close

Jalan-jalan

Jalan-jalanSosial Budaya

Bermodal hanja satu juta, Khamim jalan kaki tunaikan Ibadah haji, kini sudah sampai Abu Dhabi

syaufani

Wonopringgo, Wartadesa. – Muhammad Khamim Setiawan (28) warga Dukuh Logawan Desa Wonopringgo Kabupaten Pekalongan berjalan kaki ke Mekkah. Ia memulai perjalanannya dari Pekalongan pada 28 Agustus 2016 lalu. Ia melewati berbagai negara dengan berjalan kaki. Istirahat di masjid, menumpang di rumah orang yang ditemui, hingga bermalam di hutan di berbagai negara ia lakukan. Pada 19 Mei 2017, ia telah tiba di Abu Dhabi, Uni Emirat arab, menjadi viral di media sosial.

Ayahnya, Syaufani Solichin (73) memulai cerita tentang anaknya, Mochammad Khamim. “Dia itu ke Mekkah mlampah (jalan kaki), sekarang sudah di Abu Dhabi,” kata Syaufani.

Khamim merupakan anak keempat dari empat bersaudara. Selama ini, dia tinggal bersama ayahnya. “Tiga kakaknya tinggal di Jakarta. Ibunya, istri saya, sudah meninggal 10 tahun yang lalu,” sambungnya.

Terkait perjalanan Khamim ke Mekkah, Syaufani mengatakan niatan itu telah diutarakan alumnus Fakultas Ekonomi Unnes itu sejak duduk di bangku kuliah.

Tidak ada persiapan khusus yang dilakukan Khamim sejak itu. “Persiapannya tiga tahun, tidak ada yang aneh. Hanya perbanyak puasa dan ibadah,” terang Syaufani yang masih bekerja mengurus koperasi keluarga.

Sejak mengutarakan niatnya itulah, Khamim mulai mempersiapkan segala keperluan baik fisik maupun batin. Untuk batin ia menjalani puasa Daud. “Dia menjalani puasa Daud dalam 3 tahun terakhir,” terang Syaufani.

Mulai dari perizinan hingga meminta restu ke beberapa kiai di Pekalongan ataupun di luar Pekalongan.

“Dia tidak minta apa-apa, hanya minta didoakan. Saya yang tanda tangan surat pernyataan izin di Kantor Agama Pekalongan,” ucap dia.

Khamim memulai perjalanannya pada 28 Agustus 2016 sekitar pukul 22.00. Banyak tamu baik dari Pekalongan hingga Jakarta yang mengantar kepergian Khamim.

Saat pertama kali memulai perjalanan, Khamim ditemani dua rekannya. Namun sesampai di Tegal, kedua temannya menyerah dan tidak melanjutkan perjalanan. “Mereka berangkat bertiga, tapi sampai Tegal temannya menyerah. Tidak kuat katanya,” ungkap Syaufani.

Tak ada bekal khusus yang dibawa oleh Khamim. Hanya baju baju dan uang dari ayahnya. “Saya cuma kasih Rp 1 juta. Itu yang jadi bekal dia selama perjalanan dan alhamdulillah sekarang sudah sampai di Abu Dhabi,” lanjut dia.

Sembilan bulan anaknya mengembara, Syaufani mengaku jarang sekali menelpon untuk menanyakan kabar anaknya.

Tak bisa menggunakan smartphone jadi alasan Syaufani tidak menghubungi anaknya. “Teman-temannya kadang kasih lihat saya foto. Pernah saya komunikasi lewat video (video call),” ujarnya.

Sepanjang perjalanan, kata Syaufani, Khamim mengalami bermacam suka dan duka. Mulai dari diikuti orang tidak dikenal di daerah Palembang hingga salat yang harus sembunyi-sembunyi saat di Myanmar.

Ketika mengetahui anaknya telah sampai di Abu Dhabi, Syaufani tak bisa menyembunyikan rasa bangganya. Tak ada pesan khusus buat anaknya yang memegang gelar sarjana ekonomi pembangunan tersebut.

