close

Layanan Publik

Layanan PublikSosial Budaya

Waspada! Banjir dan rob saat musim penghujan

rob pantaisari

Pekalongan, WartaDesa. – Perkiraan musim penghujan yang jatuh pada pertengahan bulan ini membuat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Pekalongan mengimbau warga tetap waspada dengan bencana banjir dan rob di Kota Pekalongan.

“Menurut informasi yang kita dapat, musim hujan yang biasanya terjadi pada pertengahan Oktober akan lebih cepat datang, mungkin tiga hari lebih cepat,” ungkap Saminta, Kepala BPBD Kota Pekalongan, Kamis kemarin.

Suminta menambahkan bahwa pihaknya telah berupaya melakukan pemantauan sungai yang berpotensi meluap saat hujan. “Petugas kami telah ada piket harian, setiap pagi, siang, dan sore untuk melakukan pengecekan dan pemantauan lingkungan, seperti sungai yang berpotensi mengakibatkan banjir. Kita cek apakah ada tanggul yang bocor ataupun pecah agar dapat diperbaiki dengan cepat,” ujarnya.

Terkait dengan masuknya musim penghujan, Suminta berharap warga Kota Pekalongan waspada terhadap banjir dan rob yang datang kapan waktu. “Kita harus tetap waspada karena banjir dan rob dapat datang kapan saja,” lanjutnya.

Menurut Suminta, pihaknya pada Rabu mendatang akan mengikuti rapat koordinasi dengan BPBD Jawa Tengah di Semarang membahas langkah dan kebijakan dalam penanganan banjir. (Redaksi)

Terkait
Terseret ombak di Pantai Kisik Wonokerto, dua anak meninggal

Tirto, Wartadesa. - Dua saudara sepupu terseret ombak di Pantai Kisik Wonokerto, Senin (01/01) sekitar pukul 11.35 WIB. Kedua bucah Read more

Gudang oven pabrik kayu lapis di Karanganyar ludes terbakar

Karanganyar, Wartadesa. - Gudang Oven Kayu Lapis PT Duta Albasy di Jalan Raya Kulu Asri, Desa Kulu Kecamatan Karanganyar Kab. Read more

Rusak, Jalan Raya Ketitang-Sedayu dikeluhkan warga

Bojong, Wartadesa. - Kerusakan Jalan Raya Ketitang (Bojong) - Sedayu (Wonopronggo) dibeberapa titik dikeluhkan warga, musim penghujan menambah kondisi jalan Read more

Lagi, galian C didemo Warga

Karanganyar, Wartadesa. - Rabu ( 03/02) Ratusan warga Desa Kutosari Kecamatan Karanganyar Kabupaten Pekalongan mendatangi lokasi Galian C yang beradi Read more

selengkapnya
KesehatanLayanan Publik

Klaster baru, empat anggota Polres Batang terpapar Korona

mukhlasin

Batang, WartaDesa. – Setelah muncul klaster pondok pesantren, perkantoran dan keluarga. Dinas Kesehatan Kabupaten Batang, Jawa Tengah mendeteksi klaster baru, dalam swab test Dinkes setempat mendeteksi empat anggota Polres Batang dan satu orang dari pondok selamat serta sembilan warga Tulis, terpapar Covid-19.

Kepala Dinkes Batang, Mukhlasin mengungkapkan bahwa pada Jum’at (02/10) swab test menemukan empat anggota Polres yang positif Korona, dan satu orang di Ponpes Selamat, Tulis. “Jumat lalu kami menemukan empat  anggota Polres Batang positif Covid-19, dan tambahan lainya, yaitu satu di Ponpes Slamet, dan 9 lainya dari klaster keluarga di Kecamatan Tulis,” ucapnya. Ahad (04/10).

Bertambahnya klaster Covid-19 di Kota Berkembang tersebut membuat Dinas Kesehatan Kabupaten Batang akan meningkatkan tracking dan swab test. “Kami akan terus menggelar swab test, dan terus melakukan tracking, dan penindakan jika masyarakat tak menjalankan protokol kesehatan,”  lanjutnya.

