close

Layanan Publik

EkonomiLayanan Publik

Pedagang Pasar Krempyeng Desa Mrican Ngadu ke Dewan

pasar krempyeng

Warta Desa, Sragi. – Perwakilan pedagang Pasar Krempyeng Desa Mrican, Kecamatan Sragi, Kabupaten Pekalongan, didampingi oleh pemerintah desa dan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Desa Mrican, mengadukan nasib mereka ke DPRD Kabupaten Pekalongan pada Kamis, 6 Juni 2024. Mereka menuntut agar pemerintah desa segera membuat peraturan desa (perdes) untuk melegalkan pasar tersebut menjadi pasar desa, sehingga aktivitas mereka bisa berjalan lebih nyaman dan aman.

Sekitar 50 perwakilan pedagang diterima oleh Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan, Sumar Rosul, didampingi Ketua Komisi II Kholis Jazuli, serta anggota DPRD HM Kennedy. Beberapa kepala dinas terkait juga hadir dalam audiensi yang berlangsung di Ruang Rapat Komisi IV DPRD Kabupaten Pekalongan tersebut. Pengamanan acara ini dilakukan oleh jajaran Polsek Sragi dan Polres Pekalongan.

Ketua Paguyuban Pedagang Pasar Mrican, Septin Linda Purwanti, menyampaikan berbagai kendala yang dihadapi para pedagang terkait pengoperasionalan dan pengembangan Pasar Desa Mrican. Ia memaparkan sejarah pendirian pasar tersebut, mulai dari audiensi pertama di DPRD Kabupaten Pekalongan pada 23 November 2023 hingga perkembangan pasar saat ini.

“Dalam audiensi pertama, Komisi II DPRD Kabupaten Pekalongan memberikan instruksi kepada pemerintah desa melalui Dinas Perdagangan untuk segera mendirikan Pasar Desa Mrican. Selain itu, kepala desa diminta segera melaksanakan musyawarah desa (musdes) dan membentuk peraturan desa terkait pendirian pasar tersebut,” jelas Septin.

Pada 24 November 2023, paguyuban pedagang meminta izin tertulis dari kepala desa untuk menggunakan tanah kas desa sebagai tempat berdagang. Sembari menunggu musdes, pada 27 November 2023, mereka meminta izin tertulis terkait perintah kerja pembangunan pasar (SPK) yang ditandatangani kepala desa dan distempel di Balai Desa Mrican.

Pembangunan pasar selesai pada 30 Desember 2023 dan diresmikan dengan tasyakuran yang dihadiri oleh kepala desa dan Muspika Sragi. Pada 1 Januari 2024, Pasar Desa Mrican resmi berdiri dan mulai ditempati para pedagang.

Namun, hingga kini peraturan desa yang melegalkan pasar tersebut belum juga terbit. Hal ini membuat aktivitas para pedagang masih belum sepenuhnya aman dan nyaman. Dalam audiensi, pedagang berharap agar DPRD Kabupaten Pekalongan dapat mempercepat proses legalisasi pasar ini melalui penerbitan perdes.

Audiensi tersebut diakhiri dengan komitmen dari DPRD Kabupaten Pekalongan dan dinas terkait untuk segera menindaklanjuti permintaan para pedagang. Harapan besar disematkan agar aktivitas perdagangan di Pasar Desa Mrican dapat berjalan dengan lancar dan memberikan dampak positif bagi perekonomian desa. (Rohadi)

Terkait
Rusak, Jalan Raya Ketitang-Sedayu dikeluhkan warga

Bojong, Wartadesa. - Kerusakan Jalan Raya Ketitang (Bojong) - Sedayu (Wonopronggo) dibeberapa titik dikeluhkan warga, musim penghujan menambah kondisi jalan Read more

Lagi, galian C didemo Warga

Karanganyar, Wartadesa. - Rabu ( 03/02) Ratusan warga Desa Kutosari Kecamatan Karanganyar Kabupaten Pekalongan mendatangi lokasi Galian C yang beradi Read more

Gunakan gas bersubsidi, Hotel ini kena sidak

Pemalang, Wartadesa. - Hotel Panorama Randudongkal Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah kedapatan menggunakan tabung gas elpiji bersubsidi ukuran tiga kilogram, alias Read more