“Saya cuma pesan hati-hati di jalan. Jika sudah berhasil jangan sombong. Saya tidak tahu kenapa dia mau jalan kaki naik haji. Dia memang kalau sudah punya niat akan dilakukan,” tandasnya. (Tribun)

 

Terkait
Pantai Depok, Nasibmu Kini

Meski sudah ada pemecah ombak, abrasi terus menggerus Pantai Depok Pekalongan (12/10)

Rusak, warga rehab Mushola “Pasar Kebo”

Warga sekitar Mushola Pasar Kebo - Kajen merehab Mushola, Jum'at (14/10). Foto : Eva Abdullah/wartadesa Kajen, Read more

[Video] Pantai Siwalan Nasibmu Kini

https://youtu.be/-ifv0wgTxAM Pesisir pantai siwalan hingga wonokerto Kab. Pekalongan terus terkikis, Pemukiman warga terus terancam hilang. Sebagian rumah warga  sudah tidak Read more

Meneruskan estafet kepemimpinan rating IPPNU Pecakaran

Pelantikan Pimpinan Ranting IPNU IPPNU Pecakaran, Wonokerto - Pekalongan berlangsung khidmad. (14/10) Foto : Wahidatul Maghfiroh/wartadesa. Read more

selengkapnya
EkonomiInternasionalJalan-jalanNasionalOpini WargaSosial Budaya

Bandar Udara Kesesi ada sejak jaman Belanda

wp-image-1209363205.jpg

Kesesi- Kabar akan adanya Bandar Udara di Desa Sukorejo Kecamatan Kesesi Kabupatan Pekalongan menjadi buah bibir warga Kota Santri      Adanya  spanduk  terkait akan di bangunnya Bandara  bukan tanpa alasan.

       Pemerintah Desa Sukorejo melalui Plt Sekdes , Muftiyanto saat ditemui awak media (12/05) mengatakan , pada zaman Belanda di desanya tersebut sudah pernah ada bandar udara

      ” Menurut cerita turun temurun dari para pendahulu, di desa kami ada bandar udara pada jaman Belanda, cerita tersebut juga di dengar oleh Pemerintah Daerah ( Pemkab Pekalongan )” kata Muftiyanto

        ” Beberapa waktu yang lalu  dari Pemerintah Daerah sudah datang ke lokasi dan cek lapangan bersama Dinas Perhubungan dan  instansi terkait lainya , bahkan sudah di ” satelit ” dan katanya ada logam di lokasi tersebut (lapangan olahraga Desa Sukorejo_red), Lokasi yang di miliki oleh desa sekitar 600 m2, dan yang lainya milik warga.

      Lebih lanjut Mufiyanto menambahkan, warga di desanya utamanya di lingkungan rencana pembangunan Bandara tersebut sangat mendukung

       ” Warga kami sangat mendukung karena jika di bangun bandara secara otomatis akan banyak aktifitas yang bisa menumbuhkan taraf ekonomi lingkungan ” ujarnya.

      Hasanu, salah satu warga setempat mengatakan dukungan atas rencana pembangunan Bandara di desanya ” Saya tentu sangat senang dan mendukung , karena jika di bangun bandara tentu desa saya akan lebih ramai ” Kata Hasunu yang tinggal di dekat lokasi (Eva abdullah).

Terkait
Pantai Depok, Nasibmu Kini

Meski sudah ada pemecah ombak, abrasi terus menggerus Pantai Depok Pekalongan (12/10)

[caption id="attachment_1311" align="aligncenter" width="1024"] Warga sekitar Mushola Pasar Kebo - Kajen merehab Mushola, Jum'at (14/10). Foto : Eva Abdullah/wartadesa Kajen, Read more

[Video] Pantai Siwalan Nasibmu Kini

https://youtu.be/-ifv0wgTxAM Pesisir pantai siwalan hingga wonokerto Kab. Pekalongan terus terkikis, Pemukiman warga terus terancam hilang. Sebagian rumah warga  sudah tidak Read more

selengkapnya
Jalan-jalan

Wujudkan pemuda cinta tanah air, Petungkriyono Adventure digelar

petungkriyono adventure

Kajen, Wartadesa. – Mewujudkan pemuda yang mencintai tanah airnya punya banyak ragam cara. Napak tilas atau berjalan kaki dengan rute Curug Lawe – Gunung Buser – Dranan – Telogo Pakis – Curug Muncar dan finish di Curug Bajing digelar dalam acara Petungkriyono Adventure. Demikian disampaikan oleh Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga dan Pariwisata (Dinporapar) Kabupaten Pekalongan, Bambang Irianto kepada Wartadesa, Rabu (15/3).