Mukhlasin mengaku bahwa tingkat persebaran Korona di Batang masih tinggi yakni mencapai lima persen. “Angka penularan di Kabupaten Batang masih tinggi, karena mencapai 5 persen. Begitu juga angka kematian yang mencapai 7,5 persen,” tambahnya.

Hingga hari ini, warga terkonfirmasi positif 406 orang, dirawat 97 orang, sembuh 280 orang, meninggal dunia 29 orang. (Eva Abdullah)

Terkait
Rusak, Jalan Raya Ketitang-Sedayu dikeluhkan warga

Bojong, Wartadesa. - Kerusakan Jalan Raya Ketitang (Bojong) - Sedayu (Wonopronggo) dibeberapa titik dikeluhkan warga, musim penghujan menambah kondisi jalan Read more

Lagi, galian C didemo Warga

Karanganyar, Wartadesa. - Rabu ( 03/02) Ratusan warga Desa Kutosari Kecamatan Karanganyar Kabupaten Pekalongan mendatangi lokasi Galian C yang beradi Read more

Ombudsman apresiasi Polres Batang bentuk tim khusus tangani kasus pembunuhan Haniyah

Batang, Wartadesa. - Polres Batang Jawa Tengah menegaskan komitmennya untuk menangani kasus pembunuhan yang menewaskan Haniyah (35), warga Desa Gapuro Read more

Warga Gondang pertanyakan hasil pajak parkir pasar

Pemalang, Wartadesa. - 50 pemuda Desa Gondang Kecamatan Taman Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah mempertanyakan hasil pajak parkir pasar desa. Mereka Read more

selengkapnya
KesehatanLayanan Publik

Tekan persebaran Covid-19 di Batang, dua pengajian dibatalkan

kesbangpol

Batang, WartaDesa. – Dua acara pengajian di Batang, Jawa Tengah dibatalkan dengan kesadaran penuh penyelenggaranya, guna menekan laju persebaran Covid-19 di wilayah tersebut. Demikian disampaikan oleh Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Batang, Rusmanto, Jum’at (02/10).

“Keduanya adalah acara pengajian, jamaahnya ada yang ratusan hingga ribuan,”  tutur Rusmanto di kantornya kemarin.

Menurut Rusmanto, pembatalan acara tersebut atas kesadaran penyelenggara. Mereka sadar bahwa kegiatannya  berpotensi mengumpulkan massa atau mengundang keramaian tidak boleh dilaksanakan.

Kepala Kesbangpol Batang mengapresiasi pembatalan acara tersebut guna menekan tingkat kematian dan menaikkan tingkat kesembuhan. “Kami berterima kasih pada para pihak yang legowo menunda kegiatannya hingga pandemi Covid-19 mereda,” lanjutnya.

Update kasus Korona per 2 Oktober 2020, yang dirilis oleh Satuan Tugas Penanganan Covid-19 mencatat kematian akibat virus Corona (Covid-19) di Indonesia bertambah sebanyak 116 orang pada Jumat (2/10).

Jawa Tengah menjadi provinsi kedua setelah Jawa Timur dengan kasus kematian tertinggi akibat Covid-19. Hingga hari ini, ada penambahan kematian akibat Covid-19 sebanyak 17 orang. Secara kumulatif angka kematian akibat Covid-19 di Jawa Tengah mencapai 1.436 orang. (Eva Abdullah)

Terkait
Rusak, Jalan Raya Ketitang-Sedayu dikeluhkan warga

Bojong, Wartadesa. - Kerusakan Jalan Raya Ketitang (Bojong) - Sedayu (Wonopronggo) dibeberapa titik dikeluhkan warga, musim penghujan menambah kondisi jalan Read more