Harga lombok di pasar tradisional Pekalongan tembus 40 ribu

Pekalongan Kota, Wartadesa. - Harga lombok atau cabai di Kota Pekalongan dan sekitarnya tembus higga Rp. 32 ribu perkilogram, bahkan Read more

selengkapnya
KesehatanLayanan PublikLingkungan

Dikeluhkan Warga Truk Dam Pengangkut Tanah Beroperasi Saat Jam Sibuk

jalan bojong

Warta Desa, Kajen. – Warga yang beraktifitas di seputaran ruas Jalan Kajen-Wiradesa mengeluhkan polusi udara yang ditimbulkan oleh beroperasinya truk dam pengangkut tanah. Terutama pada jam-jam sibuk aktifitas, pagi dan sore.

Keluhan disampaikan oleh warga lantaran debu yang beterbangan menganggu pengguna jalan, utamanya pelajar dan mahasiswa yang beraktifitas pagi dan sore.

Arus lalu lintas terlihat padat saat truk muatan tanah ini beriringan sampai tiga unit. Bahkan, dari arah sebaliknya pun terlihat iring-iringan truk-truk muatan tanah yang kosong melaju ke arah Kajen.

Jalur Kajen-Bojong saat pagi maupun sore hari sangatlah padat. Karena di jalur itu banyak pelajar dan pekerja yang hendak berangkat.

Salah seorang warga Bojong, Yanto berharap, truk muatan yang membawa tanah atau yang masih kosong agar tidak beroperasi di jam-jam sibuk.

“Dari pagi hingga sore hari terlihat puluhan truk pengangkut tanah melintas di jalan ini. Kasihan kalau harus ngekor truk dump,” ucap Yanto Rabu (5/6/2024).

Tak hanya itu, warga juga harus berjibaku dengan debu yang sangat mengganggu. Seringkali truk yang membawa muatan tanah itu melebihi batas tonase.

“Walaupun truk muatan ada tutupnya diatas, tapi kadang melebihi batas sehingga muatan jatuh ke bawah, dan kendaraan yang dari belakang terkena imbasnya,” ucapnya.

Menurutnya, jika truk muatan tanah beroperasi pada jam padat, ditakutkan terjadi kecelakaan. Yanto menambahkan, tahun lalu ada kecelakaan saat jam sibuk. Sebuah truk tanah terbalik di dekat SMAN 1 Bojong.

“Tahun lalu pas jam sekolah, truk tanah terbalik sehingga terjadi kemacetan panjang,” imbuhnya.

Biasanya ada polisi lalu lintas yang mengatur arus di sekitar tikungan kampir dan SMAN 1 Bojong. Namun untuk hari ini tidak terlihat Anggota yang bertugas.

“Hari ini tidak kelihatan polisi yang mengatur arus lalu lintas,” imbuhnya.

Sementara itu, Kasatlantas Polres Pekalongan AKP Joko Supriyanto saat dihubungi terkait jam operasional truk muatan tanah. Pihaknya belum memberikan keterangan.

 

sumber: kfm

Terkait
Rusak, Jalan Raya Ketitang-Sedayu dikeluhkan warga

Bojong, Wartadesa. - Kerusakan Jalan Raya Ketitang (Bojong) - Sedayu (Wonopronggo) dibeberapa titik dikeluhkan warga, musim penghujan menambah kondisi jalan Read more

Lagi, galian C didemo Warga

Karanganyar, Wartadesa. - Rabu ( 03/02) Ratusan warga Desa Kutosari Kecamatan Karanganyar Kabupaten Pekalongan mendatangi lokasi Galian C yang beradi Read more

Ombudsman apresiasi Polres Batang bentuk tim khusus tangani kasus pembunuhan Haniyah

Batang, Wartadesa. - Polres Batang Jawa Tengah menegaskan komitmennya untuk menangani kasus pembunuhan yang menewaskan Haniyah (35), warga Desa Gapuro Read more

Warga Gondang pertanyakan hasil pajak parkir pasar

Pemalang, Wartadesa. - 50 pemuda Desa Gondang Kecamatan Taman Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah mempertanyakan hasil pajak parkir pasar desa. Mereka Read more

selengkapnya
Layanan Publik

SPN Kabupaten Pekalongan Tolak Tapera

spn pekalongan tolak tapera

Warta Desa, Kajen. – Rencana pemerintah untuk memotong gaji buruh sebesar tiga persen (2,5 ditanggung pekerja dan 0,5 persen ditanggung pengusaha) pada program Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera) ditolak oleh DPC Serikat Pekerja Nasional (SPN) Kabupaten Pekalongan.

