close

Layanan Publik

Layanan PublikPendidikan

Sekolah di Pemalang belum alokasikan Dana BOS untuk kuota internet siswa, mengapa?

dindikbud pemalang

Pemalang, Wartadesa. – Hampir seluruh lembaga pendidikan formal di Kota Ikhlas belum menyalurkan Dana BOS untuk pembelian kuota internet siswa dalam pembelajaran jarak jauh (daring–PJJ), meski revisi Permendikbud Nomor 8 Tahun 2020 tentang Petunjuk Teknis (Juknis) Biaya Operasional Sekolah (BOS) Reguler, menyebut Dana BOS bisa digunakan untuk pembelian kuota internet siswa dan guru.

Mendikbud Nadiem Makarim memberlakukan Permendikbud Nomor 19 Tahun 2020 tentang Perubahan Atas Permendikbud Nomor 8 Tahun 2020 tentang Juknis BOS Reguler. Dalam Permendikbud baru itu, diatur ketentuan bahwa dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) bisa digunakan untuk membeli pulsa internet bagi guru dan siswa dalam mendukung pembelajaran dari rumah selama masa darurat Covid-19.

Dalam Pasal 9A Permendikbud Nomor 19 Tahun 2020, disebutkan bahwa selama masa penetapan status Kedaruratan Kesehatan Masyarakat Covid-19 yang ditetapkan Pemerintah Pusat, sekolah dapat menggunakan dana BOS Reguler untuk pembiayaan langganan daya dan jasa. Pembiayaan langganan daya dan jasa tersebut dapat digunakan untuk pembelian pulsa, paket data, dan/atau layanan pendidikan daring berbayar bagi pendidik dan/atau peserta didik dalam rangka pelaksanaan pembelajaran dari rumah. Ketentuan penggunaan dana BOS Reguler  ini berlaku mulai April 2020 sampai dengan dicabutnya penetapan status kedaruratan kesehatan masyarakat Covid-19 oleh pemerintah pusat.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pemalang, Mualif mengatakan bahwa baru lima sekolah setingkat SMP yang memberikan bantuan kuota untuk siswa. Lima sekolah tersebut bekerja sama dengan penyedia layanan internet (Provider).

Terkait enggannya sekolah di Kabupaten Pemalang menyalurkan bantuan kuota internet untuk siswa, Mualif menambahkan bahwa pihaknya mendorong para kepala sekolah untuk menyalurkannya. “Yang lain masih kita dorong, sedangkan untuk informasi yang dari Kementrian belum ada juknis sampai hari ini,” ujar Mualif, Senin (31/08).

Mualif menambahkan bahwa saat masa pandemi Covid-19, dua prinsip yang menjadi pijakan Dindikbud Pemalang, yakni keselamatan dan keamanan masyarakat sekolah, yang kedua adalah prinsip tumbuh kembang anak juga diperhatikan, “pemberian kuota internet tersebut adalah salah satu bentuk perhatian terhadap tumbuh kembang anak dalam interaksi jarak jauh.” Ujarnya. (Eva Abdullah)

Terkait
Rusak, Jalan Raya Ketitang-Sedayu dikeluhkan warga

Bojong, Wartadesa. - Kerusakan Jalan Raya Ketitang (Bojong) - Sedayu (Wonopronggo) dibeberapa titik dikeluhkan warga, musim penghujan menambah kondisi jalan Read more

Lagi, galian C didemo Warga

Karanganyar, Wartadesa. - Rabu ( 03/02) Ratusan warga Desa Kutosari Kecamatan Karanganyar Kabupaten Pekalongan mendatangi lokasi Galian C yang beradi Read more

PKS Kota Santri serahkan bantuan al-Quran

Kedungwuni, Waradesa. - Jajaran Pengurus Dewan Pimpinan Daerah Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kabupaten Pekalongan, Kamis (05/01) mendatangi komplek Ponpes Miftakhul Read more

Ratusan penjaga sekolah di Batang tuntut kesejahteraan

Batang, Wartadesa. - Kecilnya honor bagi penjaga sekolah di wilayah Batang, semetara tanggung jawab mereka yang besar, seperti harus bertanggung Read more

selengkapnya
KesehatanLayanan Publik

Bandel tidak kenakan masker bakal ditindak

masker batang
  • Di Pekalongan razia masker digelar

Batang, Wartadesa. – Keengganan warga mengenakan masker bukan saja lantaran abai dengan menjaga kesehatan maupun tidak percaya bahwa virus Covid-19 masih ada di sekitar mereka. Namun masih banyaknya tokoh publik kadang muncul tanpa mengenakan masker maupun menjaga protokol kesehatan, membuat perilaku mereka ditiru.