Bambang Irianto menambahkan, Petungkriyono Adventure tidak hanya diisi dengan acara jalan kaki mengelilingi obyek wisata  Negeri diatas Awan saja, namun diisi dengan materi penguatan rasa cinta tanah air dan kebangsaan. Juga meningkatkan cinta lingkungan alam dan sekitarnya.

Pihaknya berharap dapat meningkatkan kecintaan pemuda terhadap lingkungan dan kebangsaan serta mengenalkan lebih dekat potensi obyek wisata Petungkriyono, lanjut pria yang biasa dipanggil Bangir ini.

“Dengan boomingnya media sosial, setiap peserta yang mendapatkan pengalaman dan pengetahuan cinta tanah air dan kebangsaan serta keindahan alam di Petungkriyono dapat berbagi di akun media sosial mereka,” ujar Bambang.

Bagi pemuda dengan usia 25-30 tahun dan berdomisili di Kabupaten Pekalongan, dibuktikan dengan KTP, kartu pelajar, kartu mahasiswa maupun sim dapat berpartisipasi dalam acara yang akan digelar pada Sabtu-Ahad, 25-26 Maret 2017 ini.

“Peserta tinggal mendaftar dan mengisi formulir di kantor Dinporapar Kajen,” lanjut Bambang.

Selain dapat menikmati keindahan Petungkriyono, peserta juga mendapatkan fasilitas transportasi menuju ke garis start, makan dan uang saku.

“Pendaftaran ditutup pada saat temu tehnik tanggal 17 Maret 2017 pukul 14.00 wib di Gedung Kesenian Kajen. Dengan kuota peserta maksimal 150 orang,” pungkas Bambang. (Bono)

Terkait
Menikmati golden sunrise di bukit Pawuluhan Kandangserang

Wartadesa. - Satu lagi tempat wisata di Kabupaten Pekalongan yang menarik untuk dikunjungi yaitu bukit Pawuluhan Kecamatan Kandangserang Kabupaten Pekalongan Read more

Rame di media sosial, obyek wisata Kembanglangit jadi rujukan liburan

Blado, Wartadesa. - Banyaknya pengguna media sosial yang mem-posting keindahan alam Kembanglangit-park menjadikan tempat wisata ini ramai dikunjungi pelancong. Utamanya Read more

Tak Kalah Kekinian, Muda-mudi Gelar Tahun Barunan di Desa

Wartadesa - Semarak menyambut datangnya pergantian baru bukan acap kali membuat kaum muda memutar otak untuk meramaikanya, berbagai pandangan rencana Read more

Libur tahun baru, Karanganyar macet parah

Karanganyar, Wartadesa. Awal tahun baru 2017 yang juga merupakan hari libur, dimanfaatkan warga Pekalongan dan sekitarnya untuk berlibur. Akibatnya jalan Read more

selengkapnya
Jalan-jalanSosial Budaya

Pujasera wisata Curug Kuwung Indah tersapu angin puting beliung

pujasera lebakbarang

Lebakbarang, Wartadesa. – Angin puting beliung yang menerjang kawasan sekitar Kecamatan Lebakbarang Kabupaten Pekalongan, Selasa (14/3) hari ini meluluh lantakkan pusat jajan serba ada (pujasera) kawasan wisata Curug Kuwung Indah Desa Lebakbarang. Demikian dilaporkan langsung oleh kontributor Wartadesa di lokasi kejadian.

Kontributor Wartadesa, Budi saat ini melaporkan bahwa angin puting beliung yang melanda wilayah Kecamatan Lebakbarang sangat kencang, hingga pujasera Curug Kuwung Indah tersapu. Polsek Lebakbarang, Bripka Waryono menyampaikan bahwa kerugian dari bencana tersebut ditaksir mencapai jutaan rupiah.

“Kerugian ditaksir mencapai jutaan rupiah, Kami menghimbau agar aktivitas pedagang di kawasan wisata Curug Kuwung Indah dihentikan sementara. Karena kondisi makin memburuk,” ujar Bripka Waryono.

