close

Layanan Publik

EducationKesehatanLayanan PublikPendidikan

Sekolah hanya dua jam dan bawa bekal sendiri

sd batang

Menengok pembelajaran tatap muka di Batang

Batang, Wartadesa. – Siswa-siswi dan para orangtua di wilayah zona hijau Covid-19 merasa senang. Pasalnya, mereka kembali dapat bersua dengan rekan-rekan sekelas untuk belajar di sekolah secara tatap muka, mulai Senin (03/08) lalu.

Meski pembelajaran dilakukan secara bergilir, satu kelas dalam dua shift dan hanya dua jam, sekali tatap muka, namun hal tersebut menambah semangat anak-anak didik untuk terus belajar. Setelah sebelumnya mereka bosan belajar daring.

Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Sekolah SDN Denasri Wetan 2, Esti Yuni. Menurutnya anak-anak dan orangtua senang dan antusias. “Mereka sangat senang, tidak hanya siswa bahkan orang tua juga sangat menyambut baik bisa kembali belajar tatap muka,” tuturnya, Kamis (06/08).

Esti menyebut bahwa pelaksanaan pembelajaran tatap muka dilakukan dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat. “Sesuai arahan Dindikbud dan Dinkes sekolah yang sudah diperbolehkan tatap muka harus menerapkan protokol kesehatan yang ketat, seperti memakai masker, cuci tangan, dan jaga jarak antar siswa maupun guru. Kami bagi menjadi dua kelompok setiap kelas dengan pergantian hari,” jelasnya.

Lantaran pertemuan setiap siswa hanya dua jam, masih kata Esti, siswa tidak diberi waktu istirahat, hanya diberi waktu 15 menit untuk menikmati bekal yang dibawa dari rumah.

Kepala Dindikbud Batang, Achmad Taufiq mengungkapkan bahwa pembelajaran tatap muka hanya diberlakukan di wilayah yang masuk zona hijau.

Jika status daerah dari zona hijau menjadi zona merah, maka pihaknya juga berharap pembelajaran tatap muka untuk ditunda dan diganti pembelajaran jarak jauh.

“Sejauh ini untuk pembelaharan tatap muka belum ada kendala, dan sudah berjalan sesuai prosedur,” ujarnya

Taufiq mengaku akan melakukan evaluasi pembelajaran tatap muka selama satu pekan kedepan. “Selama satu Minggu ke depan ini kami akan melaksanakan evaluasi selanjutnya nanti kami akan rumuskan bagaimana keberlangsungan program tatap muka ini,” jelasnya.

Evaluasi, lanjut Taufiq dilakukan untuk menyerap aspirasi para orang tua dan menyeimbangkan antara pembelajaran daring dan tatap muka. (Eva Abdullah)

Terkait
Rusak, Jalan Raya Ketitang-Sedayu dikeluhkan warga

Bojong, Wartadesa. - Kerusakan Jalan Raya Ketitang (Bojong) - Sedayu (Wonopronggo) dibeberapa titik dikeluhkan warga, musim penghujan menambah kondisi jalan Read more

Lagi, galian C didemo Warga

Karanganyar, Wartadesa. - Rabu ( 03/02) Ratusan warga Desa Kutosari Kecamatan Karanganyar Kabupaten Pekalongan mendatangi lokasi Galian C yang beradi Read more

PKS Kota Santri serahkan bantuan al-Quran

Kedungwuni, Waradesa. - Jajaran Pengurus Dewan Pimpinan Daerah Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kabupaten Pekalongan, Kamis (05/01) mendatangi komplek Ponpes Miftakhul Read more

Ratusan penjaga sekolah di Batang tuntut kesejahteraan

Batang, Wartadesa. - Kecilnya honor bagi penjaga sekolah di wilayah Batang, semetara tanggung jawab mereka yang besar, seperti harus bertanggung Read more

selengkapnya
KesehatanLayanan Publik

Tren kasus Covid-19 Kota Pekalongan naik, Kabupaten bertambah klaster guru, Batang tembus 100 kasus

ilustrasi_corona

Pekalongan, Wartadesa. –  Jumlah kasus positif Covid-19 di Indonesia belum ada tanda-tanda kecenderungan melandai, apalagi turun pada fase I ini. Pun hal yang sama terjadi di beberapa wilayah di Kota/Kabupaten Pekalongan dan Batang.