Namun demikian warga musti sadar bahwa penyebaran virus Korona masih terus tinggi. ”Penyebaran Covid-19 di Batang masih terus terjadi, tapi masih banyak warga yang ‘ndablek’ dengan menyepelekan, bahkan tidak mentaati protokol kesehatan,” ujar Bupati Batang Wihaji saat memberi pengarahan dihadapan peserta apel penegakan disiplin protokol kesehatan di Jalan Vetaran, Kabupaten Batang, Senin (24/8).

Terkait dengan masih banyaknya warga yang ‘ndableg’, menurut Wihaji perlu adanya aturan wajib masker. ”Ketentuan wajib mengenakan masker merupakan salah satu ikhtiar dalam mencegah penyebaran Covid-19 di Kabupaten Batang, maka tim gabungan harus gencar melakukan sosialisasi dan juga penindakan bagi warga yang tidak mentaatinya,” jelasnya.

Menurut orang nomor satu di Batang ini, warga yang membandel akan dikenakan sanksi berupa sanksi sosial, bahkan denda. ” Meski demikian, jika ada yang tetap membandel, maka sanksi kerja sosial bahkan denda bisa diperlakukan,” tuturnya.

Penerapan wajib masker dan protokol kesehatan juga akan diterapkan di tempat keramaian, seperti obyek wisata, kafe dan fasilitas pelayanan publik. ” Pengelola kafe, rumah makan ataupun tempat keramaian wajib mentaati protokol kesehatan. Jika ada yang membandel, maka bisa ditindak tegas dengan penerapan sanksi denda. Termasuk juga untuk lingkungan perkantoran baik di Pemda atau swasta bisa dijadikan sasaran penertiban protokol kesehatan. Jika ada yang melanggar, maka sanksi bisa diberikan,” lanjutnya.

Polres Pekalongan Gelar Razia Masker

Jajaran Polres Pekalongan menggelar patroli dan menghimbauan pencegahan penyebaran covid 19 di wilayah hukum Polres Pekalongan, Senin (24/8).

Dengan menggunakan pengeras suara, petugas mengingatkan kepada seluruh masyarakat untuk tetap patuh menerapkan protokol kesehatan seperti penggunaan masker dan tetap menjaga jarak.

Menurut Kapolres Pekalongan AKBP Aris Tri Yunarko, melalui Kasubbag Humas AKP Akrom, Senin (24/8/2020) mengatakan, dari pantauan masih banyak masyarakat yang mengabaikan protokol kesehatan seperti penggunaan masker dan jaga jarak. Pihaknya juga menghimbau agar warga tetap mematuhi protokol kesehatan sebagai upaya pencegahan penyebaran Covid 19 saat ini.

“Dalam patroli kali ini kepolisian juga memberikan masker pada warga yang tidak menggunakan masker. Kepolisian akan terus melakukan patroli di beberapa titik untuk mengantisipasi adanya aktivitas masyarakat di luar rumah yang masih tidak mengindahkan protokol kesehatan yakni memakai masker,” katanya.

Untuk itu Kasubbag Humas mengimbau kepada seluruh masyarakat Kabupaten Pekalongan untuk selalu mematuhi protocol kesehatan di tengah situasi pandemi Covid-19.

“Dalam beraktivitas baik itu sedang berada di luar rumah untuk keperluan tertentu atau berada di mana saja selalu menggunakan masker dan selalu mentaati himbauan pemerintah dalam penanganan Covid-19” tutur AKP Akrom. (Eva Abdullah)

Terkait
Rusak, Jalan Raya Ketitang-Sedayu dikeluhkan warga

Bojong, Wartadesa. - Kerusakan Jalan Raya Ketitang (Bojong) - Sedayu (Wonopronggo) dibeberapa titik dikeluhkan warga, musim penghujan menambah kondisi jalan Read more

Lagi, galian C didemo Warga

Karanganyar, Wartadesa. - Rabu ( 03/02) Ratusan warga Desa Kutosari Kecamatan Karanganyar Kabupaten Pekalongan mendatangi lokasi Galian C yang beradi Read more

Ombudsman apresiasi Polres Batang bentuk tim khusus tangani kasus pembunuhan Haniyah

Batang, Wartadesa. - Polres Batang Jawa Tengah menegaskan komitmennya untuk menangani kasus pembunuhan yang menewaskan Haniyah (35), warga Desa Gapuro Read more

Warga Gondang pertanyakan hasil pajak parkir pasar

Pemalang, Wartadesa. - 50 pemuda Desa Gondang Kecamatan Taman Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah mempertanyakan hasil pajak parkir pasar desa. Mereka Read more

selengkapnya
Layanan PublikTekno

Desa Digital jadi rujukan penyusunan RPJMDes

didiek

Kajen, Wartadesa. – Pelaksanaan Sistem Informasi Desa (SID) menjadi penting menuju desa digital untuk mempercepat pelayanan publik dan pengelolaan keuangan desa dengan pemanfaatan teknologi informatika (IT).