Bripka Waryono menambahkan, saat ini aktivitas pedagang sedikit terganggu dan khawatir warung di pujaseranya rubuh jika keadaan memburuk.

Kepaladesa Lebakbarang, Sapto Priyono membenarkan kejadian angin puting beliung yang memporak-porandakan pujasera di kawasan Curug Kuwung Indah.

“Angin lisus (puting-beliung_red) menyapu sebagian besar wilayah Kecamatan Lebakbarang. Kami berharap agar warga berhati-hati dalam beraktivitas untuk menjaga hal-hal yang tidak diinginkan,” pungkas Sapto Priyono. (Budi B, Bono)

Terkait
Pantai Depok, Nasibmu Kini

Meski sudah ada pemecah ombak, abrasi terus menggerus Pantai Depok Pekalongan (12/10)

Rusak, warga rehab Mushola “Pasar Kebo”

Warga sekitar Mushola Pasar Kebo - Kajen merehab Mushola, Jum'at (14/10). Foto : Eva Abdullah/wartadesa Kajen, Read more

[Video] Pantai Siwalan Nasibmu Kini

https://youtu.be/-ifv0wgTxAM Pesisir pantai siwalan hingga wonokerto Kab. Pekalongan terus terkikis, Pemukiman warga terus terancam hilang. Sebagian rumah warga  sudah tidak Read more

Meneruskan estafet kepemimpinan rating IPPNU Pecakaran

Pelantikan Pimpinan Ranting IPNU IPPNU Pecakaran, Wonokerto - Pekalongan berlangsung khidmad. (14/10) Foto : Wahidatul Maghfiroh/wartadesa. Read more

selengkapnya
Jalan-jalan

Digagas lapas kelas II A Kota Pekalongan jadi tempat wisata

lapas pekalongan

Pekalongan Kota, Wartadesa. – Kota Pekalongan akan segera mempunyai tempat wisata baru. Destinasi wisata yang unik akan hadir di Kota Pekalongan, yakni menjadikan penjara atau lembaga pemasyarakatan (lapas) sebagai obyek wisata. Kepala Lapas Kelas II/A Kota Pekalongan, Hilal, hari ini, Selasa (14/3) mengatakan pihaknya saat ini sedang menyiapkan lapas Pekalongan menjadi obyek wisata.

Hilal menyampaikan bahwa lapas Pekalongan pernah dihuni oleh Ki Hajar Dewantoro, untuk mewujudkan destinasi wisata baru ini pihaknya sedang mencari jejak dan barang milik Ki Hajar Dewantoro yang dulu pernah menghuni penjara Pekalongan. Ujarnya seperti dikutip dari Antara Jateng.

Untuk mendukung nuansa kuno, Hilal menambahkan, lapas juga mulai menata benda-benda kuno, seperti meja dan kursi di beberap sudut ruangan tunggu dan ruang kerja. “Untuk mendukung nuansa kuno, penulisan nama ruangan di setiap pintu masuk juga akan menggunakan ejaan lama,” katanya.

Ketua Badan Promosi Pariwisata Kota Pekalongan Cucut Suranto mengatakan dengan adanya destinasi wisata baru di lapas Pekalongan akan menambah daya tarik daerah bagi pengunjung yang ingin mengetahui suasana di dalam penjara zaman dahulu. (Antara, Foto: kang Obek)

Terkait
Menikmati golden sunrise di bukit Pawuluhan Kandangserang

Wartadesa. - Satu lagi tempat wisata di Kabupaten Pekalongan yang menarik untuk dikunjungi yaitu bukit Pawuluhan Kecamatan Kandangserang Kabupaten Pekalongan Read more

Rame di media sosial, obyek wisata Kembanglangit jadi rujukan liburan

Blado, Wartadesa. - Banyaknya pengguna media sosial yang mem-posting keindahan alam Kembanglangit-park menjadikan tempat wisata ini ramai dikunjungi pelancong. Utamanya Read more

Tak Kalah Kekinian, Muda-mudi Gelar Tahun Barunan di Desa

Wartadesa - Semarak menyambut datangnya pergantian baru bukan acap kali membuat kaum muda memutar otak untuk meramaikanya, berbagai pandangan rencana Read more