Tren kasus virus asal Wuhan ini dalam dua pekan di Kota Pekalongan mengalami kenaikan pesat. Terdapat 11 kasus aktif, dengan rincian tiga orang dirawat di rumah sakit dan delapan orang isolasi mandiri di rumah masing-masing.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Pekalongan, Slamet Budiyanto, Kamis (06/08) menyebut bahwa pantauan yang dilakukan pihaknya selama dua pekan terakhir menunjukkan stabil. Namun pada pekan terakhir bertambah sangat signifikan.

Slamet mengatakan bahwa kasus di Kota Batik saat ini menunjukan penularan antar warga secara lokal. Hal tersebut, menurutnya, warga Kota Pekalongan lebih waspada.

“Dua orang yang tertular dari transmisi lokal tersebut, tertular dari anggota keluarga yang sudah lebih dulu terkena Covid-19. Sehingga kita harus waspada, karena ketika sudah ada transmisi lokal kontak eratnya justru akan lebih banyak,” ujar Slamet.

Di Kabupaten Pekalongan, hingga Kamis, peningkatan kasus positif Covid-19 dari klaster pendidik, bertambah.  Yakni, satu orang Kepala sekolah salah satu SD di Kecamatan Siwalan, satu guru SD di Kecamatan Siwalan, dan seorang guru Paud di Kecamatan Talun.

Sementara itu, ditengah-tengah pencangangan Gerakan Zero Covid-19 di Kabupaten Batang. Kasus positif mencapai 103 orang. “Saya sudah tanda tangani Perbup Zero Covid-19. Saya mau serius dan fokus mengawal Zero Covid-19 ini. Maka saya minta kepada seluruh OPD terkait untuk ikut mengawal Perbup ini,” ungkap Bupati Batang, Wihaji.

Wihaji menyebut, hingga Kamis (6/8/2020) kasus Korona di Batang mencapai 103 orang, dengan angka kesembuhan 68 orang, dirawat 25 orang, dan meninggal 10 orang.

“Aturan gerakan Zero Covid-19 yang pertama kita lakukan adalah lockdown keluarga dengan cara wajib mengisolasi mandiri di rumah selama 14 hari. Pemkab Batang selama 14 hari akan memberikan uang sebesar Rp 1 juta, dan sembako untuk setiap keluarga yang positif Covid-19,” ujar Bupati Wihaji. (Eva Abdullah)

Terkait
Rusak, Jalan Raya Ketitang-Sedayu dikeluhkan warga

Bojong, Wartadesa. - Kerusakan Jalan Raya Ketitang (Bojong) - Sedayu (Wonopronggo) dibeberapa titik dikeluhkan warga, musim penghujan menambah kondisi jalan Read more

Lagi, galian C didemo Warga

Karanganyar, Wartadesa. - Rabu ( 03/02) Ratusan warga Desa Kutosari Kecamatan Karanganyar Kabupaten Pekalongan mendatangi lokasi Galian C yang beradi Read more

Ombudsman apresiasi Polres Batang bentuk tim khusus tangani kasus pembunuhan Haniyah

Batang, Wartadesa. - Polres Batang Jawa Tengah menegaskan komitmennya untuk menangani kasus pembunuhan yang menewaskan Haniyah (35), warga Desa Gapuro Read more

Warga Gondang pertanyakan hasil pajak parkir pasar

Pemalang, Wartadesa. - 50 pemuda Desa Gondang Kecamatan Taman Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah mempertanyakan hasil pajak parkir pasar desa. Mereka Read more

selengkapnya
KesehatanLayanan PublikLingkungan

Warga Pulosari mulai kesulitan air bersih

gambuhan

Pemalang, Wartadesa. – Warga desa-desa di lereng Gunung Slamet Kabupaten Pemalang, khususnya Kecamatan Pulosari mulai kesulitan mendapatkan air bersih memasuki musim kemarau. Hal tersebut berulang setiap musim, lantaran kondisi demografi wilayah tersebut.