Target implementasi desa digital seperti dicanangkan oleh Kemendes PDTT yakni pada tahun 2021. Demikian disampaikan oleh Didiek Harahap, Ketua Yayasan Gema Desa Nusantara yang juga menjadi Direktur Utama Warta Desa dalam sosialisasi penerapan SID dihadapan para kepala desa dan kepala kelurahan se-Kecamatan Kajen, Sabtu (22/08) di Desa Pringsurat, Kajen, Kabupaten Pekalongan.

“Sistem Informasi Desa ini diamanatkan dalam UU Nomor 6 Tahun 2014 dengan turunannya Peraturan Gubernur Jawa Tengah Nomor 47 Tahun 2016 dan Peraturan Bupati Pekalongan Nomor 33 Tahun 2018 yang menyebut bahwa peraturan ini berlaku sejak diundangkan.” Ujar Didiek Harahap.

Didiek menambahkan, “sehingga pemerintah desa seharusnya menerapkan Sistem Informasi Desa untuk memberikan pelayanan publik kepada warga secara cepat, keterbukaan informasi publik dan mempublikasikannya dengan akses yang mudah bagi warga.” Ujarnya.

Camat Kajen, Agus Purwanto menyambut baik sosialisasi tersebut. Menurutnya pelaksanaan SID menjadi bagian penting dalam pelayanan publik dan keterbukaan informasi publik.

“Saya kira penerapan Sistem Informasi Desa ini sangat baik dan menjadi bagian dari pelayana publik yang lebih cepat serta memberikan informasi kepada warga desa,” tuturnya Agus.

Agus juga meminta para kepala desa untuk menyiapkan penyusunan rencana pelaksanaan pembangunan desa Tahun 2021 dalam musyawarah desa. (Eva Abdullah)

Terkait
Rusak, Jalan Raya Ketitang-Sedayu dikeluhkan warga

Bojong, Wartadesa. - Kerusakan Jalan Raya Ketitang (Bojong) - Sedayu (Wonopronggo) dibeberapa titik dikeluhkan warga, musim penghujan menambah kondisi jalan Read more

Lagi, galian C didemo Warga

Karanganyar, Wartadesa. - Rabu ( 03/02) Ratusan warga Desa Kutosari Kecamatan Karanganyar Kabupaten Pekalongan mendatangi lokasi Galian C yang beradi Read more

Ombudsman apresiasi Polres Batang bentuk tim khusus tangani kasus pembunuhan Haniyah

Batang, Wartadesa. - Polres Batang Jawa Tengah menegaskan komitmennya untuk menangani kasus pembunuhan yang menewaskan Haniyah (35), warga Desa Gapuro Read more

Warga Gondang pertanyakan hasil pajak parkir pasar

Pemalang, Wartadesa. - 50 pemuda Desa Gondang Kecamatan Taman Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah mempertanyakan hasil pajak parkir pasar desa. Mereka Read more

selengkapnya
KesehatanLayanan Publik

Gara-gara reuni, sehari 20 orang positif Korona dua kantor lockdown

ilustrasi_corona

Batang, Wartadesa. – Senin (17/08), dalam satu hari jumlah orang positif Korona (Covid-19) di Batang bertambah 20 orang. Penambahan tersebut dari hasil tracking  melalui swab tes keluarga dan relasi ASN positif usai reuni yang berwisata di Yogyakarta. Sementara pada Selasa (18/08) bertambah empat orang, hingga dua kantor pemerintahan di-lockdown.

“Selama ini tidak ada kasus baru, tapi baru kali ini kejadian reuni menjadai klaster baru dan satu lagi ASN yang pulang kampung ke Yogyakarta,” jelas Wihaji.

Melihat kasus tersebut, Bupati Batang Wihaji berharap warga tetap mematuhi protokol kesehatan dengan mengenakan masker dan mengurani kerumunan, menjaga jarak, cuci tangan sebelum dan setelah beraktivitas. Jika warga abai, Pemkab Batang akan memberikan sanksi berupa denda.

“Mulai minggu ini Perbup pendisipilnan dan penegakan hukum implentasi dari Inpres Nomor 6 Tahun 2020 akan melibatkan TNI, Polri melakukan operasi,” tegas Wihaji.

Wihaji juga menjelaskan bahwa Perbup Nomer 55 tahun 2020 tersebut telah merinci denda bagi warga yang membandel tidak pakai masker akan mendapatkan sanksi denda Rp10.000 dan bagi perusahaan maksimal Rp50 juta.