Libur tahun baru, Karanganyar macet parah

Karanganyar, Wartadesa. Awal tahun baru 2017 yang juga merupakan hari libur, dimanfaatkan warga Pekalongan dan sekitarnya untuk berlibur. Akibatnya jalan Read more

selengkapnya
Jalan-jalanSosial Budaya

Pokdarwis latihan jadi pemandu wisata

pokdarwis

Petungkriyono, Wartadesa. – 40 anggota dari Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) di Kabupaten Pekalongan mengikuti praktik langsung menjadi guide atau pemandu wisata di kawasan wisata Curug Lawe Petungkriyono, Rabu (08/03).

Dihubungi Wartadesa hari ini, Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga dan Pariwisata, Bambang Irianto menjelaskan bahwa Pelatihan Manajemen Pengelolaan Wisata yang dilaksanakan di Gedung PGRI Kecamatan Petungkriyono ini memadukan teori dan praktik langsung.

“Kami mendatangkan narasumber berpengalaman di tingkat provinsi maupun kabupaten untuk berbagi pengetahuan dan keterampilan mengelola obyek wisata,” ujarnya.

[button type=”3d” color=”” target=”” link=”https://www.wartadesa.net/tingkatkan-profesionalitas-pokdarwis-pelatihan-manajemen-wisata-digelar/”]Baca: Tingkatkan Profesionalitas Pokdarwis, Pelatihan Manajemen Wisata Digelar[/button]

Budi Raharjo, peserta dari Pokdarwis Karang Srity mengungkapkan bahwa pelatihan pengelolaan manajemen wisata tersebut diikuti oleh Pokdarwis  kawasan Pedotale, Petungkriyono, Doro, Talun, Lebakbarang dan Kandangserang.

“Acara dimulai hari Selasa hingga Kamis depan. Tadi pagi setelah materi dilanjutkan dengan praktik langsung sebagai guide. Kami latihan memandu wisatawan di obyek wisata Curug Lawe Petungkriyono,” tambah Budi melanjutkan.

Praktik langsung yang dipandu oleh narasumber dari Dinas Pariwisata Provinsi Jawa Tengah ini diikuti oleh Pokdarwis dari Karang Srity, Curug Bajing, Curug Lawe, Curug Muncar, Welo Asri, Watu Bahan, Watu Ireng, Curug Jlarang, dan Curug Bidadari. Papar Budi. (Bono)

Terkait
Pantai Depok, Nasibmu Kini

Meski sudah ada pemecah ombak, abrasi terus menggerus Pantai Depok Pekalongan (12/10)

Rusak, warga rehab Mushola “Pasar Kebo”

Warga sekitar Mushola Pasar Kebo - Kajen merehab Mushola, Jum'at (14/10). Foto : Eva Abdullah/wartadesa Kajen, Read more

[Video] Pantai Siwalan Nasibmu Kini

https://youtu.be/-ifv0wgTxAM Pesisir pantai siwalan hingga wonokerto Kab. Pekalongan terus terkikis, Pemukiman warga terus terancam hilang. Sebagian rumah warga  sudah tidak Read more

Meneruskan estafet kepemimpinan rating IPPNU Pecakaran

Pelantikan Pimpinan Ranting IPNU IPPNU Pecakaran, Wonokerto - Pekalongan berlangsung khidmad. (14/10) Foto : Wahidatul Maghfiroh/wartadesa. Read more

selengkapnya
Jalan-jalanSosial Budaya

Dicari muda-mudi terbaik untuk promosikan wisata Kabupaten Pekalongan

duta wisata pekalongan

Kajen, Wartadesa. – Pengembangan pariwisata di Kota Santri dengan mengedepankan kearifan lokal akan bisa dibangun bersama duta wisata. Demikian disampaikan oleh Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Pekalongan, Bambang Irianto, Senin (06/03) kepada Wartadesa di kantornya kemarin.

Melalui pariwisata, kearifan lokal, sejaran, seni dan budaya, sumber daya alam dan potensi ekonomi kreatif, jika dikembangkan secara serius dan menyeluruh akan mendukung pendapatan warga Kota Santri. Tutur Bambang setelah menggelar rapat persiapan pelaksanaan Pemilihan Duta Wisata Kabupaten Pekalongan di ruang rapat Dinporapar, kemarin.