Seperti terjadi di Dusun Gajah Oling, Desa Gambuhan, Kecamatan Pulosari, Pemalang. Warga mengalami kesulitan mendapatkan air bersih. Hal tersebut membuat TNI/Polri bersama BPBD setempat membantu penyaluran 5000 liter air bersih.

“Harapannya, bantuan air bersih bisa bermanfaat dan dapat digunakan dengan sebaik-baiknya,”kata Kapolres Pemalang AKBP Ronny Tri Prasetyo Nugroho.

Sementara itu warga yang menerima bantuan air bersih ini mematuhi protokol kesehatan. Mereka mengenakan masker kain dan menjaga jarak. Terdapat kurang lebih 200 warga yang mengantri saat pembagian air bersih. (Eva Abdullah)

Terkait
Rusak, Jalan Raya Ketitang-Sedayu dikeluhkan warga

Bojong, Wartadesa. - Kerusakan Jalan Raya Ketitang (Bojong) - Sedayu (Wonopronggo) dibeberapa titik dikeluhkan warga, musim penghujan menambah kondisi jalan Read more

Lagi, galian C didemo Warga

Karanganyar, Wartadesa. - Rabu ( 03/02) Ratusan warga Desa Kutosari Kecamatan Karanganyar Kabupaten Pekalongan mendatangi lokasi Galian C yang beradi Read more

Ombudsman apresiasi Polres Batang bentuk tim khusus tangani kasus pembunuhan Haniyah

Batang, Wartadesa. - Polres Batang Jawa Tengah menegaskan komitmennya untuk menangani kasus pembunuhan yang menewaskan Haniyah (35), warga Desa Gapuro Read more

Warga Gondang pertanyakan hasil pajak parkir pasar

Pemalang, Wartadesa. - 50 pemuda Desa Gondang Kecamatan Taman Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah mempertanyakan hasil pajak parkir pasar desa. Mereka Read more

selengkapnya
KesehatanLayanan Publik

Tambah sembilan orang positif Korona, total 103 di Kabupaten Pemalang

kasus korona pemalang

Keterangan Foto: Data pantauan Covid-19 Kabupaten Pemalang hingga Senin (03/08). Foto: https://infocorona.pemalangkab.go.id/

Pemalang, Wartadesa. – Kasus positif Korona (Covid-19) hingga Senin (03/08) di Kota Ikhlas sebanyak 103 dengan rincian 43 orang dirawat, 53 sembuh dan 7 orang meninggal, setelah petugas yang berwenang mengumumkan penambahan 9 kasus baru.

Juru Bicara Penanganan Covid 19 Kabupaten Pemalang, Tutuko Raharjo mengungkapkan bahwa sembilan orang terkonfirmasi positif tersebut hasil tracing yang dilakukan pihaknya pada 22-31 Juli 2020 kepada orang orang yang diduga pernah melakukan kontak fisik dengan pasien yang terpapar virus Covid-19.

Tutuko menyebut, pihaknya telah melakukan rapid tes kepada 3 ribu orang dengan melanjutkan swab tes yang reaktif.

Sembilan orang yang terkonfirmasi positif Covid-19 adalah ESH (56), perempuan warga Kecamatan Petarukan; K (73), laki laki warga Kecamatan Taman; K (57), laki laki warga Kecamatan Bantarbolang; TR (50), laki-laki warga Kecamatan Ulujami; SL (16), warga Petarukan, RWI perempuan warga Kecamatan Petarukan; KAS (21), laki-laki warga Kecamatan Bodeh; ITE (27), perempuan warga Kecamatan Bodeh, dan P (49) perempuan warga KecamatanWarga dan jecamtawKecamatan Ulujami.