Hari ini bertambah 4 orang, dua kantor lockdown

Sementara itu, hasil tracking pada Selasa, ditemukan empat pegawai di lingkungan Pemkab Batang terpapar Covid-19. Hingga Kantor Dinas Pariwisata Pemuda dan Olah Raga (Diparpora) dan Badan Kepegawaian Daerah (BKD) dilockdown.

Seluruh pegawai di kedua Organisasi Perangkat Daerah (OPD) tersebut bekerja dari rumah atau Work from Home (WFH). Bupati Batang Wihaji membenarkan ada penambahan kasus pagawainya terkonfirmasi Covid-19. Kondisi tersebut terjadi setelah dari hasil Swab Test yang dilakukan.

“Setelah dilakukan tes Swab, ada 4 pegawai dari dua OPD yang positif Covid-19. Untuk mereka yang positif sudah langsung ditangani dan dilakukan tracking guna mencegah penyebaran lebih luas,” ungkap Wihaji ketika ditemui usai sidang paripurna di gedung DPRD Batang, Selasa (18/8/2020).

Ia juga menjelaskan, dari penambahan jumlah kasus positif yang ada, hampir sebagian besar berasal dari klaster rombongan yang melakukan reuni ke luar kota. Berdasarkan hasil tracking dan tes Swab, hampir semua yang ikut acara tersebut positif.

“Ada satu pegawai di lingkungan Pemkab Batang yang bukan dari klaster reoni. Dia sering bolak balik ke Yogyakarta dan memutuskan untuk melakukan swap tes, dan hasilnya positif. Saat ini untuk yang positif mayoritas berstatus OTG (Orang Tanpa Gejala) dan sudah melakukan isolasi mandiri,” jelas Wihaji. (Eva Abdullah)

Terkait
Rusak, Jalan Raya Ketitang-Sedayu dikeluhkan warga

Bojong, Wartadesa. - Kerusakan Jalan Raya Ketitang (Bojong) - Sedayu (Wonopronggo) dibeberapa titik dikeluhkan warga, musim penghujan menambah kondisi jalan Read more

Lagi, galian C didemo Warga

Karanganyar, Wartadesa. - Rabu ( 03/02) Ratusan warga Desa Kutosari Kecamatan Karanganyar Kabupaten Pekalongan mendatangi lokasi Galian C yang beradi Read more

Ombudsman apresiasi Polres Batang bentuk tim khusus tangani kasus pembunuhan Haniyah

Batang, Wartadesa. - Polres Batang Jawa Tengah menegaskan komitmennya untuk menangani kasus pembunuhan yang menewaskan Haniyah (35), warga Desa Gapuro Read more

Warga Gondang pertanyakan hasil pajak parkir pasar

Pemalang, Wartadesa. - 50 pemuda Desa Gondang Kecamatan Taman Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah mempertanyakan hasil pajak parkir pasar desa. Mereka Read more

selengkapnya
Layanan PublikTekno

Desa Kebonrowopucang curi start penerapan Sistem Informasi Desa

sid

Karangdadap, Wartadesa. – Jum’at (14/08) Bertempat di Aula Balai Desa Kebonrowopucang Kecamatan Karangdadap Kabupaten Pekalongan Jawa Tengah, berlangsung presentasi Sistem Informasi Desa (SID). Diketahui presentasi tersebut merupakan respon pihak desa setempat setelah beberapa waktu lalu telah mengikuti kegiatan serupa oleh Yayasan Gema Desa Nusantara, di Aula Kecamatan Karangdadap Kabupaten Pekalongan,  difasilitasi oleh pihak Kecamatan Karangdadap dan diikuti oleh semua kepaladesa se-Kecamatan Karangdadap.

Kepaladesa Kebonrowopucang, Slamet Nurudin,  mengatakan pihaknya ingin segera merealisasikan program SID guna mepermudahkan pelayananasyarakat berbasis teknologi informatika (IT). “Kami ingin merealisasikan SID tahun ini di desa kami, dengan harapan kalau kami bisa memulainya terlebih dahulu alias curi start di Kecamatan Karangdadap, kedepan bisa berbagi ilmu dengan desa lain,” katanya.

Nurudin berharap penerapan SID di desanya segera terwujud untuk memberikan layanan publik terbaik bagi warganya. “Alhamdulillah kami bisa bekerjasama dan mendapat bimbingan dari kawan-kawan Yayasan Gema Desa Nusantara, mudah-mudahan apa yang akan kami laksanakan ini bisa cepat terwujud,” sebut Nurudin saat diwawancarai dilokasi.