Lagi, galian C didemo Warga

Karanganyar, Wartadesa. - Rabu ( 03/02) Ratusan warga Desa Kutosari Kecamatan Karanganyar Kabupaten Pekalongan mendatangi lokasi Galian C yang beradi Read more

Ombudsman apresiasi Polres Batang bentuk tim khusus tangani kasus pembunuhan Haniyah

Batang, Wartadesa. - Polres Batang Jawa Tengah menegaskan komitmennya untuk menangani kasus pembunuhan yang menewaskan Haniyah (35), warga Desa Gapuro Read more

Warga Gondang pertanyakan hasil pajak parkir pasar

Pemalang, Wartadesa. - 50 pemuda Desa Gondang Kecamatan Taman Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah mempertanyakan hasil pajak parkir pasar desa. Mereka Read more

selengkapnya
KesehatanLayanan PublikSosial Budaya

Muncul klaster pondok, perkantoran dan keluarga di Batang

ilustrasi_corona

Batang, WartaDesa. – Kurang patuhnya warga terhadap penerapan protokol kesehatan dianggap menjadi penyumbang bertambahnya jumlah positif Covid-19 di Kabupaten Batang, Jawa Tengah.

Menurut dr Mukhlasin, Kepala Dinas Kesehatan setempat, hingga 2 Oktober 2020, jumlah kasus Korona tembus angka 398 orang. Rinciannya dirawat 91 orang, sembuh 278 orang dan meninggal dunia 29 orang. Dari jumlah kasus tersebut berasal dari klaster, perkantoran, pondok pesantren dan keluarga.

Diketahui bahwa 10 santri di Pondok Pesantren Selamat, Tulis, Batang positif Covid-19 berdasarkan hasil swab, beberapa waktu lalu.

“Penambahan ini menunjukkan masyarakat Batang belum menyadari pentingnya protokol kesehatan. Kalau tingkat angka kepatuhan protokol kesehatannya sudah mencapai 85 persen, kasus akan menurun,”  ujar Mukhlasin.

Jumlah kasus positif Korona di Batang menunjukkan penambahan yang cukup tinggi, sedikitnya lima kasus perhari. “Ini akan meningkat terus, karena angka risikonya trennya masih meningkat lebih dari 5. Begitu juga angka kematian, yang normalnya kurang dari 5 tapi di Batang mencapai 7,” lanjutnya.

Pihak Dinkes Batang meminta warga dengan gejala OTG (orang tanpa gejala) untuk melakukan isolasi mandiri. (Eva Abdullah)

Terkait
Terseret ombak di Pantai Kisik Wonokerto, dua anak meninggal

Tirto, Wartadesa. - Dua saudara sepupu terseret ombak di Pantai Kisik Wonokerto, Senin (01/01) sekitar pukul 11.35 WIB. Kedua bucah Read more

Gudang oven pabrik kayu lapis di Karanganyar ludes terbakar

Karanganyar, Wartadesa. - Gudang Oven Kayu Lapis PT Duta Albasy di Jalan Raya Kulu Asri, Desa Kulu Kecamatan Karanganyar Kab. Read more

Rusak, Jalan Raya Ketitang-Sedayu dikeluhkan warga

Bojong, Wartadesa. - Kerusakan Jalan Raya Ketitang (Bojong) - Sedayu (Wonopronggo) dibeberapa titik dikeluhkan warga, musim penghujan menambah kondisi jalan Read more

Lagi, galian C didemo Warga

Karanganyar, Wartadesa. - Rabu ( 03/02) Ratusan warga Desa Kutosari Kecamatan Karanganyar Kabupaten Pekalongan mendatangi lokasi Galian C yang beradi Read more

selengkapnya
KesehatanLayanan Publik

Kabar duka, pekan ke-30, limapuluh orang positif Covid-19, lima orang meninggal

klaster taman

Pemalang, WartaDesa. – Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Pemalang Tutuko Raharjo, menyampaikan kabar duka dan keprihatinannya bahwa pekan ke-30 di Kota Ikhlas tercatat 50 orang positif Korona dan lima orang diantaranya meninggal.