Penolakan tersebut disampaikan dalam aksi yang digelar di kantor Dinsosnakertrans Senin )03/06/2024) kemarin.

Menurut Ali Sholeh, Ketua DPC SPN Kabupaten Pekalongan, Tapera ditolak lantaran semakin memberatkan beban buruh.

Sholeh menyebut bahwa saat ini potongan gaji buruh sudah cukup banyak. Yakni potongan BPJS Kesehatan, BPJS Ketenagakerjaan dan lain-lain. Jika pemeritah menambah potongan Tapera, jelas membebani pekerja.

“Buruh itu sudah ada potongan-potongan BPJS Kesehatan, BPJS Ketenagakerjaan, itu sudah gede. Mau dipotong lagi untuk Tapera 3 persen, yang 2,5 persen dari upah buruh, yang setengah persen dari pengusaha. Hampir 10 persen itu potongannya dari upah buruh,” ujar dia.

Sholeh menambahkan, di daerah, upah buruh dikenakan PPh, jika ditambah dengan potongan Tapera, maka potongan bagi para pekerja bisa mencapai 12 persen.

Menurutnya banyak pekerja yang sudah mempunyai rumah. Sehingga program Tapera ini semakin membebani nasib pekerja. (.*.)

Terkait
Rusak, Jalan Raya Ketitang-Sedayu dikeluhkan warga

Bojong, Wartadesa. - Kerusakan Jalan Raya Ketitang (Bojong) - Sedayu (Wonopronggo) dibeberapa titik dikeluhkan warga, musim penghujan menambah kondisi jalan Read more

Lagi, galian C didemo Warga

Karanganyar, Wartadesa. - Rabu ( 03/02) Ratusan warga Desa Kutosari Kecamatan Karanganyar Kabupaten Pekalongan mendatangi lokasi Galian C yang beradi Read more

Ombudsman apresiasi Polres Batang bentuk tim khusus tangani kasus pembunuhan Haniyah

Batang, Wartadesa. - Polres Batang Jawa Tengah menegaskan komitmennya untuk menangani kasus pembunuhan yang menewaskan Haniyah (35), warga Desa Gapuro Read more

Warga Gondang pertanyakan hasil pajak parkir pasar

Pemalang, Wartadesa. - 50 pemuda Desa Gondang Kecamatan Taman Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah mempertanyakan hasil pajak parkir pasar desa. Mereka Read more

selengkapnya
Layanan PublikSosial Budaya

Akses Petungkriyono-Banjarnegara Terputus Akibat Jembatan Amblas

jembatan gumelem ambruk

Warta Desa, Petungkriyono. – Ruas jalan Petungkriyono arah Banjarnegara lumpuh akibat amblasnya jembatan Karangsari Desa Gumelem, Kecamatan Petungkriyono, Kabupaten Pekalongan, Sabtu malam (01/06/2924) kemarin.

Jembatan yang menjadi akses satu-satunya bagi warga Petungkriyono ke Banjarnegara ini amblas lantaran dimakan usia. Demikian disebutkan Ta’at, Kepala Desa Gumelem. “Kondisi jembatan sudah tua dan diterjang banjir Sungai Karangsari,” tuturnya. Ahad (02/06).

“Jembatannya sih kecil, 6 kali 3 meter, tapi ini berada di jalan utama Petungkriyono – Banjarnegara, dan tidak ada jalur alternatif lainnya,” kata dia.

Lumpuhnya akses transportasi ke arah Banjarnegara ini sempat menyebabkan penumpukan kendaraan sejak kemarin pagi. Warga yang melihat hal tersebut, segera saja, melakukan gotong-royong memasang kayu agar jalan bisa dilalui kendaraan.

“Ini untuk sementara kendaraan roda dua dan kendaraan kecil bisa melewati jembatan darurat ini. Namun untuk angkutan barang belum bisa,” ujar Ta’at. (.*.)