Di tempat yang sama, Ketua Yayasan Gena Desa Nusantara, Didiek Harahap, mengatakan pihaknya siap bersinergi dengan semua desa yang berkeinginan mewujudkan SID. “Kami siap bersinergi dengan desa manapun terkait SID ini, kami menitik beratkan pada sumber daya manusianya, seperti admin dan personil yang akan menentukan maksimalisasi SID tersebut, kami siap membimbing mereka hingga mahir, tak hanya sebatas membuat webnya saja. Ibarat kata kalau kita membuat rumah tapi pemilik rumah enggan merawatnya sudah barang tentu rumah tersebut tidak akan nyaman untuk dihuni,” ujar Didiek. (Eva Abdullah)

Terkait
Rusak, Jalan Raya Ketitang-Sedayu dikeluhkan warga

Bojong, Wartadesa. - Kerusakan Jalan Raya Ketitang (Bojong) - Sedayu (Wonopronggo) dibeberapa titik dikeluhkan warga, musim penghujan menambah kondisi jalan Read more

Lagi, galian C didemo Warga

Karanganyar, Wartadesa. - Rabu ( 03/02) Ratusan warga Desa Kutosari Kecamatan Karanganyar Kabupaten Pekalongan mendatangi lokasi Galian C yang beradi Read more

Ombudsman apresiasi Polres Batang bentuk tim khusus tangani kasus pembunuhan Haniyah

Batang, Wartadesa. - Polres Batang Jawa Tengah menegaskan komitmennya untuk menangani kasus pembunuhan yang menewaskan Haniyah (35), warga Desa Gapuro Read more

Warga Gondang pertanyakan hasil pajak parkir pasar

Pemalang, Wartadesa. - 50 pemuda Desa Gondang Kecamatan Taman Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah mempertanyakan hasil pajak parkir pasar desa. Mereka Read more

selengkapnya
KesehatanLayanan Publik

Muncul klaster kantor di Pemalang, warga terpapar Covid-19 tambah 36 orang

ilustrasi_corona

Pemalang, Wartadesa. – Juru Bicara Penanganan Covid-19 Kabupaten Pemalang menyebut muncul klaster baru penyebaran virus Covid-19, terutama di wilayah perkantoran Pemerintah Kabupaten Pemalang. Dalam konferensi pers yang digelar Ahad (09/08) Tutuko Raharyo mengumumkan penambahan 36 orang positif Korona. Total jumlah kasus hingga Ahad sebanyak 149 orang, 62 di antaranya sembuh, 77 orang dirawat, dan 7 meninggal dunia.

Traking pada dua pekan terakhir terus mengalami peningkatan orang-orang yang terkonfirmasi positif Covid-19. Padahal, mereka umumnya hanya Orang Tanpa Gejala (OTG).

Adapun penambahan 36 kasus Korona dipemalang tercatat atas nama,  AK (46), laki-laki, warga Kecamatan Pemalang; AL (58), laki-laki, warga Kecamatan Randudongkal; AS (45), laki-laki, warga Kecamatan Bantarbolang;  AW (41), perempuan, warga Kecamatan Pemalang; BH ( 57), laki-laki, warga Kecamatan Pemalang; BAP (27), laki-laki, warga Kecamatan Pemalang; BH (52), laki-laki, warga Kecamatan Taman.

BH (43), laki-laki, warga Kecamatan Bantarbolang; D (44), laki-laki, warga Kecamatan Petarukan; DS (42), perempuan, warga Kabupaten Pekalongan, domisili di Kecamatan Pemalang; D (56), perempuan, warga Kecamatan Moga; DAP (26), laki-laki, warga Kecamatan Taman; D (40), perempuan, warga Kecamatan Pemalang; FSA (33), perempuan, warga Kabupaten Brebes, domisili di Kecamatan Pemalang; FY (24), perempuan, Kecamatan Pemalang

FRA (25), perempuan, warga DKI jakarta, domisili di Kecamatan Pemalang; G (50), laki-laki, warga Kecamatan Taman; NR (61), laki-laki, warga Kecamatan Taman; HAA (38), warga Kecamatan Pemalang; HP (46), laki-laki, warga Kecamatan Belik; HF (27), laki-laki, warga Kecamatan Comal; HR (30), laki-laki, warga Kecamatan Pemalang; K (51), laki-laki, warga Kecamatan Belik; K (53), laki-laki, warga Kecamatan Taman; K (67), laki-laki, warga Kecamatan Taman

MAP (30), laki-laki, warga Kecamatan Pemalang; MT (68), warga Kecamatan Comal; MR (53), warga Kecamatan Pemalang; MNZ (19), warga Kecamatan Randudongkal; MW (51), laki-laki, warga Kecamatan Pemalang; M (56), perempuan, warga Kecamatan Taman; NH (40), perempuan, warga Kecamatan Ulujami; OSP (28), perempuan, warga Kecamatan Pemalang; P (47), laki-laki, warga Kecamatan Pemalang; S (49), laki-laki, warga Kecamatan Taman; dan W (38), perempuan, warga Kecamatan Pemalang.

