoto di jembatan bambu dengan latar belakang Curug Bajing. Foto: Ahmad Fajari

Setelah mendapat tiket, perjalanan dilanjutkan dengan menyusuri jalan setapak. Disitu rekan-rekan dari kelompok sadar wisata sudah menunggu untuk menyobek tiket, di pintu masuk Curug Bajing. Sambil menyusuri jalan setapak, jangan lupa untuk mampir berswafoto (selfie) di jembatan bambu dengan latar belakang Curug Bajing.

Eksotisme Curug Bajing. Foto: Pecinta Wisata Lokal Pekalongan

Perjalanan menarik dan tak terlupakan akan didapatkan disni. Sesampai di lokasi utama Curug Bajing, nikmatilah dengan sebaik-baiknya. Pemuda setempat dengan kelompol sadar wisata sudah menyiapakan berbagai sarana prasarana seperti toilet, warung, tempat sampah dan lain sebagainya. Jadi … jangan pipis #Ups nyampah sembarangan. Jangan lakukan vandalisme, corat-coret lokasi wisata. Nimati saja dan berbagilah dengan anak cucu kita, keindahan luar biasa Curug Bajing. ***(Bono)

 

 

Terkait
Menikmati golden sunrise di bukit Pawuluhan Kandangserang

Wartadesa. - Satu lagi tempat wisata di Kabupaten Pekalongan yang menarik untuk dikunjungi yaitu bukit Pawuluhan Kecamatan Kandangserang Kabupaten Pekalongan Read more

Rame di media sosial, obyek wisata Kembanglangit jadi rujukan liburan

Blado, Wartadesa. - Banyaknya pengguna media sosial yang mem-posting keindahan alam Kembanglangit-park menjadikan tempat wisata ini ramai dikunjungi pelancong. Utamanya Read more

Tak Kalah Kekinian, Muda-mudi Gelar Tahun Barunan di Desa

Wartadesa - Semarak menyambut datangnya pergantian baru bukan acap kali membuat kaum muda memutar otak untuk meramaikanya, berbagai pandangan rencana Read more

Libur tahun baru, Karanganyar macet parah

Karanganyar, Wartadesa. Awal tahun baru 2017 yang juga merupakan hari libur, dimanfaatkan warga Pekalongan dan sekitarnya untuk berlibur. Akibatnya jalan Read more

selengkapnya
Jalan-jalan

Menikmati Curug Kembar Petungkon Lebakbarang

curug kembar petungkon3

Pekalongan, lagi-lagi memberikan beribu keindahan untuk dinikmati. Bila ungkapan – Truk aja gandengan, masa kamu enggak? Pun berlaku untuk curug yang satu ini. Curug Kembar. Berlokasi di Dukuh Petungkon Desa Tembelanggunung Kecamatan Lebakbarang, sungguh menajubkan. Berikut laporan kontributor Wartadesa, Budi Rahayu Setiawan.

Bagi pecinta wisata Pekalongan. Curug Kembar Petungkon belum banyak diketahui oleh masyarakat luas. Wartadesa, kali pertama mendapatkan informasi keindahan curug ini dari Ukye, salah satu anggota grub media sosial Pecinta Wisata Lokal Pekalongan. Ketika kami menanyakan kebenaran lokasi wisata tersebut kepada kontributor Wartadesa Lebakbarang, Budi Rahayu Setiawan, membenarkan keberadaan curug kembar tersebut.

Curug Kembar Petungkon. Keindahan Curug Kembar Petungkon Lebakbarang seakan membayar lunas perjalanan pecinta wisata Pekalongan. Foto: Ukye, Pecinta Wisata Lokal Pekalongan

Untuk menuju ke lokasi, dapat ditempuh dengan melewati jalan Kabupaten Karanganyar-Lebakbarang menuju ke Kecamatan Lebakbarang. Dilanjutkan dengan berganti moda transportasi trail ke arah selatan sekitar empat kilometer ke lokasi.

Pergantian moda transportasi ke motor jenis trail diperlukan mengingat medan yang ditempuh cukup menantang. Sambil menikmati indahnya pemandangan, setelah empat jam menempuh perjalanan dengan trail, dilanjutkan dengan jalan kali sekitar 15 menit.