 

 

Terkait
Terseret ombak di Pantai Kisik Wonokerto, dua anak meninggal

Tirto, Wartadesa. - Dua saudara sepupu terseret ombak di Pantai Kisik Wonokerto, Senin (01/01) sekitar pukul 11.35 WIB. Kedua bucah Read more

Gudang oven pabrik kayu lapis di Karanganyar ludes terbakar

Karanganyar, Wartadesa. - Gudang Oven Kayu Lapis PT Duta Albasy di Jalan Raya Kulu Asri, Desa Kulu Kecamatan Karanganyar Kab. Read more

Rusak, Jalan Raya Ketitang-Sedayu dikeluhkan warga

Bojong, Wartadesa. - Kerusakan Jalan Raya Ketitang (Bojong) - Sedayu (Wonopronggo) dibeberapa titik dikeluhkan warga, musim penghujan menambah kondisi jalan Read more

Lagi, galian C didemo Warga

Karanganyar, Wartadesa. - Rabu ( 03/02) Ratusan warga Desa Kutosari Kecamatan Karanganyar Kabupaten Pekalongan mendatangi lokasi Galian C yang beradi Read more

selengkapnya
Berita DesaLayanan Publik

Kondisi Memprihatinkan Rumah Bambu Nenek Suparti Rawan Ambruk

rumah nenek

Warta Desa. Kabupaten Pekalongan –  Kondisi rumah Nenek Suparti di Desa Watugajah, Kecamatan Kesesi, Kabupaten Pekalongan Jawa tengah, sungguh memprihatinkan. Keluarga tersebut termasuk dalam kategori keluarga yang tidak mampu, dengan satu rumah dihuni oleh tujuh anggota keluarga.

Nenek Suparti, yang kini sudah tidak bekerja, hanya mengandalkan penghasilan dari anaknya yang bekerja sebagai buruh jahit di industri konveksi. Keseharian mereka dipenuhi dengan keterbatasan, namun tetap dihadapi dengan semangat dan kebersamaan.

Rumah yang ditempati oleh Nenek Suparti dan keluarganya sangat sederhana dan membutuhkan perbaikan. Dengan kondisi ekonomi yang sulit, mereka kesulitan untuk memenuhi kebutuhan dasar sehari-hari, apalagi untuk memperbaiki kondisi rumah yang sudah tidak layak huni.

Kepala desa Watugajah Suhadi, Saat di konfirmasi oleh awak media Menyampaikan, kaitan dengan nenek Suparti memang sangat memprihatinkan keadanya. untuk pemerintah desa juga proaktif memikirkan bantuan untuk nenek Suparti sekeluarga, seperti BLT ,Sembako dll,

Disamping rumah nenek Suparti juga sudah ada material herbel dan batu belah bantuan dari BAZNAS itupun dari pihak desa yang mengajukan bantuan ke BAZNAS.ujarnya,” Ujarnya 2 Juni 2024.

Harapannya, perhatian dari pemerintah daerah maupun masyarakat sekitar dapat meringankan beban Nenek Suparti dan keluarganya, sehingga mereka dapat hidup dengan lebih layak dan nyaman. Semoga bantuan dan kepedulian dari berbagai pihak dapat membantu mereka keluar dari kondisi yang memprihatinkan ini. ( RHD)

Terkait
Rusak, Jalan Raya Ketitang-Sedayu dikeluhkan warga

Bojong, Wartadesa. - Kerusakan Jalan Raya Ketitang (Bojong) - Sedayu (Wonopronggo) dibeberapa titik dikeluhkan warga, musim penghujan menambah kondisi jalan Read more

Lagi, galian C didemo Warga

Karanganyar, Wartadesa. - Rabu ( 03/02) Ratusan warga Desa Kutosari Kecamatan Karanganyar Kabupaten Pekalongan mendatangi lokasi Galian C yang beradi Read more

Ombudsman apresiasi Polres Batang bentuk tim khusus tangani kasus pembunuhan Haniyah

Batang, Wartadesa. - Polres Batang Jawa Tengah menegaskan komitmennya untuk menangani kasus pembunuhan yang menewaskan Haniyah (35), warga Desa Gapuro Read more