“Pemilihan Mas dan Mbak Duta Wisata Kabupaten Pekalongan merupakan satu kegiatan pencarian bakat para pemuda-pemudi Kabupaten Pekalongan yang mempunyai kepribadian, etika dan penampilan yang rupawan,” jelas Bambang.

Selain itu, pemilihan Mas dan Mba Duta Wisata ini juga mensyaratkan pemuda-pemudi terbaik Kota Santri yang berwawasan serta menguasai materi kepariwisataan yang handal dengan berkomunikasi yang baik. Lanjut Bambang.

“Tugas duta wisata terpilih, selanjutnya membantu pemerintah dalam mempromosikan potensi-potensi wisata di Kabuaten Pekalongan sehingga dapat menarik wisatawan dan meningkatkan jumlah kunjungan wisata di Kabupaten Pekalongan.” Ujar Bambang.

Bagi warga Pekalongan yang berminat mengikuti ajang bergengsi ini, dapat mendaftar langsung ke kantor Dinas Kepemudaan dan Olahraga dan Pariwisata di Jalan Teuku Umar Kajen. Informasi lanjut bisa melalui media sosial https://www.facebook.com/Duta-Wisata-Kabupaten-Pekalongan-1510200635881970/ atau twitter di @DWKabPekalongan.

Pendaftaran dibuka mulai tanggal tiga April hingga tujuh Juli 2017. Jika tertarik dan ingin mengembangkan wisata dengan kearifan lokal di Kota Santri, tidak ada salahnya untuk mengikuti ajang ini, asalkan berusia 17-24 Tahun dan memiliki tinggi badan 160 cm untuk perempuan dan 170 cm untuk laki-laki. (Bono)

Terkait
Pantai Depok, Nasibmu Kini

Meski sudah ada pemecah ombak, abrasi terus menggerus Pantai Depok Pekalongan (12/10)

Rusak, warga rehab Mushola “Pasar Kebo”

Warga sekitar Mushola Pasar Kebo - Kajen merehab Mushola, Jum'at (14/10). Foto : Eva Abdullah/wartadesa Kajen, Read more

[Video] Pantai Siwalan Nasibmu Kini

https://youtu.be/-ifv0wgTxAM Pesisir pantai siwalan hingga wonokerto Kab. Pekalongan terus terkikis, Pemukiman warga terus terancam hilang. Sebagian rumah warga  sudah tidak Read more

Meneruskan estafet kepemimpinan rating IPPNU Pecakaran

Pelantikan Pimpinan Ranting IPNU IPPNU Pecakaran, Wonokerto - Pekalongan berlangsung khidmad. (14/10) Foto : Wahidatul Maghfiroh/wartadesa. Read more

selengkapnya
Jalan-jalanPendidikanSosial Budaya

Tingkatkan profesionalitas Pokdarwis, pelatihan manajemen wisata digelar

curug-Petungkriyono6

Kajen, Wartadesa. – Peran Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) bisa membantu meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan sehingga berdampak baik terhadap pendapatan masyarakat sekitar. Demikian disampaikan oleh Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga dan Pariwisata, Bambang Irianto kepada Wartadesa, Senin (06/03).

Bambang menambahkan, guna meningkatkan manajemen pengelolaan wisata di Kabupaten Pekalongan, pihaknya Selasa besok akan menggelar pelatihan Manajemen Pengelolaan Wisata Petungkriyono. “Besok, Selasa-Kamis (7-9/03/2017) kami akan menggelar pelatihan tersebut untuk meningkatkan sumber daya manusia (SDM) pengelola wisata agar lebih profesional,” ujarnya.

Pengelolaan wisata yang profesional ini sangat penting bagi Pokdarwis, lanjut Bambang, sehingga para pengunjung bisa puas dan senang berkunjung di obyek wisata yang mereka kelola.

“Dengan kepuasan pengunjung, tentunya ujung-ujungnya akan banyak pengunjung yang datang kembali ke obyek wisata tersebut. Sehingga meningkatkan pendapatan masyarakat sekitar,” lanjut Bambang.