Indah. Menikmati keindahan pegunungan Lebakbarang disela-sela perjalanan dengan trail. Foto: Ukye, Pecinta Wisata Lokal Pekalongan

Setelah berjalan kaki 15 menit, terbayar sudah perjalanan sobat. Curug Kembar Petungkon terhampar didepan mata. Saat air melimpah, seperti saat ini, air terjun begitu deras dengan debit air yang banyak. Sementara saat musim kemarau debit air agak berkurang.

Curug Kembar Petungkon saat debit air sedikit. Foto: Budi Rahayu Setiawan

Sebenarnya, Curug Kembar Petungkon bisa saja ditempuh dengan moda transportasi motor bebek biasa, namun harus ekstra hati-hati, mengingat jalan menuju ke lokasi sangat menantang. Saat ini Pemuda setempat yang mengelola wisata Curug Kembar Petungkon, walaupun belum sepenuhnya rapi.

Jika serius dikembangkan, destinasi wisata ini sungguh potensial. Warga Lebakbarang dan sekitarnya dapat membuka ojek wisata dengan motor khusus -trail menuju ke Curug Kembar Petungkon dan destinasi wisata lainnya di Lebakbarang. Pun, warga Dukuh Petungkon dan sekitarnya bisa membuka usaha terkait dengan potensi wisata yang ada. Homestay, aneka makanan dan kerajinan lokal, jasa pemandu wisata dan lain sebagainya.

Sudah tak sabar ingin menikmati indahnya Curug Kembar Petungkon? Disarankan bagi warga luar Pekalongan maupun warga lokal yang belum pernah kesana, bertanya dulu ke grub Pecinta Wisata Lokal Pekalongan, biar tidak kesasar. Atau janjian untuk melakukan touring bareng. ***(Bono, Budi Rahayu Setiawan)

Terkait
Menikmati golden sunrise di bukit Pawuluhan Kandangserang

Wartadesa. - Satu lagi tempat wisata di Kabupaten Pekalongan yang menarik untuk dikunjungi yaitu bukit Pawuluhan Kecamatan Kandangserang Kabupaten Pekalongan Read more

Rame di media sosial, obyek wisata Kembanglangit jadi rujukan liburan

Blado, Wartadesa. - Banyaknya pengguna media sosial yang mem-posting keindahan alam Kembanglangit-park menjadikan tempat wisata ini ramai dikunjungi pelancong. Utamanya Read more

Tak Kalah Kekinian, Muda-mudi Gelar Tahun Barunan di Desa

Wartadesa - Semarak menyambut datangnya pergantian baru bukan acap kali membuat kaum muda memutar otak untuk meramaikanya, berbagai pandangan rencana Read more

Libur tahun baru, Karanganyar macet parah

Karanganyar, Wartadesa. Awal tahun baru 2017 yang juga merupakan hari libur, dimanfaatkan warga Pekalongan dan sekitarnya untuk berlibur. Akibatnya jalan Read more

selengkapnya
Jalan-jalanOpini Warga

Mengapa geliat wisata Pekalongan sepi? Berikut hasil survey pandangan mahasiswa

karang sriti00

Beberapa tahun belakangan ini muncul  obyek wisata baru di Kabupaten Pekalongan yang dikelola oleh warga secara mandiri. Namun belum mampu menarik hati warga Pekalongan dan luar Pekalongan untuk berbondong-bondong menikmati tempat wisata tersebut. Sebut saja Karang Srity dan beberapa tempat lain di Petungkriyono yang dikelola oleh warga setempat. Mengapa? Berikut hasil survey yang dilakukan oleh Vivi Khasanatul Fitri, mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Islam Ki Ageng Pekalongan (STAIKAP).

River tubing yang dikelola oleh pemuda Desa Tlogopakis Petungkriyono, disamping paket wisata lainnya

Meski banyak muncul obyek wisata baru di Kota Santri, baik dikelola oleh Pemda, Individu (baca: swasta) maupun warga, namun destinasi wisata di Kabupaten Pekalongan kurang menarik dibandingkan dengan daerah lainnya diluar bumi Bahurekso.

Minimnya ekspose destinasi wisata Pekalongan di ruang publik maupun media sosial turut andil, menjawab pertanyaan ini. Selain itu fasilitas sarana-prasarana, menuju maupun di lokasi wisata menjadi kendala tersendiri.