Warga Gondang pertanyakan hasil pajak parkir pasar

Pemalang, Wartadesa. - 50 pemuda Desa Gondang Kecamatan Taman Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah mempertanyakan hasil pajak parkir pasar desa. Mereka Read more

selengkapnya
Layanan Publik

Pohon Tua Lapuk Bahayakan Pengguna Jalan

pohon tua

Warta Desa, Kabupaten Pekalongan– Sebuah pohon besar yang sudah tua dan lapuk, terletak di Jalan Raya Karanganyar Kulu, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Pekalongan, kini mengkhawatirkan warga setempat. Pasalnya, pohon tersebut kerap kali menjatuhkan ranting-ranting besar yang dapat membahayakan para pengguna jalan, terutama saat hujan dan angin kencang.

Fahmi, seorang karyawan yang bekerja di toko besi yang berlokasi tepat di depan pohon tua tersebut, mengungkapkan kekhawatirannya. Ia menceritakan bahwa sudah dua kali ada korban yang tertimpa ranting besar dari pohon tersebut.

“Setidaknya sudah dua kali ada korban yang tertimpa ranting besar dari pohon itu,” ujarnya, Kamis (30/5).

Menurut Fahmi, ia dan rekannya telah berusaha melaporkan kondisi berbahaya ini kepada pihak Bina Marga. Namun, hingga saat ini, belum ada tindakan berarti yang diambil oleh pihak terkait.

“Kami sudah melaporkan hal ini ke pihak Bina Marga, tapi belum ada tindakan yang berarti,” tambahnya.

Situasi ini menjadi sangat berbahaya ketika hujan turun atau angin kencang melanda, karena ranting-ranting pohon yang sudah lapuk semakin mudah patah dan jatuh.

“Saat hujan atau angin kencang, ranting-ranting pohon itu semakin mudah patah dan jatuh. Ini sangat berbahaya, Apalagi ada Banyak Kabel Listrik ” jelas Fahmi.

Fahmi berharap agar pihak terkait dapat segera bertindak untuk mengatasi masalah ini sebelum ada korban berikutnya.

“Saya berharap pihak terkait segera bertindak sebelum ada korban berikutnya,” Pungkasnya. (Rohadi)

Terkait
Rusak, Jalan Raya Ketitang-Sedayu dikeluhkan warga

Bojong, Wartadesa. - Kerusakan Jalan Raya Ketitang (Bojong) - Sedayu (Wonopronggo) dibeberapa titik dikeluhkan warga, musim penghujan menambah kondisi jalan Read more

Lagi, galian C didemo Warga

Karanganyar, Wartadesa. - Rabu ( 03/02) Ratusan warga Desa Kutosari Kecamatan Karanganyar Kabupaten Pekalongan mendatangi lokasi Galian C yang beradi Read more

Ombudsman apresiasi Polres Batang bentuk tim khusus tangani kasus pembunuhan Haniyah

Batang, Wartadesa. - Polres Batang Jawa Tengah menegaskan komitmennya untuk menangani kasus pembunuhan yang menewaskan Haniyah (35), warga Desa Gapuro Read more

Warga Gondang pertanyakan hasil pajak parkir pasar

Pemalang, Wartadesa. - 50 pemuda Desa Gondang Kecamatan Taman Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah mempertanyakan hasil pajak parkir pasar desa. Mereka Read more

selengkapnya
Layanan PublikLingkungan

Warga Desa Kalipancur Resah dengan Tumpukan Sampah di Pintu Air Surupan

sampah

Warta Desa. Pekalongan – Warga Desa Kalipancur, Kecamatan Bojong, Kabupaten Pekalongan, merasa tidak nyaman dengan adanya tumpukan sampah yang terletak di pintu air Surupan atau BDW5 jaringan Sudi Kampir. Tumpukan sampah ini menjadi sumber keluhan masyarakat karena menimbulkan berbagai masalah, termasuk potensi penyebaran penyakit dan penyumbatan saluran irigasi yang mengganggu pengairan sawah.

Menurut Muhroji, Kepala Desa Kalipancur, sampah-sampah tersebut bersumber dari saluran air Padurekso yang meliputi Desa Wangandowo, Desa Sumurjomblangbogo, dan Desa Kalipancur. “Sampah ini mengalir dari desa-desa lain melalui saluran air Padurekso dan berakhir di pintu air Surupan. Akibatnya, desa kami yang merasakan dampak buruknya,” jelas Muhroji.