“Untuk 36 orang yang terkonfirmasi positif Covid-19 telah menjalani isolasi dan karantina mandiri, tapi untuk pasien nomor 36 yaitu inisial W, warga Kecamatan Pemalang telah meninggal dunia pada 6 Agustus kemarin dan telah dimakamkan sebagaimana standar pemakaman Covid-19,” pungkas Tutuko. (Eva Abdullah)

Terkait
Rusak, Jalan Raya Ketitang-Sedayu dikeluhkan warga

Bojong, Wartadesa. - Kerusakan Jalan Raya Ketitang (Bojong) - Sedayu (Wonopronggo) dibeberapa titik dikeluhkan warga, musim penghujan menambah kondisi jalan Read more

Lagi, galian C didemo Warga

Karanganyar, Wartadesa. - Rabu ( 03/02) Ratusan warga Desa Kutosari Kecamatan Karanganyar Kabupaten Pekalongan mendatangi lokasi Galian C yang beradi Read more

Ombudsman apresiasi Polres Batang bentuk tim khusus tangani kasus pembunuhan Haniyah

Batang, Wartadesa. - Polres Batang Jawa Tengah menegaskan komitmennya untuk menangani kasus pembunuhan yang menewaskan Haniyah (35), warga Desa Gapuro Read more

Warga Gondang pertanyakan hasil pajak parkir pasar

Pemalang, Wartadesa. - 50 pemuda Desa Gondang Kecamatan Taman Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah mempertanyakan hasil pajak parkir pasar desa. Mereka Read more

selengkapnya
KesehatanLayanan PublikPendidikan

Pro-kontra pembelajaran tatap muka, Wihaji dukung tatap muka

kemah

Batang, Wartadesa. – Muncul pro-kontra (setuju-menolak) pembelajaran tatap muka di Kabupaten Batang. Dins Pendidikan setempat memperbolehkan SD/SMP di zona hijau Kabupaten Batang untuk menggelar pembelajaran tatap muka, namun resistensi (penolakan) dikemukakan oleh Dinas Kesehatan setempat. Hal demikian ditanggapi Bupati Batang, Wihaji bahwa pendidikan utamanya pendidikan karakter tidak bisa dilakukan secara daring (online).

“Pembentukan karakter, budi pekerti, unggah-ungguh tidak bisa dibangun secara jarak jauh karena butuh keteladanan, contoh dan guru secara tatap muka,” kata Wihaji   saat menjadi keynote speaker (pembicara) Kemah Nasionalisme untuk menangkal Radikalisme di tengah pandemi covid-19 di Kecamatan Warungasem, Ahad (09/08).

Namun demikian, Wihaji dihadapan puluhan pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kecamatan Warungngasem meminta mereka untuk tidak menyepelekan protokol kesehatan dalam masa pandemi Covid-19. Selain itu, Wihaji meminta mereka juga menguasai teknologi.

“Jangan takut covid-19 tetap semangat belajar, patuhi protokol kesehatan dengan pakai masker, cuci tangan dan jaga jarak atau physical distancing,” pungkas Wihaji.

Dalam kesempatan tersebut Bupati Wihaji memberikan beasiswa kepada 11 anak yatim dan piatu, yang masing – masing anak mendapatkan Rp 500 ribu. (Eva Abdullah)

Terkait
Rusak, Jalan Raya Ketitang-Sedayu dikeluhkan warga

Bojong, Wartadesa. - Kerusakan Jalan Raya Ketitang (Bojong) - Sedayu (Wonopronggo) dibeberapa titik dikeluhkan warga, musim penghujan menambah kondisi jalan Read more

Lagi, galian C didemo Warga

Karanganyar, Wartadesa. - Rabu ( 03/02) Ratusan warga Desa Kutosari Kecamatan Karanganyar Kabupaten Pekalongan mendatangi lokasi Galian C yang beradi Read more

PKS Kota Santri serahkan bantuan al-Quran

Kedungwuni, Waradesa. - Jajaran Pengurus Dewan Pimpinan Daerah Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kabupaten Pekalongan, Kamis (05/01) mendatangi komplek Ponpes Miftakhul Read more

Ratusan penjaga sekolah di Batang tuntut kesejahteraan

Batang, Wartadesa. - Kecilnya honor bagi penjaga sekolah di wilayah Batang, semetara tanggung jawab mereka yang besar, seperti harus bertanggung Read more

selengkapnya
KesehatanLayanan PublikPendidikan

Dinkes minta pembelajaran tatap muka di Batang dievaluasi

sd batang

Batang, Wartadesa. – Jumlah kasus Covid-19 di Batang yakni, terkonfirmasi positif 105, dirawat 23 orang, sembuh 70 orang, meninggal dunia 11 orang, membuat Dinas Kesehatan setempat meminta Dinas Pendidikan mengevaluasi pelaksanaan pembelajaran tatap muka yang sudah dihelat sejak Senin (03/08) tersebut.