Beberapa tulisan Wartadesa tentang tempat wisata di Pekalongan, menemui permasalahan sarana dan prasarana tersebut. Tidak adanya warung, penjual makanan dan minuman masih dominan. Selain itu perparkiran di lokasi wisata masih semrawut, disamping minimnya sarana transportasi umum menuju ke lokasi wisata.

Survey yang dilakukan oleh Vivi Khasanatul Fitri tentang pandangan mahasiswa terhadap obyek wisata di Pekalongan dan Luar Pekalongan, dengan menyebar kuisioner kepada seluruh mahasiswa STAIKAP Pekalongan menunjukkan hasil sebagai berikut:

Pertama, Kesukaan terhadap wisata. 90% responden menjawab bahwa mereka lebih suka berwisata ketimbang sebaliknya. Kebnyakan dari responden hanya asal – asalan berwisata saja tanpa memperhatikan tempat yang akan mereka kunjungi.

Kedua, Alasan berwisata. Kebanyakan responden memilih alasan mengisi waktu luang, responden ini merupakan para pekerja yang ingin menikmati waktu libur mereka. Dan yang hanya sekedar refreshing adalah para pelajar yang ingin me-refresh otak mereka. (catatan: mahasiswa STAIKAP merupakan campuran lulusan baru SMA/sederajat dan pekerja yang nyambi kuliah)

Ketiga, Pilihan tempat wisata. Responden lebih banyak memilih mengunjungi tempat wisata di luar Pekalongan ketimbang di Kota Santri. Dengan alasan tempat wisata di luar Pekalongan lebih menarik walaupun mereka harus mengeluarkan biaya yang lebih banyak. Sedangkan mereka yang memilih berwisata di Pekalongan memiliki alasan bahwa berwisata di Pekalongan bisa menghemat biaya walaupun tempatnya kurang menarik.

Melihat hasil survey tersebut, memperlihatkan bahwa, kalangan terdidik pun belum ‘melek’ wisata di Pekalongan meski banyak bloger Pekalongan yang mengulas destinasi wisata di Kota Santri maupun banyaknya grub-grub media sosial yang mengulas wisata Pekalongan.

Mari berbenah, obyek wisata akan bermanfaat ganda bagi kesejahteraan masyarakat sekitar. ***(Bono, Vivi Khasanatul Fitri)

Link terkait: Sisi Pandang Para Wisatawan (antara Wisata lokal dan luar kota Pekalongan)

 

Terkait
Menikmati golden sunrise di bukit Pawuluhan Kandangserang

Wartadesa. - Satu lagi tempat wisata di Kabupaten Pekalongan yang menarik untuk dikunjungi yaitu bukit Pawuluhan Kecamatan Kandangserang Kabupaten Pekalongan Read more

Bijak dengan membaca efektif

Semarang - Wartadesa. Masih ingatkah Anda dengan pelajaran Bahasa Indonesia di sekolah? Kita pasti pernah menjumpai bacaan sepanjang 3-5 paragraf Read more

Rame di media sosial, obyek wisata Kembanglangit jadi rujukan liburan

Blado, Wartadesa. - Banyaknya pengguna media sosial yang mem-posting keindahan alam Kembanglangit-park menjadikan tempat wisata ini ramai dikunjungi pelancong. Utamanya Read more

Tak Kalah Kekinian, Muda-mudi Gelar Tahun Barunan di Desa

Wartadesa - Semarak menyambut datangnya pergantian baru bukan acap kali membuat kaum muda memutar otak untuk meramaikanya, berbagai pandangan rencana Read more

selengkapnya
Jalan-jalan

Karang Srity, satu tempat dengan banyak pilihan wisata

karang sriti0

Karang Srity, sebuah lokasi wisata negeri diatas awan, Petungkriyono all in one, campingpark, rivertubing, tracking, hiking dan pemandangan segar alam pegunungan dengan air terjun yang menajubkan. Berikut penuturan kontributor Wartadesa, Budi Raharjo.

Bukit Karang Srity. Berangam keindahan bawah bukit dapat dinikmati disini. Foto: Karang Srity

Negeri diatas awan, Petungkriyono, sepertinya tak habis-habisnya memberikan keindahan dan kesegaran alam bagi pecinta wisata di Kabupaten Pekalongan. Karang Srity, salah satunya, sebuah obyek wisata yang dikembangkan oleh warga setempat yang menyajikan ragam wisata dalam satu paket.