Muhroji menyatakan bahwa pihaknya telah melaporkan kondisi ini ke Dinas Sumber Daya Air atau PSDA Kabupaten Pekalongan, namun hingga kini belum ada tindak lanjut yang berarti. “Kami sudah melaporkan masalah ini, tetapi sampai sekarang belum ada tindakan konkret dari pihak berwenang,” tambahnya.

Warga Desa Kalipancur berharap agar pemerintah segera mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk membersihkan tumpukan sampah tersebut. Selain mengganggu estetika lingkungan, sampah yang menumpuk di pintu air juga menjadi sumber penyakit bagi masyarakat sekitar. “Kami khawatir dengan kesehatan kami. Selain itu, sampah yang menyumbat saluran irigasi juga menghambat pengairan sawah, yang berdampak pada hasil pertanian kami,” ujar seorang warga setempat.

Muhroji menegaskan bahwa desanya hanya menerima dampak buruk dari sampah yang mengalir sepanjang sungai tersebut. “Kami berharap agar dalam waktu dekat ini, pihak berwenang dapat segera bertindak untuk membersihkan sampah-sampah ini,” harapnya.

Dengan adanya laporan ini, diharapkan dinas terkait dapat segera turun tangan untuk menangani masalah sampah yang meresahkan warga Desa Kalipancur. Warga berharap tindakan cepat dapat segera dilakukan untuk memulihkan kondisi lingkungan yang sehat dan bersih. (RHD)

Terkait
Rusak, Jalan Raya Ketitang-Sedayu dikeluhkan warga

Bojong, Wartadesa. - Kerusakan Jalan Raya Ketitang (Bojong) - Sedayu (Wonopronggo) dibeberapa titik dikeluhkan warga, musim penghujan menambah kondisi jalan Read more

Lagi, galian C didemo Warga

Karanganyar, Wartadesa. - Rabu ( 03/02) Ratusan warga Desa Kutosari Kecamatan Karanganyar Kabupaten Pekalongan mendatangi lokasi Galian C yang beradi Read more

Ombudsman apresiasi Polres Batang bentuk tim khusus tangani kasus pembunuhan Haniyah

Batang, Wartadesa. - Polres Batang Jawa Tengah menegaskan komitmennya untuk menangani kasus pembunuhan yang menewaskan Haniyah (35), warga Desa Gapuro Read more

Warga Gondang pertanyakan hasil pajak parkir pasar

Pemalang, Wartadesa. - 50 pemuda Desa Gondang Kecamatan Taman Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah mempertanyakan hasil pajak parkir pasar desa. Mereka Read more

selengkapnya
Layanan PublikSosial Budaya

Pohon Besar Rindang di Karangayar, Kajen Membahayakan Pengguna Jalan Raya, Belum Ada Tindakan dari Dinas Terkait

pohon

Warta Desa, Pekalongan. – Sebuah pohon besar yang terletak di tepi jalan raya Karangayar, Kajen, Kabupaten Pekalongan jalan tersebut adalah jalan provinsi, kini menjadi ancaman serius bagi keselamatan para pengguna jalan. Meskipun pohon ini selama bertahun-tahun telah memberikan keteduhan dan kenyamanan bagi warga sekitar, kondisinya yang semakin rapuh sekarang justru menimbulkan kekhawatiran.

Menurut laporan warga, pohon ini menunjukkan tanda-tanda kerusakan parah pada batang dan cabang-cabang utamanya. Daun-daun mulai menguning, ranting-ranting sering jatuh, dan bagian batang tampak keropos, meningkatkan risiko tumbangnya pohon tersebut, terutama saat cuaca buruk seperti hujan lebat dan angin kencang.

Haji Iwan , seorang warga Karangayar, menyampaikan kekhawatirannya, “Setiap kali saya lewat sini, saya selalu was-was. Dan sudah sempat menimpa korban yang pas melintas di jalan tersebut. Pohon ini sangat besar, dan kalau tiba-tiba tumbang, bisa sangat berbahaya bagi pengguna jalan.” Kekhawatiran serupa juga dirasakan oleh pengendara lain yang sering melintasi jalur ini, Senin, 27 Mei 2024.