“Pembelajaran tatap muka untuk anak-anak SD sebenarnya saya keberatan, anak-anak pelajar sekolah dasar (SD) belum nalar tentang bahayanya penularan Covid-19” kata Kepala Dinas Kesehatan Batang dr Mukhlasin.

Mukhlasin juga mengatakan kalau berpedoman lokasi sekolah yang masuk dalam zona hijau, namun tidak jmenutup kemungkinan juga siswanya berasal dari zona merah. Sehingga ada resiko penularan.

“Lokasi sekolah memang masuk zona hijau, tapi siswanya ada yang dari zona. Tentunya ini menjadi sebuah pertimbangan bagi dinas pendidikan,”jelas Mukhlasin.

Selain itu, lanjut Mukhlasin,  orang tua siswa yang mengantar dan jemput sekolah ada kebiasaan ngumpul ngerumpi, disitulah ada resiko penularan. “Saya tidak setuju kalau anak – anak untuk pembelajaran tatap muka kasihan meteka,” jelasnya.

Walaupun ada surat pernyataan orang tua yang membolehkan, masih menurut Mukhlasin,  ada undang – undang perlindungan anak yang harus kita lindungi.

“Saya kira lebih baik belajar dirumah secara online, orang tuanya bisa mendidik anaknya sendiri,” kata Mukhlasin.

Namun Mukhlasin setuju jika siswa SMP diperbolehkan mengikuti pembelajaran tatap muka. “Kalau siswa SMP saya setuju pembelajatan tatap muka karena mereka sudah nalar, tinggal pengaturan jam sekolah, anak bawa bekal sendiri, orang tua yang jemput tidak boleh berkurumun, cuci tangan dan pake masker atau face shield,” pungkasnya. (Eva Abdullah)

Terkait
Rusak, Jalan Raya Ketitang-Sedayu dikeluhkan warga

Bojong, Wartadesa. - Kerusakan Jalan Raya Ketitang (Bojong) - Sedayu (Wonopronggo) dibeberapa titik dikeluhkan warga, musim penghujan menambah kondisi jalan Read more

Lagi, galian C didemo Warga

Karanganyar, Wartadesa. - Rabu ( 03/02) Ratusan warga Desa Kutosari Kecamatan Karanganyar Kabupaten Pekalongan mendatangi lokasi Galian C yang beradi Read more

PKS Kota Santri serahkan bantuan al-Quran

Kedungwuni, Waradesa. - Jajaran Pengurus Dewan Pimpinan Daerah Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kabupaten Pekalongan, Kamis (05/01) mendatangi komplek Ponpes Miftakhul Read more

Ratusan penjaga sekolah di Batang tuntut kesejahteraan

Batang, Wartadesa. - Kecilnya honor bagi penjaga sekolah di wilayah Batang, semetara tanggung jawab mereka yang besar, seperti harus bertanggung Read more

selengkapnya
KesehatanLayanan Publik

Lima anggota dewan Pemalang terpapar Covid-19

ilustrasi_corona

Pemalang, Wartadesa. – Lima anggota DPRD dan 13 orang di lingkungan Sekretariat DPRD Kabupaten Pemalang dinyatakan terpapar Covid-19. Hal demikian setelah hasil swab tes keluar. Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 Pemalang, Tutuko Rahardjo membenarkan hal tersebut, Sabtu kemarin.

Adapun lima anggota dewan yang terpapar Korona adalah, NH dan NR dari Fraksi PKB, DW dan SL dari Fraksi PKS, BH dari Fraksi PDIP.

Sementara di lingkungan Sekretariat DPRD, ke-13 orang dinyatakan positif antara lain, PR, PT, MR, OP, MW, HR, HA, FY, DAP, AL, BH, DS dan BY.

“Pasien yang positif sedang menjalani perawatan. Ada yang di rumah sakit, ada juga yang menjalani isolasi mandiri di rumah,” papar Tutuko, Sabtu (08/08).