Air terjun Karang Srity. Pengunjung dapat menikmati keindahan air terjun Karang Srity dan dinginnya air disana. Foto: Karang Srity

Terletak di Desa Tlogopakis, Kecamatan Petungkriyono Kabupaten Pekalongan. Dari puncak Karang Srity inilah pecinta wisata Pekalongan dapat menikmati keindahan pemandangan Curug Kutis, Curug Srity, Curug Muncar, Waterboom alami, Kali Sengkarang, Gunung Bajing, Gunung Rogo Jambangan, Gunung Simego dan juga bisa melihat aktivitsa warga setempat lho.

Tubing. Bagi pecinta kali, pengunjung dapat menikmati dan menelusuri kali Karang Srity dengan tubing. Foto: Karang Srity

Bagi pecinta camping, pemuda setempat telah menyiapkan 50 tenda yang dapat disewa oleh wisatawan yang kelupaan membawa tenda dari rumah. Soal tarif sewa, mumer kog … alias murah meriah, kalau nggak malu, boleh ditawar kog. #Eh.

[button type=”round” color=”” target=”” link=”https://www.wartadesa.net/menikmati-treking-hutan-dan-kali-curug-lawe-petungkriyono/”]Baca: Menikmati Trekking Hutan Dan Kali Di Curug Lawe Petungkriyono[/button]

[button type=”round” color=”” target=”” link=”https://www.wartadesa.net/rame-media-sosial-obyek-wisata-kembanglangit-jadi-rujukan-liburan/”]Baca juga: Rame Di Media Sosial, Obyek Wisata Kembanglangit Jadi Rujukan Liburan[/button]

[button type=”round” color=”” target=”” link=”https://www.wartadesa.net/menikmati-golden-sunrise-bukit-pawuluhan-kandangserang/”]Baca juga: Menikmati Golden Sunrise Di Bukit Pawuluhan Kandangserang[/button]

Bahkan pengunjung dapat memanfaatkan homestay warga setempat yang bisa disewa pribadi maupun berkelompok.

Untuk menuju ke kawasan Karang Srity, pengunjung dapat menempuh perjalanan dari pusat kota Pekalongan menuju Kecamatan Doro dan naik ke Petungkriyono menuju ke Desa Tlogopakis.

Untuk menapaki lokasi atau wahana yang kita inginkan harus siap berjalan kaki, jangan khawatir, tidak terlalu tinggi ataupun jauh, mungkin seperti naik ke lantai dua pakai tangga.

Gimana penasaran kan tentunya dengan keindahan alamnya. Bagi pengunjung diluar Pekalongan, dan takut tersesat arah jalan, bisa memanfaatkan jasa pemandu wisata Karang Srity***(Bono, Budi Raharjo)

Terkait
Menikmati golden sunrise di bukit Pawuluhan Kandangserang

Wartadesa. - Satu lagi tempat wisata di Kabupaten Pekalongan yang menarik untuk dikunjungi yaitu bukit Pawuluhan Kecamatan Kandangserang Kabupaten Pekalongan Read more

Rame di media sosial, obyek wisata Kembanglangit jadi rujukan liburan

Blado, Wartadesa. - Banyaknya pengguna media sosial yang mem-posting keindahan alam Kembanglangit-park menjadikan tempat wisata ini ramai dikunjungi pelancong. Utamanya Read more

Tak Kalah Kekinian, Muda-mudi Gelar Tahun Barunan di Desa

Wartadesa - Semarak menyambut datangnya pergantian baru bukan acap kali membuat kaum muda memutar otak untuk meramaikanya, berbagai pandangan rencana Read more

Libur tahun baru, Karanganyar macet parah

Karanganyar, Wartadesa. Awal tahun baru 2017 yang juga merupakan hari libur, dimanfaatkan warga Pekalongan dan sekitarnya untuk berlibur. Akibatnya jalan Read more

selengkapnya
Jalan-jalan

Menikmati trekking hutan dan kali di Curug Lawe Petungkriyono

curug lawe

Petungkriyono, syurga tersendiri bagi pecinta wisata Pekalongan, beragam keindahan alam dan keelokan pemandangan dapat dinikmati. Berikut penuturan kontributor Wartadesa,  Ibnu Subarashi tentang keindahan negeri diatas awan.