Namun, meski kekhawatiran warga semakin meningkat, hingga saat ini belum ada tindakan nyata dari dinas terkait untuk menangani kondisi pohon yang rapuh tersebut. Warga sangat berharap kepada dinas terkait untuk segera ada tindakan karena sudah ada korban tertimpa ranting rating yang jatuh, jelasnya .

Titik letak pohon besar tersebut, Didesa kulu baru depan toko besi baja, sebelum pom bensin sebelah kiri jalan kalau dari arah Kajen.

Kami sangat berharap pemerintah segera bertindak sebelum terjadi sesuatu yang buruk,” ujar Hartono, seorang warga yang tinggal di jalur jalan provinsi karangayar – kajen.

Kondisi ini membuat warga dan pengguna jalan semakin cemas. Mereka berharap agar dinas terkait segera turun tangan untuk melakukan pemeriksaan dan mengambil langkah-langkah yang diperlukan, seperti pemangkasan cabang-cabang yang rapuh atau bahkan penebangan pohon jika kondisinya sudah sangat membahayakan.

Sementara menunggu tindakan dari pihak berwenang, pengguna jalan dihimbau untuk ekstra hati-hati saat melintasi area tersebut dan menghindari parkir di bawah pohon yang tampak rapuh. Keselamatan publik menjadi prioritas utama, dan tindakan pencegahan sederhana ini diharapkan dapat mengurangi risiko kecelakaan.

Dengan meningkatnya kesadaran dan tekanan dari masyarakat, diharapkan dinas terkait segera merespons dan mengambil langkah cepat untuk memastikan keselamatan dan kenyamanan para pengguna jalan jalur provinsi Karangayar – Kajen, Kabupaten Pekalongan. (RHD)

Terkait
Terseret ombak di Pantai Kisik Wonokerto, dua anak meninggal

Tirto, Wartadesa. - Dua saudara sepupu terseret ombak di Pantai Kisik Wonokerto, Senin (01/01) sekitar pukul 11.35 WIB. Kedua bucah Read more

Gudang oven pabrik kayu lapis di Karanganyar ludes terbakar

Karanganyar, Wartadesa. - Gudang Oven Kayu Lapis PT Duta Albasy di Jalan Raya Kulu Asri, Desa Kulu Kecamatan Karanganyar Kab. Read more

Rusak, Jalan Raya Ketitang-Sedayu dikeluhkan warga

Bojong, Wartadesa. - Kerusakan Jalan Raya Ketitang (Bojong) - Sedayu (Wonopronggo) dibeberapa titik dikeluhkan warga, musim penghujan menambah kondisi jalan Read more

Lagi, galian C didemo Warga

Karanganyar, Wartadesa. - Rabu ( 03/02) Ratusan warga Desa Kutosari Kecamatan Karanganyar Kabupaten Pekalongan mendatangi lokasi Galian C yang beradi Read more

selengkapnya
Berita DesaLayanan Publik

Warga Kesesi Tanam Pisang di Jalan, Ada Apa?

tanam pohon pisang

Warta Desa, Kesesi. – Warga Desa Kesesi Dukuh Bantul/Karang Mulyo, mengekspresikan rasa kekecewaannya terhadap janji Pemerintah Desa (Pemdes) setempat untuk membangun jalan di dukuh bantul /Karang mulyo. Beberapa warga mengatakan bahwa sudah bertahun-tahun mereka menunggu pembangunan jalan tersebut,Padahal sudah pernah di survai untuk perbaikan namun hingga saat ini janji tersebut tidak kunjung ditepati. 06 Mei 2024,

Menyikapi ketidakpastian ini, warga akhirnya memutuskan untuk melakukan aksi dengan menanam pohon pisang sepanjang jalan desa,dukuh karang mulyo/Bantul tersebut, sebagai bentuk protes mereka. Warga merasa bahwa mereka telah dikhianati oleh janji Pemdes Kesesi, sementara mereka membutuhkan jalan yang baik dan layak untuk kebutuhan transportasi sehari-hari.