Hingga Sabtu kemarin, total jumlah kasus Covid-19 di Pemalang tercatat sebanyak131 kasus dan 10 orang diantaranya meninggal dunia. (Eva Abdullah)

Terkait
Rusak, Jalan Raya Ketitang-Sedayu dikeluhkan warga

Bojong, Wartadesa. - Kerusakan Jalan Raya Ketitang (Bojong) - Sedayu (Wonopronggo) dibeberapa titik dikeluhkan warga, musim penghujan menambah kondisi jalan Read more

Lagi, galian C didemo Warga

Karanganyar, Wartadesa. - Rabu ( 03/02) Ratusan warga Desa Kutosari Kecamatan Karanganyar Kabupaten Pekalongan mendatangi lokasi Galian C yang beradi Read more

Ombudsman apresiasi Polres Batang bentuk tim khusus tangani kasus pembunuhan Haniyah

Batang, Wartadesa. - Polres Batang Jawa Tengah menegaskan komitmennya untuk menangani kasus pembunuhan yang menewaskan Haniyah (35), warga Desa Gapuro Read more

Warga Gondang pertanyakan hasil pajak parkir pasar

Pemalang, Wartadesa. - 50 pemuda Desa Gondang Kecamatan Taman Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah mempertanyakan hasil pajak parkir pasar desa. Mereka Read more

selengkapnya
KesehatanLayanan Publik

Tambah 10 orang positif Korona, jumlah kasus di Pemalang tembus 113

ilustrasi_corona

Pemalang, Wartadesa. – Pihak berwenang kembali mengumumkan kasus positif Covid-19 di Kabupaten Pemalang. Juru Bicara Penanganan Covid-19 setempat mengumumkan 10 orang dinyatakan terkonfirmasi positif Korona setelah uji swab.

Tambahan 10 orang positif ini merupakan tahapan swab tes yang dilakukan sejak 22 Juli hingga 5 Agustus 2020. Tutuko Raharjo menyebut pihaknya telah menggelar rapid kepada 4200 orang dan 1200 orang rapid tes. “Dari jumlah itu orang orang yang terkonfirmasi positif covid 19 telah dilaporkan secara berkala,” kata Tutuko.

Tutuko menyebut 10 orang terkonfirmasi korona tersebut atas nama S (73) laki-laki warga Kecamatan Petarukan, AK (66) laki laki warga Kecamatan Ampelgading, NG (55) laki laki warga Kecamatan Taman, NY (56) laki laki warga Kecamatan Comal, MRR (23) laki laki warga Kecamatan Moga, W (65) laki laki warga Kecamatan Petarukan.  SS 54 perempuan warga Kecamatan Pemalang, JN (36) laki laki warga Kecamatan Pemalang, M (58) laki laki warga Kecamatan Comal, dan T (57) laki laki warga Kecamatan.

“Dari sepuluh orang yang terkonfirmasi positif Covid-19 terdapat dua orang yang telah meninggal dunia setelah menjalani perawatan di rumah sakit yaitu M (58) laki laki warga Kecamatan Comal, dan ke sepuluh yaitu T (57) laki laki warga Kecamatan dan telah dimakamkan dengan standar covid 19,” ujar Tutuko.

Selain 10 orang yang dinyatakan positif covid 19, lanjut Tutuko, juga terdapat delapan orang yang dinyatakan sembuh yakni YF (26) laki laki warga Kecamata Bantarbolang, DK (42) peremouan warga Kecamatan Taman, C (52) laki laki warga Kecamatan Taman, keempat yaitu I (29) perempuan warga Kecamatan Taman, W (68) laki lami warga Kec Taman, WS (50) laki laki warga Kecamatan Pemalang inisial K (51) perempuan warga Kec Taman, dan kedelapan yaitu inisial N (7 ) perempuan warga Kecamatan Taman.

Hingga Jum’at, total kasus di Pemalang sebanyak 113 orang dan jumlah Sembuh 61 orang, jumlah dirawat 42 orang dan yang meninggal dunia 10 orang. (Eva Abdullah)

Terkait
Rusak, Jalan Raya Ketitang-Sedayu dikeluhkan warga

Bojong, Wartadesa. - Kerusakan Jalan Raya Ketitang (Bojong) - Sedayu (Wonopronggo) dibeberapa titik dikeluhkan warga, musim penghujan menambah kondisi jalan Read more

Lagi, galian C didemo Warga

Karanganyar, Wartadesa. - Rabu ( 03/02) Ratusan warga Desa Kutosari Kecamatan Karanganyar Kabupaten Pekalongan mendatangi lokasi Galian C yang beradi Read more

Ombudsman apresiasi Polres Batang bentuk tim khusus tangani kasus pembunuhan Haniyah

Batang, Wartadesa. - Polres Batang Jawa Tengah menegaskan komitmennya untuk menangani kasus pembunuhan yang menewaskan Haniyah (35), warga Desa Gapuro Read more

Warga Gondang pertanyakan hasil pajak parkir pasar

Pemalang, Wartadesa. - 50 pemuda Desa Gondang Kecamatan Taman Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah mempertanyakan hasil pajak parkir pasar desa. Mereka Read more

selengkapnya