“Melanjutkan kegiatan tracing dan testing dari Minggu sebelumnya sampai dengan pertengahan Minggu ke 30 ini, dengan rasa prihatin gugus tugas kembali melaporkan adanya banyak penambahan yang terkonfirmasi Covid-19 sebanyak 50 orang dan 5 orang di antaranya meninggal dunia,” kata Tutuko, Jum’at (02/10).

Tutuko menyebut bahwa 50 positif Korona tersebut terdiri dari 30 laki-laki dan 20 orang perempuan. Sedang lima orang yang meninggal dimakamkan dengan standar pemakama Covid-19.

Adapun persebaran warga positif Covid-19 di Pemalang menurut Tutuko sebagai berikut,  15 orang  warga Kecamatan Pemalang 3 di antaranya meninggal dunia, 15 orang  warga Kecamatan Taman 2 diantaranya meninggal dunia. Sementara sisanya yaitu 2 orang warga  Kecatan Petarukan, 1 orang warga Kecamatan Comal, 3 orang warga Kecamatan Ulujami, 2 orang warga Kecamatan Bantarbolang, 2 dari Randudongkal, 4 orang dari Warungpring, 3 orang dari Pulosari, 1 orang dari Kecamatan Belik, dan 1 orang bukan asli penduduk Kabupaten Pemalang.

Selain itu, Tutuko mengabarkan 11 orang sembuh, terdiri dari 4 orang berjenis kelamin laki-laki dan 7 orang perempuan, yang berasal dari 3 orang dari Kecamatan Pemalang, 3 orang warga Taman, 2 orang warga Ulujami, 1 orang dari Pulosari, dan 2 orang dari Kecamatan Randudongkal.

Untuk mengurangi persebaran Korona di Pemalang, pihak Pemkab Pemalang akan terus menggelar operasi yustisi pengenaan masker. (Eva Abdullah)

Terkait
Rusak, Jalan Raya Ketitang-Sedayu dikeluhkan warga

Bojong, Wartadesa. - Kerusakan Jalan Raya Ketitang (Bojong) - Sedayu (Wonopronggo) dibeberapa titik dikeluhkan warga, musim penghujan menambah kondisi jalan Read more

Lagi, galian C didemo Warga

Karanganyar, Wartadesa. - Rabu ( 03/02) Ratusan warga Desa Kutosari Kecamatan Karanganyar Kabupaten Pekalongan mendatangi lokasi Galian C yang beradi Read more

Ombudsman apresiasi Polres Batang bentuk tim khusus tangani kasus pembunuhan Haniyah

Batang, Wartadesa. - Polres Batang Jawa Tengah menegaskan komitmennya untuk menangani kasus pembunuhan yang menewaskan Haniyah (35), warga Desa Gapuro Read more

Warga Gondang pertanyakan hasil pajak parkir pasar

Pemalang, Wartadesa. - 50 pemuda Desa Gondang Kecamatan Taman Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah mempertanyakan hasil pajak parkir pasar desa. Mereka Read more

selengkapnya
KesehatanLayanan Publik

50 warga Duwet jalani rapid test

covid pekalongan

Bojong, WartaDesa. – Adanya warga Desa Duwet, Bojong, Pekalongan yang terpapar Covid-19, membuat petugas Puskesmas setempat melakukan tracking dengan menggelar rapid test kepada 50 warga Duwet di balaidesa setempat, Rabu (30/09) kemarin.

Diketahui, hingga Kamis (01/10) data web monitoring Covid-19 Kabupaten Pekalongan mencatat 25 warga terkonfirmai Korona di Kecamatan Bojong.

Menurut Mastur, petugas Surveilan Puskesmas Bojong, rapid yang digelar merupakan tracking untuk mendeteksi persebaran Covid-19 di Desa Duwet. “Sebelumnya ada terdeteksi warga Duwet yang terkena covid, akhirnya di-tracking. Dan terdata sebanyak 50 warga yang dirapid test di sini,” ungkapnya.