Indah. Keindahan Curug Lawe di ketinggian Petungkriyono. Foto: Ibnu Subarashi/Pecinta Wisata Lokal Pekalongan

Liburan dengan berwisata ke Puncak Kabupaten Pekalongan, Petungkriyono belum lengkap rasanya kalau belum mampir ke Curug Lawe. Sebuah lokasi wisata yang eksotis dan alami, terletak di Dusun Cokrowati Desa Kasimpar, curug ini memiliki ketinggian lebih dari 100 meter tersembunyi didalam lebatnya Hutan Gunung Perbota. Akses menuju curug terbilang cukup mudah namun membutuhkan waktu tempuh cukup lama sekitar 40-60 menit jalan kaki.

Perjalanan dimulai dengan menyusuri hutan pinus. 15 menit perjalanan akan sampai di ‘terowongan’. Disitu kita akan disuguhi beberapa air terjun kecil yang airnya jernih. Dilanjutkan dengan melintasi perkebunan Kopi Petung. 15 menit kemudian sampailah di Camp Area. Terletak dipuncak bukit, dari tempat ini kita bisa melihat Curug Lawe yang airnya meliuk-liuk merayapi tebing. Apabila beruntung dari tempat ini kita bisa menyaksikan kawanan Owa Jawa dan Lutung yang sedang beraktivitas diatas pohon.

Pesona Curug Lawe saat dinikmati dari camp area. Foto: ppgpadventure pekalongan

Perjalanan selanjutnya cenderung turun melintasi hutan dan sampailah di sungai kecil yang airnya sangat jernih. Selanjutnya  trekking dengan menyusuri sungai menuju lokasi Curug Lawe. Disepanjang perjalanan sungai kita akan menemukan beberapa air terjun kecil yang terdapat cerukan dibawahnya. Kita bisa berendam sambil melepas lelah. Setelah 30 menit perjalanan sampailah di lokasi Curug Lawe yang diapit oleh tebing tebing yang tinggi. Terdapat kolam yang cukup luas di bawah curug yang bisa dipakai untuk berendam atau sekedar berfoto.

Treking, menyelusuri sungai menuju ke Curug Lawe Petungkriyono, keindahan seperti ini akan kita jumpai. Foto: ppgpadventure pekalongan
Air Terjun Mini. Beberapa air terjun mini akan kita jumpai sepanjang trekking menuju ke Curug Lawe. Foto: ppgpadventure pekalongan
Penat. Saat penat ketika trekking, sempatkan untuk berendam dan menikmati cekungan yang bisa kita temui diperjalanan. Foto: Ibnu Subarashi/Pecinta Wisata Lokal Pekalongan

Jasa Guide

Perjalanan trekking ke lokasi wisata Curug Lawe akan banyak kita temui cabang jalan. Bagi warga di luar wilayah Pekalongan maupun mereka yang belum pernah mengunjungi Curug Lawe, sebaiknya menggunakan jasa pemandu (guide). Baik dengan memanfaatkan komunitas pecinta wisata lokal Pekalongan, maupun komunitas wisata Pekalongan lainnya untuk menuju ke Curug Lawe. Atau dengan memanfaatkan rekan-rekan Puncak Petungkriyono yang berada di lokasi wisata dengan menghubungi Anto – 081542078948.

Tertarik untuk menikmati indahnya negeri di atas awan Petungkriyono? Jangan lupa untuk membawa perbekalan baik minuman, makanan, dapat juga membawa peralatan memasak. ***(Buono, Ibnu, dari berbagai sumber)

Terkait
Pantai Depok, Nasibmu Kini

Meski sudah ada pemecah ombak, abrasi terus menggerus Pantai Depok Pekalongan (12/10)

Rutin, Polsek Sragi beri pengamanan di sekolah

Polsek Sragi membantu mengatur lalu lintas di depan SMA Negeri 1 Sragi, Jum'at (14/10). Foto : Read more

[Video] Pantai Siwalan Nasibmu Kini

https://youtu.be/-ifv0wgTxAM Pesisir pantai siwalan hingga wonokerto Kab. Pekalongan terus terkikis, Pemukiman warga terus terancam hilang. Sebagian rumah warga  sudah tidak Read more