Seharusnya, Pemdes Kesesi lebih memperhatikan kepentingan masyarakat desa mbantul (Karangmulyo) setempat, terlebih lagi dalam hal infrastruktur dasar seperti jalan. Warga berharap bahwa Pemdes Kesesi juga mempertimbangkan kesulitan dan tantangan yang harus dihadapi oleh warga setempat, dan secepatnya memenuhi janji mereka untuk membangun jalan yang dibutuhkan.

Aksi tanam pohon pisang sepanjang jalan tersebut diharapkan dapat menunjukkan rasa kekecewaan dan ketidakpuasan warga terhadap janji Pemdes Kesesi. Warga berharap bahwa aksi tersebut dapat membuat pemerintah desa memperhatikan kebutuhan masyarakatnya dan segera memperbaiki jalan dukuh karangmuyo atau Bantul yang sudah lama rusak. (RHD)

Terkait
Rusak, Jalan Raya Ketitang-Sedayu dikeluhkan warga

Bojong, Wartadesa. - Kerusakan Jalan Raya Ketitang (Bojong) - Sedayu (Wonopronggo) dibeberapa titik dikeluhkan warga, musim penghujan menambah kondisi jalan Read more

Lagi, galian C didemo Warga

Karanganyar, Wartadesa. - Rabu ( 03/02) Ratusan warga Desa Kutosari Kecamatan Karanganyar Kabupaten Pekalongan mendatangi lokasi Galian C yang beradi Read more

Ombudsman apresiasi Polres Batang bentuk tim khusus tangani kasus pembunuhan Haniyah

Batang, Wartadesa. - Polres Batang Jawa Tengah menegaskan komitmennya untuk menangani kasus pembunuhan yang menewaskan Haniyah (35), warga Desa Gapuro Read more

Warga Gondang pertanyakan hasil pajak parkir pasar

Pemalang, Wartadesa. - 50 pemuda Desa Gondang Kecamatan Taman Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah mempertanyakan hasil pajak parkir pasar desa. Mereka Read more

selengkapnya
Layanan PublikSosial Budaya

Kondisi Atap Pujasera Alun-Alun Pemalang Memprihatinkan

atap pujasera pemalang

Warta Desa, Pemalang. – Nyaris rubuh! Begitulah kondisi atap pusat jajan selera rakyat (Pujasera) di kompleks Alun-Alun Pemalang. Melihat hal demikian, Bupati Pemalang memerintahkan dinas terkait segera menindaklanjuti.

“Segera saya perintahkan diskoperindag untuk menindaklanjutinya,” ujarnya, Kamis (25/4/2024).

Diketahui, atap pujasera yang nyaris rubuh tersebut berada di sisi Utara Alun-alun. Pujasera tersebut masih digunakan oleh para pedagang UMKM untuk menjajakan kuliner khas Kota Iklas.

Selain memerintahkan melalukan perbaikan, Mansur berjanji akan melakukan penataan kawasan Alun-Alun Pemalang agar penampiannya lebih estetik.

“Nanti kita cek juga kondisi alun-alun seperti apa, ya, kita tata supaya bagus, supaya menarik. Karena alun-alun kan menjadi landmark,” pungkasnya. (.*.)

Terkait
Terseret ombak di Pantai Kisik Wonokerto, dua anak meninggal

Tirto, Wartadesa. - Dua saudara sepupu terseret ombak di Pantai Kisik Wonokerto, Senin (01/01) sekitar pukul 11.35 WIB. Kedua bucah Read more

Gudang oven pabrik kayu lapis di Karanganyar ludes terbakar

Karanganyar, Wartadesa. - Gudang Oven Kayu Lapis PT Duta Albasy di Jalan Raya Kulu Asri, Desa Kulu Kecamatan Karanganyar Kab. Read more

Rusak, Jalan Raya Ketitang-Sedayu dikeluhkan warga

Bojong, Wartadesa. - Kerusakan Jalan Raya Ketitang (Bojong) - Sedayu (Wonopronggo) dibeberapa titik dikeluhkan warga, musim penghujan menambah kondisi jalan Read more

Lagi, galian C didemo Warga

Karanganyar, Wartadesa. - Rabu ( 03/02) Ratusan warga Desa Kutosari Kecamatan Karanganyar Kabupaten Pekalongan mendatangi lokasi Galian C yang beradi Read more

selengkapnya