Mastur menyebut bahwa rapid test massal di Duwet merupaka kali kedua. Bulan sebelumnya petugas menggelar rapid. Ia menyebut ada satu warga yang sembuh dari virus asal Wuhan tersebut. “Alhamdulillah, dari yang positif kemarin sudah ada satu yang sembuh ,” lanjutnya.

Dari 50 peserta rapid test massal, hasilnya kebanyaka non reaktif. Pungkas Mastur. (Eva Abdullah)

Terkait
Rusak, Jalan Raya Ketitang-Sedayu dikeluhkan warga

Bojong, Wartadesa. - Kerusakan Jalan Raya Ketitang (Bojong) - Sedayu (Wonopronggo) dibeberapa titik dikeluhkan warga, musim penghujan menambah kondisi jalan Read more

Lagi, galian C didemo Warga

Karanganyar, Wartadesa. - Rabu ( 03/02) Ratusan warga Desa Kutosari Kecamatan Karanganyar Kabupaten Pekalongan mendatangi lokasi Galian C yang beradi Read more

Ombudsman apresiasi Polres Batang bentuk tim khusus tangani kasus pembunuhan Haniyah

Batang, Wartadesa. - Polres Batang Jawa Tengah menegaskan komitmennya untuk menangani kasus pembunuhan yang menewaskan Haniyah (35), warga Desa Gapuro Read more

Warga Gondang pertanyakan hasil pajak parkir pasar

Pemalang, Wartadesa. - 50 pemuda Desa Gondang Kecamatan Taman Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah mempertanyakan hasil pajak parkir pasar desa. Mereka Read more

selengkapnya
Layanan PublikSosial Budaya

Tuntut kenaikan siltap, PPDRI Pemalang geruduk kantor dewan

perangkat desa pemalang

Pemalang, WartaDesa. – Kantor DPRD Kabupaten Pemalang digeruduk massa dari Persatuan Perangkat Desa Republik Indonesia (PPDRI), Rabu (16/09) kemarin. Kedatangan mereka, menuntut kenaikan tunjangan penghasilan tetap (siltap).

Dastro, perwakilan PPDRI mengungkapkan bahwa siltap yang diterimanya jauh dari cukup, padahal ia mengaku jam kerjanya 24 jam sehari dalam melayani warga.

Selain itu, PPDRI menuntut agar tanah bengkok yang dikelola oleh perangkat desa, dimasukkan dalam Surat Keputusan (SK) pamong.

“Bagi pemangku kebijakan, Ketua DPRD dan Dispermasdes, agar menaikkan siltap bagi perangkat desa. Selain itu, meminta bengkok yang digarap selama menjadi perangkat desa agar dimasukan dalam Surat Keputusan (SK) pamong,” kata Dastro, Perangkat Desa Lawangrejo, Pemalang.

Menanggapi tuntutan massa PPDRI, Ketua DPRD Pemalang Agus Sukoco, mengatakan perubahan atau kenaikan siltap belum bisa dilaksanakan sekarang ini mengingat anggaran perubahan tahun 2020 ini digunakan untuk penanggulangan Covid-19.

“Siltap harus dinaikan asalkan tidak terbentur aturan yang ada. Sebagai komitmen usulan kenaikan Siltap perangkat desa hari ini juga akan kami laporkan kepada bupati,” ujar Agus Sukoco.

Sementara itu,  Kadispermasdes Tutuko Raharjo  mengungkapkan, Pemkab Pemalang akan menaikkan siltap dari Rp 2.022.000 naik menjadi Rp 2.200.000. Ia berjanji akan  kajian dan simulasi mengenai besaran kenaikan sebagaimana yang dituntut perangkat desa.