SDN Tangkilkulon raih juara 1 lomba MAPSI

Kedungwuni, Wartadesa. - SD Negeri Tangkilkulon, Kecamatan Kedungwuni - Pekalongan meraih juara pertama dalam lomba  Mata Pelajaran Agama Islam dan Read more

selengkapnya
Hukum & KriminalJalan-jalan

Korban foto selfie berujung maut Curug Bengkawah ditemukan

tenggelam curug bengkawah

Belik, Wartadesa. – Ahwan Gunawan (33) warga Desa Limbangan Rt. 03/03 Kecamatan Ulujami, Pemalang yang menjadi korban tenggelam akibat selfie (swa foto-red) di Curug Bengkawah Desa Sikasur Kecamatan Belik, Pemalang sudah ditemukan beserta satu korban lainnya, Dakwah Yudistira (27),  Gunawan ditemukan pada saat kejadian, Ahad (01/01) sedangkan Yudistira ditemukan sehari setelahnya.

Kapolsek Belik, AKP Hartono menjelaskan bahwa kedua korban berniat merayakan liburan tahun baru dengan berswa-foto di curug Bengkawah, derasnya curug tidak diindahkan Ahwan Gunawan, dia mendekat arus curug yang deras. Meski sudah diingatkan oleh rekannya, korban tetap nekat berswa-foto.

Melihat rekannya, Ahwan Gunawan yang terseret arus, Dakwah Yudistira berusaha untuk menyelamatkan korban, namun naas, Yudistira turut terseret dalam derasnya arus. Ujar AKP Hartono.

Sekitar 15 menit dari kejadian korban Akhwan Gunawan mengapung kepermukaan air, namun sudah dalam kondisi meninggal dunia. Korban kemudian dibawa ke Balai Desa Sikasur untuk selanjutnya dilakukan pemeriksaan medis oleh Dokter Puskesmas Belik. Korban kemudian diserahkan kekeluarganya di  Desa Limbangan Rt 03/03 Kec.Ulujami Kab.Pemalang dengan dibawa ambulan.

Korban tenggelam yang kedua yaitu Yudistira (27 tahun)  beralamat Rt 01/03 Ds Limbangan, Kecamatan Ulujami baru ditemukan sehari setelah musibah, Senin (02/01) pukul 09.00 WIB, ujar AKP Hartono.

AKP Hartono menghimbau agar pengunjung Curug Bengkawah berhati-hati menikmati keindahan alam di curug tersebut. “Kejadian yang menelan korban jiwa di Curug Bengkawah sudah beberapa kali terjadi, dan sering dihimbau oleh warga setempat dan sesepuh desa agar tidak mandi di curug, namun tidak dihiraukan oleh para pengunjung, terangnya. ***(Eva Abdullah)

Terkait

[caption id="attachment_1300" align="aligncenter" width="768"] Polsek Sragi membantu mengatur lalu lintas di depan SMA Negeri 1 Sragi, Jum'at (14/10). Foto : Read more

Warga terdampak tol mulai pindah

[caption id="attachment_1331" align="aligncenter" width="768"] Warga terdampak tol di desa Bulakpelem, Sragi ini mulai membongkar rumahnya secara swadaya. (15/10) Foto : Read more

Angaran Pilkades Rembang telan 1.5 miliar

[caption id="attachment_1372" align="alignnone" width="717"] Ilustrasi: Rembang akan melaksanakan pilkades bagi 43 desa secara serentak pada 30 Nopember 2016 mendatang. Rembang, Read more

selengkapnya
Jalan-jalanSosial Budaya

Jalur Warungasem-Bandar macet total, pengendara motor pinsan, tak ada petugas yang mengatur, keluh netizen

macet bandar

Bandar, Wartadesa. – Libur tahun baru benar-benar dimanfaatkan warga untuk berwisata. Akibatnya kemacetan terjadi dibeberapa ruas jalan arah lokasi wisata di Pekalongan maupun Batang. Seperti laporan Wartadesa, Ahad (01/01) kemarin, ruas jalan Kayugeritan hingga pertigaan Karanganyar Kabupaten Pekalonan macet total.

Pun, sama halnya terjadi di jalur Warungasem-Bandar, Kabupaten Batang. Viralnya obyek wisata Kembanglangit Kecamatan Bandar Kab. Batang di media sosial, menjadikan lokasi wisata tersebut menjadi tujuan utama warga Pekalongan, Batang dan Sekitarnya. Bahkan kemacetan di Bandar menyebabkan pengguna jalan pinsan.