Pelatihan yang akan digelar selama tiga hari ini mengambil tempat di Gedung PGRI Petungkriyono dengan peserta 40 orang. “Pelatihan dilaksanakan di Gedung PGRI Petungkriyono, mulai pukul 08.00 wib sampai dengan selesai dengan peserta dari Pokdarwis Petungkriyono 26 orang dan dari Pokdarwis lainnya 14 orang,” tambah Bambang.

Pelatihan manajemen pengelolaan wisata ini dilakukan dalam rangka mendukung program Bupati Pekalongan, Petungkriyono Cultural Technoforesty Park. Sekaligus untuk membina sumber daya manusia (SDM) pemandu wisata dan pengelola homestay. Pungkas Bambang Irianto. (Bono)

 

Terkait
Pantai Depok, Nasibmu Kini

Meski sudah ada pemecah ombak, abrasi terus menggerus Pantai Depok Pekalongan (12/10)

[caption id="attachment_1311" align="aligncenter" width="1024"] Warga sekitar Mushola Pasar Kebo - Kajen merehab Mushola, Jum'at (14/10). Foto : Eva Abdullah/wartadesa Kajen, Read more

[Video] Pantai Siwalan Nasibmu Kini

https://youtu.be/-ifv0wgTxAM Pesisir pantai siwalan hingga wonokerto Kab. Pekalongan terus terkikis, Pemukiman warga terus terancam hilang. Sebagian rumah warga  sudah tidak Read more

selengkapnya
Jalan-jalanSosial Budaya

Ribuan pelajar meriahkan festival engrang Pemalang

festival engrang

Pemalang, Wartadesa. – Ribuan pelajar memadati Water Park Pantai Widuri untuk mengikuti festival engrang. Peserta dari SD, SMP, SMA/SMK memadati obyek wisata unggulan Kota Ikhlas dalam festival tersebut. Festival ini digelar kali pertama, Sabtu (25/2).

Staf Ahli Bupati, Ahmad Fatah mengatakan, egrang memiliki Filosofi yang dalam, yakni keseimbangan.

“Belajar egrang berari belajar tentang keseimbangan, bila dibawa kedalam pemaknaan yang lebih jauh, maka egrang dapat mengingatkan kita tentang keseimbangan dunia dan akhirat. Keseimbangan kita dengan Allah. sesama makhluk dan lingkungan serta keseimbangan akan peran kita dikeluarga dan masyarakat sehingga egrang benar-benar menjadi dolanan yang menyehatkan jasmani dan rohani kita,” tutur Fatah.

Festival engrang merupakan inovasi dan pengembangan potensi lokal yang patut diapresiasi.
“Banyak potensi Kabupaten Pemalang yang belum tergali secara optimal. Baik potensi yang berupa alam, budaya, termasuk potensi olahraga tradisional,” imbuh Fatah.

Ahmad Fatah berharap festival engrang ini dapat menjadi tradisi tahunan, untuk mengenalkan anak-anak kepada budaya lokal Pemalang.

Sekretaris Dinas Pariwisata Pemalang, Ali Mukharom menyampaikan, kegiatan tersebut merupakan Program kerja Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kabupaten Pemalang. Dengan tujuan untuk ikut memeriahkan Peringatan Hari Jadi Kabupaten Kabupaten Pematang Ke- 442 Tahun 2017. (KBRN)

Terkait
Pantai Depok, Nasibmu Kini

Meski sudah ada pemecah ombak, abrasi terus menggerus Pantai Depok Pekalongan (12/10)

Rusak, warga rehab Mushola “Pasar Kebo”

Warga sekitar Mushola Pasar Kebo - Kajen merehab Mushola, Jum'at (14/10). Foto : Eva Abdullah/wartadesa Kajen, Read more

[Video] Pantai Siwalan Nasibmu Kini

https://youtu.be/-ifv0wgTxAM Pesisir pantai siwalan hingga wonokerto Kab. Pekalongan terus terkikis, Pemukiman warga terus terancam hilang. Sebagian rumah warga  sudah tidak Read more