“Nanti kami akan simulasikan ulang besaran ADD yang diterima masing-masing desa dan berapa Siltap yang diperoleh. Yang pasti ada kenaikan,” kata Tutuko. (Eva Abdullah)

Terkait
Terseret ombak di Pantai Kisik Wonokerto, dua anak meninggal

Tirto, Wartadesa. - Dua saudara sepupu terseret ombak di Pantai Kisik Wonokerto, Senin (01/01) sekitar pukul 11.35 WIB. Kedua bucah Read more

Gudang oven pabrik kayu lapis di Karanganyar ludes terbakar

Karanganyar, Wartadesa. - Gudang Oven Kayu Lapis PT Duta Albasy di Jalan Raya Kulu Asri, Desa Kulu Kecamatan Karanganyar Kab. Read more

Rusak, Jalan Raya Ketitang-Sedayu dikeluhkan warga

Bojong, Wartadesa. - Kerusakan Jalan Raya Ketitang (Bojong) - Sedayu (Wonopronggo) dibeberapa titik dikeluhkan warga, musim penghujan menambah kondisi jalan Read more

Lagi, galian C didemo Warga

Karanganyar, Wartadesa. - Rabu ( 03/02) Ratusan warga Desa Kutosari Kecamatan Karanganyar Kabupaten Pekalongan mendatangi lokasi Galian C yang beradi Read more

selengkapnya
BencanaLayanan PublikLingkungan

Satu tahun beroperasi dengan alat berat, Galian C di Limpung tak berijin

galian c

Batang, WartaDesa. – Beroperasinya Galian C di Desa Babatan dan Plumbon, Limpung, Batang satu tahun terakhir dengan penambangan alat berat, membuat lahan seluas tiga hektar di bantaran sungai dan persawahan produktif rusak. Parahnya, penambang tidak mengantongi ijin galian.

Hal tersebut terungkap saat operasi mendadak (sidak) dilakukan oleh Komisi D DPRD Kabupaten Batang, Kamis (10/09) kemarin.

“Galian C di antara wilayah Desa Babatan dan Plumbon ini sudah sangat parah merusak lingkungan. Jika diteruskan, maka bisa membahayakan lingkungan sekitar,” ungkap Ketua Komisi D, Fathurrohman.

Fathurrohman menyebut bahwa dua alat berat digunakan untuk melakukan penambangan batu kali, dengan galian mencapai kedalaman beberapa meter. Hingga menyebabkan lubang cukup dalam tidak jauh dari jembatan penghubung dua desa tersebut.

Jika penambangan terus dilakukan, masih menurut Rohman, saat musim hujan dan debit air naik, akan terjadi dampak yang tidak diinginkan, seperti longsor dan banjir.

“Kita tadi sudah minta pada pihak Dinas Lingkungan Hidup yang juga ikut ke lokasi untuk secepatnya berkoordinasi dengan pihak terkait agar mengambil langkah tegas dalam menyikapi penambangan ilegal tersebut,” tegas Fathurrohman.

Keterangan dari perangkat Desa Plumbon, Eryanto menyebut bahwa tambang Galian C awalnya menggunakan alat manual, penggunaan alat berat dilakukan satu tahun terakhir. “Penggunaan alat berat mulai dilakukan sejak satu tahun yang lalu. Sedangkan untuk kawasan yang ditambang sendiri berada di wilayah Desa Plumbon dan Babatan,” tuturnya.

Sementara, Ibnu Djoko P dari DLH Pemkab Batang  menyebut akan berkoordinasi dengan dinas terkait untuk mengambil langkah selanjutnya. (Eva Abdullah)

Terkait
59 rumah tersapu angin puting beliung di Bojongnangka Pemalang

Pemalang, Wartadesa. -  59 rumah di Desa Bojongnangka Kec/Kab. Pemalang, Jawa Tengah rusak ringan hingga parah akibat tersapu angin puting Read more

Gudang oven pabrik kayu lapis di Karanganyar ludes terbakar

Karanganyar, Wartadesa. - Gudang Oven Kayu Lapis PT Duta Albasy di Jalan Raya Kulu Asri, Desa Kulu Kecamatan Karanganyar Kab. Read more