Sukarso, Warga Tangkilkulon Kecamatan Kedungwuni Kabupaten Pekalongan melaporkan bahwa jalur Warungasem-Bandar macet total. “Keluar dari Ponpes Tazaka Bandar macet total, dari jam 11,30 WIB baru bisa jalan di petigaan bangjo (lampu merah-red.) depan Kecamatan Bandar pukul 14.20 WIB. Kemacetan hanya beberapa meter tapi ora obah babar blas (tidak bisa jalan sama sekali-red.), Ujarnya.

Sementara itu, kemacetan parah jalur Warungasem-Bandar menjadi perbincangan ramai di media sosial, pasalnya, netizen merasa tidak ada petugas kepolisian yang mengatur jalur lalu-lintas, saat suasana sedang terik matahari dan baru datang setelah agak mendung.

Agung Wijaya, menulis dalam statusnya, “Dx warungasem tekan bandar macet total akeh wong do semaput gan piye g polisine orak ngatur jalan ki.” (Dari Warungasem sampai Bandar macet total, banyak warga yang pinsan gan, gimana nih polisinya tidak mengatur jalan ini).

“Polisi ne kurang giat ngatur e dalan gan ijx panas orak ono polisi bareng mendung polisine do nongol,” (Polisinya kurang giat mengatur jalan gan, selagi panas tidak ada polisi, setelah mendung polisinya nongol) tulisnya pada laman yang sama.

Postingan Agung Wijaya ini ditanggapi beragam oleh netizen lainnya, diantaranya akun bernama Mundakir Santri Thoriqoh, dia membenarkan kemacetan parah juga menimpanya. “Pancen gan… Aq mau bali dek pagilaran dek jam 12 nganti tkn jam 5 .. Rasane koyo dipanggang ng ndalan.” (Benar gan, saya tadi pulang dari Pagilaran dari jam 12.00 WIB hingga jam 05.00 WIB … Rasanya seperti dipanggang di jalan) Tulisnya.

Sementara, Faichal Rizza membalas postingan tersebut dengan “Salahe dwe podo plesiran,sopo rng ngongkon,,,thn baru polisi bnyk yg libur krna mrka pegawai negri.” (Salah sendiri pergi berwisata, siapa suruh … tahun baru polisi banyak yang libur karena mereka pegawai negeri) Tulisnya.

Anie Ismawati malah bersyukur karena tidak jadi jalan-jalan liburan, “bejo mau awan ora sdo meto,, 🙂 nk sdo mtu,melu kjbk mct jg,,” (beruntung tadi siang tidak jadi keluar, kalau jadi keluar, ikut kejebak macet juga) tulisnya. ***(Bono)

Terkait
Pantai Depok, Nasibmu Kini

Meski sudah ada pemecah ombak, abrasi terus menggerus Pantai Depok Pekalongan (12/10)

Rusak, warga rehab Mushola “Pasar Kebo”

Warga sekitar Mushola Pasar Kebo - Kajen merehab Mushola, Jum'at (14/10). Foto : Eva Abdullah/wartadesa Kajen, Read more

[Video] Pantai Siwalan Nasibmu Kini

https://youtu.be/-ifv0wgTxAM Pesisir pantai siwalan hingga wonokerto Kab. Pekalongan terus terkikis, Pemukiman warga terus terancam hilang. Sebagian rumah warga  sudah tidak Read more

Meneruskan estafet kepemimpinan rating IPPNU Pecakaran

Pelantikan Pimpinan Ranting IPNU IPPNU Pecakaran, Wonokerto - Pekalongan berlangsung khidmad. (14/10) Foto : Wahidatul Maghfiroh/wartadesa. Read more

selengkapnya
Hukum & KriminalJalan-jalan

Bus wisata yang ditumpangi warga Batang masuk jurang

bus metropolitan

Purbalingga, Wartadesa. – Naas, bus pariwisata Metropolitan E 7599 V yang membawa 64 warga Batang yang hendak berwisata ke objek wisata Purbasari Pancuran Mas, masuk jurang sedalam 1o meter di Jalan Raya Bayeman, Desa Tlahab Lor-Purbalingga, Ahad (01/01) pukul 10.30 WIB.

Imam Mustofa (42), sopir bus, warga Desa Beji Rt. 04/02 Kabupaten Batang mengatakan bahwa rombongan tersebut hendak berwisata ke Purbasari Pancuran Mas, Purbalingga dan Baturraden, Banyumas. Akan tetapi sat melintas Jalan Raya Bayeman yang menurun, bus mengalami rem blong.