Meneruskan estafet kepemimpinan rating IPPNU Pecakaran

Pelantikan Pimpinan Ranting IPNU IPPNU Pecakaran, Wonokerto - Pekalongan berlangsung khidmad. (14/10) Foto : Wahidatul Maghfiroh/wartadesa. Read more

selengkapnya
Jalan-jalan

Menikmati perawan Curug Sijodo

curug sijodo tambakroto kajen1

Curug Sijodo di Desa Tambakroto Kecamatan Kajen Kabupaten Pekalongan benar-benar masih perawan. Gak percaya? Buktikan saja sendiri. Curug yang saat ini dikelola warga ini belum banyak diketahui masyarakat Pekalongan, bahkan Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Pekalongan, pun belum memasukkan lokasi Curug Sijodo sebagai destinasi wisata unggulan.

Eksotisnya Curug Sijodo di Desa Tambakrejo – Kajen benar-benar terasa. Sangat alami dan belum mendapat sentuhan apa-apa. Bila pecinta wisata Pekalongan ingin menikmati keperawanan curug, tak ada salahnya untuk menyempatkan mampir dan menikmati dingin dan segarnya air Curug Sijodo.

Perawan. Curug Sijodo benar-benar masih perawan, asri dan alami. Foto: Mas Hadi/Pecinta Wisata Lokal Pekalongan

Lokasi Curug Sijodo yang mudah dijangkau dengan moda transportasi apapun, memanjakan pecinta wisata Pekalongan. Dari Tugu Nol KM, pusat Kota Kajen, Anda dapat melanjutkan perjalanan ke arah selatan, menyusuri jalan melewati Desa Gandarum, Desa Kalijoyo dan naik lagi hingga Desa Tambakroto.  Dari jalan desa Tambakroto, pecinta wisata Pekalongan, cukup berjalan kaki sekitar 200 meter ke lokasi.

Menikmati dinginya air Curug Sijodo. Foto: Mas Hadi/Pecinta Wisata Lokal Pekalongan

Bila pecinta wisata Pekalongan bingung menitipkan motor atau mobil karena parkir yang dikelola oleh pemuda setempat hanya pada hari-hari tertentu saat rame, seperti hari Jum’at dan Ahad. Titipkan saja pada warga sekitar, agar kendaraan kita aman saat kita menikmati asrinya Curug Sijodo.

Curug Sijodo merupakan potensi lokal yang layak dikembangkan oleh warga sebagai obyek wisata unggulan di Kajen. Perlu pendampingan dari masyarakat peduli, Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Pekalongan untuk mendampingi warga. Membentuk kelompok sadar wisata yang mengelola, mengembangkan dan mempromosikan lokasi tersebut. Disamping peran pemerintah, tentunya.

Ada banyak hal yang dapat dikembangkan disini, warung dan pusat oleh-oleh, cinderamata lokal khas desa, homestay dan event menarik dapat dikembangkan oleh warga setempat untuk menarik kunjungan wisatawan.

Pekalongan begitu indah dan begitu banyak destinasi wisata. Sayang kalau tidak dikembangkan secara maksimal untuk meningkatkan taraf hidup warganya. ***(Bono)

Terkait
Menikmati golden sunrise di bukit Pawuluhan Kandangserang

Wartadesa. - Satu lagi tempat wisata di Kabupaten Pekalongan yang menarik untuk dikunjungi yaitu bukit Pawuluhan Kecamatan Kandangserang Kabupaten Pekalongan Read more

Rame di media sosial, obyek wisata Kembanglangit jadi rujukan liburan

Blado, Wartadesa. - Banyaknya pengguna media sosial yang mem-posting keindahan alam Kembanglangit-park menjadikan tempat wisata ini ramai dikunjungi pelancong. Utamanya Read more

Tak Kalah Kekinian, Muda-mudi Gelar Tahun Barunan di Desa

Wartadesa - Semarak menyambut datangnya pergantian baru bukan acap kali membuat kaum muda memutar otak untuk meramaikanya, berbagai pandangan rencana Read more

Libur tahun baru, Karanganyar macet parah

Karanganyar, Wartadesa. Awal tahun baru 2017 yang juga merupakan hari libur, dimanfaatkan warga Pekalongan dan sekitarnya untuk berlibur. Akibatnya jalan Read more

selengkapnya