Rusak, Jalan Raya Ketitang-Sedayu dikeluhkan warga

Bojong, Wartadesa. - Kerusakan Jalan Raya Ketitang (Bojong) - Sedayu (Wonopronggo) dibeberapa titik dikeluhkan warga, musim penghujan menambah kondisi jalan Read more

Lagi, galian C didemo Warga

Karanganyar, Wartadesa. - Rabu ( 03/02) Ratusan warga Desa Kutosari Kecamatan Karanganyar Kabupaten Pekalongan mendatangi lokasi Galian C yang beradi Read more

selengkapnya
KesehatanLayanan PublikSosial Budaya

Warga Batang terkena Covid-19 dapat tunjangan Rp 1 juta

wihaji

Batang, WartaDesa. – Sebanyak 76 warga Batang positif Covid-19 mengajukan permohonan bantuan santunan sebesar Rp 1 juta. Santunan tersebut diberikan kepada orang yang dinyatakan positif covid-19 dengan status orang tanpa gejala yang melakukan isolasi mandiri.

Bupati Batang, Wihaji mengungkapkan bahwa santunan tersebut dalam rangka untuk mensukseskan grakan zero covid-19 di wilayahnya. “Kita memang memiliki gerakan zero covid-19 tapi belum maksimal, justru malah ada kenaikan. Ini sesuai prediksi ada peningkatan di bulan Agustus,\” kata Wihaji saat ditemui di kantornya, Senin (7/9).

Wihaji meminta warga Batang tidak takut dengan Covid-19, namun dengan mematuhi protokol kesehatan. “Kita harus edukasi masyarakat secara bersama, karena covid-19 belum selesai patuhi protokol kesehatan. Sehat bukan hanya untuk kita tapi keluarga dan saudara-saudara kita,” jelas Wihaji.

Sementara itu, Joko Tetuko, Kepala Dinas Sosial Batang mengatakan bahwa bantuan diambil dari alokasi anggaran bantuan sosial. “Warga Batang terpapar covid-19 dapat bantuan uang Rp1 juta, yang bantuan tersebut diambilkan dari alokasi anggaran bantuan sosial yang sekarang sudah ada 76 pemohon bantuan,” ungkapnya.

Alokasi bantuan sosial yang dikelola bukan saja untuk covid-19, tapi juga masalah sosial lainnya seperti operasional pengobatan bagi masyarakat miskin dan bantuan bencana. “Nilai alokasi anggarannya sebesar Rp400 juta di penetapan APBD, dan ini masih mengajukan penambahan anggaran perubahan sebesar Rp200 juta,” lanjutnya.

Untuk pengajuan santunan tersebut, lanjut Joko, cukup dengan foto kopi KTP, surat keterangan tidak mampu dari kelurahan/desa dan surat keterangan dari laboratorium atau klinik yang menyatakan positif Covid-19. (Eva Abdullah)

Terkait
Terseret ombak di Pantai Kisik Wonokerto, dua anak meninggal

Tirto, Wartadesa. - Dua saudara sepupu terseret ombak di Pantai Kisik Wonokerto, Senin (01/01) sekitar pukul 11.35 WIB. Kedua bucah Read more

Gudang oven pabrik kayu lapis di Karanganyar ludes terbakar

Karanganyar, Wartadesa. - Gudang Oven Kayu Lapis PT Duta Albasy di Jalan Raya Kulu Asri, Desa Kulu Kecamatan Karanganyar Kab. Read more

Rusak, Jalan Raya Ketitang-Sedayu dikeluhkan warga

Bojong, Wartadesa. - Kerusakan Jalan Raya Ketitang (Bojong) - Sedayu (Wonopronggo) dibeberapa titik dikeluhkan warga, musim penghujan menambah kondisi jalan Read more