“Arus lalu-lintas cukup padat, saat rem blong saya banting stir ke kanan hingga akhirnya masuk jurang,” tambah Imam.

Kasat Lalin Polres Purbalingga, Ajun Komisaris Polisi Sukarwan menuturkan kepada Antara, “Tidak ada korban jiwa dalam perististiwa tersebut, hanya luka ringan dan saat ini sudah dibawa ke puskesmas terdekat.” Ujarnya.

Sukarwan menambahkan, jalur Bayeman memang rawan kecelakaan karena banyak tikungan tajam dan tanjakan maupun turunan. “Kami akan memberikan imbauan-imbauan kepada pengemudi agar berhati-hati saat melewati jalan tersebut. Apalagi saat ini banyak kendaraan yang lewat Bayeman karena adanya kerusakan di ruas jalan Ajibarang-Brebes,” pungkasnya. ***(Antara)

sumber

Terkait

[caption id="attachment_1300" align="aligncenter" width="768"] Polsek Sragi membantu mengatur lalu lintas di depan SMA Negeri 1 Sragi, Jum'at (14/10). Foto : Read more

Warga terdampak tol mulai pindah

[caption id="attachment_1331" align="aligncenter" width="768"] Warga terdampak tol di desa Bulakpelem, Sragi ini mulai membongkar rumahnya secara swadaya. (15/10) Foto : Read more

Angaran Pilkades Rembang telan 1.5 miliar

[caption id="attachment_1372" align="alignnone" width="717"] Ilustrasi: Rembang akan melaksanakan pilkades bagi 43 desa secara serentak pada 30 Nopember 2016 mendatang. Rembang, Read more

selengkapnya
Jalan-jalan

Libur tahun baru, Karanganyar macet parah

macet karanganyar

Karanganyar, Wartadesa. Awal tahun baru 2017 yang juga merupakan hari libur, dimanfaatkan warga Pekalongan dan sekitarnya untuk berlibur. Akibatnya jalan yang menuju ke arah obyek wisata di Kabupaten pekalongan, dipadati oleh pengendara moda transportasi, baik mobil maupun motor.

Seperti yang dijumpai pewarta Wartadesa di Jalan Raya Karanganyar, kemacetan terjadi sekitar pukul sepuluh, dari tugu durian Karanganyar hingga dukuh Kayunan, Desa Kayu Geritan. Bahkan didepan kolam renang Karanganyar, depan Polsek kamacetan berlangsung parah. Mobil dan motor sama sekali tidak bisa bergerak.

Minimnya petugas yang mengatur lalu lintas, ditenggarai turut menambah macetnya jalur wisata di Kota Santri ini. Seperti disampaikan oleh Mardiyah (55) warga Desa Tangkilkulon, Kecamatan Kedungwuni Kabupaten Pekalongan, “Terpaksa harus memutar arah, soalnya didepan Polsek Karanganyar, mobil sama sekali tidak bisa bergerak,” ujarnya.

Mardiyah bersama keluarga mengaku, sengaja menggunakan motor untuk mengisi liburan tahun baru di obyek wisata Lolong, Karanganyar. ***(Bono)

 

Terkait
Menikmati golden sunrise di bukit Pawuluhan Kandangserang

Wartadesa. - Satu lagi tempat wisata di Kabupaten Pekalongan yang menarik untuk dikunjungi yaitu bukit Pawuluhan Kecamatan Kandangserang Kabupaten Pekalongan Read more

Rame di media sosial, obyek wisata Kembanglangit jadi rujukan liburan

Blado, Wartadesa. - Banyaknya pengguna media sosial yang mem-posting keindahan alam Kembanglangit-park menjadikan tempat wisata ini ramai dikunjungi pelancong. Utamanya Read more

Tak Kalah Kekinian, Muda-mudi Gelar Tahun Barunan di Desa

Wartadesa - Semarak menyambut datangnya pergantian baru bukan acap kali membuat kaum muda memutar otak untuk meramaikanya, berbagai pandangan rencana Read more

Bus wisata yang ditumpangi warga Batang masuk jurang

Purbalingga, Wartadesa. - Naas, bus pariwisata Metropolitan E 7599 V yang membawa 64 warga Batang yang hendak berwisata ke objek Read more

selengkapnya