Lagi, galian C didemo Warga

Karanganyar, Wartadesa. - Rabu ( 03/02) Ratusan warga Desa Kutosari Kecamatan Karanganyar Kabupaten Pekalongan mendatangi lokasi Galian C yang beradi Read more

selengkapnya
Layanan PublikPendidikan

Masa pandemi Perpusdes mulai dibuka

perpusdes

Batang, Wartadesa. – Masa pandemi Covid-19 di Batang beberapa perpustakaan desa (Perpusdes) sudah mulai dibuka dan melayani peminjaman koleksi. Selain melayani peminjaman buku, beberapa perpustakaan melakukan kegiatan edukasi pembuatan ecobrik, donor darah, dan kegiatan sosial kemasyarakatan lainnya.

Kepala Disperpuska Batang, Rakhmat Nurul Fadilah mengatakan, untuk saat ini sudah ada beberapa perpusdes yang masih non aktif dan ada pula perpusdes yang sudah melayani peminjaman buku dan juga menggelar beberapa kegiatan.

” Operasional perpusdes sepenuhnya kami serahkan kebijakannya di masing-masing desa. Karena kondisi di tiap desa statusnya berbeda-beda, ada yang hijau, kuning dan merah. Kalau misalnya zonasi desanya hijau, silahkan saja jika mau dibuka. Asalkan tetap menggunakan protokol kesehatan sesuai standar,” kata Rakhmat.

Dia menjelaskan, memang belum semua perpusdes yang aktif melayani pinjam baca buku. Tapi ada beberapa yang aktif melayani kegiatan literasi pemberdayaan masyarakat. Perpudes sudah ada yang melaksanakan kegiatan seperti edukasi pembuatan ecobrik, donor darah, dan kegiatan sosial kemasyarakatan lainnya.

Tetapi bagi masyarakat yang perpusdesnya belum aktif dan belum melayani pinjam baca buku, masyarakat bisa memanfaatkan sarana perpus digital milik Disperpuska Batang. ”

” Bagi yang sudah bosan di rumah aja dan butuh asupan bacaan, masyarakat bisa mengakses layanan e-perpus kami. Tinggal download di appStore ataupun playstore. Ada ribuan koleksi buku gratis yang bisa dibaca kapanpun dan dimanapun,” imbuhnya.

Sementara itu pengurus Perpusdes Ngudi Kawruh Rejosari Barat Tersono, Eni menjelaskan, saat ini Perpusdesnya sudah mulai beroperasi. Hanya saja sifatnya masih pada kegiatan sosial. Belum untuk kegiatan layanan pinjam baca.

” Untuk layanan pinjam baca belum kami buka. Hanya saja kami sudah memulai kegiatan pemberdayaan masyarakat. Semoga nantinya bisa berjalan aktif kembali seperti semula,” katanya. (Eva Abdullah)

Terkait
Rusak, Jalan Raya Ketitang-Sedayu dikeluhkan warga

Bojong, Wartadesa. - Kerusakan Jalan Raya Ketitang (Bojong) - Sedayu (Wonopronggo) dibeberapa titik dikeluhkan warga, musim penghujan menambah kondisi jalan Read more

Lagi, galian C didemo Warga

Karanganyar, Wartadesa. - Rabu ( 03/02) Ratusan warga Desa Kutosari Kecamatan Karanganyar Kabupaten Pekalongan mendatangi lokasi Galian C yang beradi Read more

PKS Kota Santri serahkan bantuan al-Quran

Kedungwuni, Waradesa. - Jajaran Pengurus Dewan Pimpinan Daerah Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kabupaten Pekalongan, Kamis (05/01) mendatangi komplek Ponpes Miftakhul Read more

Ratusan penjaga sekolah di Batang tuntut kesejahteraan

Batang, Wartadesa. - Kecilnya honor bagi penjaga sekolah di wilayah Batang, semetara tanggung jawab mereka yang besar, seperti harus bertanggung Read more

selengkapnya