“Dari jumlah itu, P warga Ulujami telah meninggal pagi tadi dan telah dimakamkan prosedur Covid-19. Sþ6elain itu menurut informasi pada 30 Juli kemarin juga terdapat satu orang meninggal dunia inisial N umur 66 tahun warga Kecamatan Comal,” kata Tutuko dalam jumpa pers di Posko Covid-19 Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPPD) Pemalang.

Selain itu, Tutuko juga mengumumkan dua orang sembuh, yakni  inisial EKA (27), laki-laki warga Kecamatan Bantarbolang , dan inisial P (44) perempuan warga Kecamatan Taman.

“Dengan masih adanya penambahan warga yang terkonfirmasi positif Korona, diharapkan semua pihak dapat lebih waspada dan taat melaksanakan protokol kesehatan, dengan cara jaga jarak fisik, selalu cuci tangan dengan sabun dan menggunakan masker,” kata Tutuko. (Eva Abdullah)

Terkait
Rusak, Jalan Raya Ketitang-Sedayu dikeluhkan warga

Bojong, Wartadesa. - Kerusakan Jalan Raya Ketitang (Bojong) - Sedayu (Wonopronggo) dibeberapa titik dikeluhkan warga, musim penghujan menambah kondisi jalan Read more

Lagi, galian C didemo Warga

Karanganyar, Wartadesa. - Rabu ( 03/02) Ratusan warga Desa Kutosari Kecamatan Karanganyar Kabupaten Pekalongan mendatangi lokasi Galian C yang beradi Read more

Ombudsman apresiasi Polres Batang bentuk tim khusus tangani kasus pembunuhan Haniyah

Batang, Wartadesa. - Polres Batang Jawa Tengah menegaskan komitmennya untuk menangani kasus pembunuhan yang menewaskan Haniyah (35), warga Desa Gapuro Read more

Warga Gondang pertanyakan hasil pajak parkir pasar

Pemalang, Wartadesa. - 50 pemuda Desa Gondang Kecamatan Taman Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah mempertanyakan hasil pajak parkir pasar desa. Mereka Read more

selengkapnya
KesehatanLayanan Publik

Empat anggota DPRD Kabupaten Pemalang positif Korona, kantor dilockdown

gedung dprd pemalang

Pemalang, Wartadesa. – Kantor DPRD Kabupaten Pemalang dilockdown (ditutup) hingga tanggal 13 Agustus 2020 menyusul empat anggotanya terpapar virus Korona (Covid-19). Hal tersebut diungkapkan oleh Ketua Satgas Lawan Covid-19 DPRD Pemalang, Fahmi Hakim.

Fahmi mengungkapkan bahwa berdasarkan surat Ketua DPRD Pemalang nomor 177.6/2377 tanggal 30 Juli 2020 tentang Penghentian Sementara Kegiatan DPRD. “Sebelumnya diumumkan dua orang anggota DPRD terpapar, kini jumlah yang terpapar bertambah dua lagi menjadi empat orang,” kata Fahmi.

Menurut Fahmi, anggota DPRD yang terpapar virus asal Wuhan, Negeri Tirai Bambu ini kebanyakan berasal dari Komisi B karena mobilitas mereka yang cukup tinggi.

Fahmi melanjutkan, adanya tambahan dua anggota DPRD positif Korona, hingga Ahad (02/08) belum secara resmi diumumkan karena konferensi pers biasanya dilakukan oleh Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Pemalang.

Pada Kamis (30/7) kemarin dalam konferensi pers disampaikan tambahan tujuh orang positif Covid-19 namun belum termasuk tambahan baru dari klaster DPRD. Sementara itu konferensi pers yang sedianya akan dilaksanakan Sabtu (1/8) di RSUD Ashari oleh Bupati Pemalang, Junaedi batal diselenggarakan.

Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Pemalang Mardiyanto mengatakan adanya tambahan pasien positif Korona dari klaster DPRD dua diantaranya anggota DPRD. Antara lain berinisial K dan TR. Keduanya menjalani perawatan di rumah sakit. (Eva Abdullah)

Berita terkait:

 

Ujianto, anggota DPRD Kabupaten Pemalang yang terpapar Korona, berpulang

Terkait
Rusak, Jalan Raya Ketitang-Sedayu dikeluhkan warga

Bojong, Wartadesa. - Kerusakan Jalan Raya Ketitang (Bojong) - Sedayu (Wonopronggo) dibeberapa titik dikeluhkan warga, musim penghujan menambah kondisi jalan Read more

Lagi, galian C didemo Warga

Karanganyar, Wartadesa. - Rabu ( 03/02) Ratusan warga Desa Kutosari Kecamatan Karanganyar Kabupaten Pekalongan mendatangi lokasi Galian C yang beradi Read more

Ombudsman apresiasi Polres Batang bentuk tim khusus tangani kasus pembunuhan Haniyah

Batang, Wartadesa. - Polres Batang Jawa Tengah menegaskan komitmennya untuk menangani kasus pembunuhan yang menewaskan Haniyah (35), warga Desa Gapuro Read more

Warga Gondang pertanyakan hasil pajak parkir pasar

Pemalang, Wartadesa. - 50 pemuda Desa Gondang Kecamatan Taman Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah mempertanyakan hasil pajak parkir pasar desa. Mereka Read more

selengkapnya
KesehatanLayanan PublikPendidikan

Sekolah tatap muka bakal dibuka Senin besok

dindik batang

Batang, Wartadesa. – Meski masih menyisakan zona merah di 16 Desa/Kelurahan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Batang, Jawa Tengah bakal memberlakukan pembelajaran tatap muka untuk jenjang Sekolah Dasar sederajad, mulai Senin (03/08) besok.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Achmad Taufiq, Jum’at (31/07) mengatakan bahwa data dari Dinkes Batang, 16 desa/kelurahan yang masih masuk zona merah, yaitu Desa Sidorejo dan Desa Pandansari, Kecamatan Warungasem, Kelurahan Kauman, Kasepuhan, dan Desa Cepoko Kuning, Kecamatan Batang.

Selanjutnya, Desa Kuripan dan Desa Clapar Kecamatan Subah, dan Desa Amongrogo dan Donorejo Kecamatan Limpung. Desa Bawang, Desa Candirejo dan Desa Candigugur, Kecamatan Bawang, Desa Wates Kecamatan Wonotunggal, Desa Tegalsari Kecamatan Kandeman, dan Desa Jrakahpayung Kecamatan Tulis.

Menurut Taufiq, SD yang diperbolehkan untuk melaksanakan pembelajaran tatap muka adalah sekolah yang berada di zona hijau, sedang SD yang berada di zona merah menunggu kondisi di wilayahnya masuk zona hijau.

“Kendati demikian, tidak semua SD diperbolehkan melaksanakan pembelajaran tatap muka, khususnya sekolah yang berada di zona merah,” tutur Taufiq.

Bagi wilayah yang masih masuk zona merah Covid-19, Taufiq mengatakan, pihaknya akan menerapkan pembelajaran siswa SD dengan metode jarak jauh.

Seperti dilansir dari Antara, Taufiq mengungkapkan, pembelajaran tatap muka akan diberlakukan untuk kelas 2 SD dan kelas 6 SD sedang siswa kelas satu diberlakukan dengan cara model sekolah di rumah dimana guru akan memberikan materi dan pembelajaran ke rumah secara berkelompok.

“Hal yang penting, orang tua siswa harus tetap mengawasi aktivitas anak baik saat belajar tatap muka di sekolah maupun ketika pembelajaran daring di rumah. Tentunya, mereka juga harus mematuhi dan disiplin dalam melaksanakan protokol kesehatan,” tutupnya. [Sumber: Antara]

Terkait
Rusak, Jalan Raya Ketitang-Sedayu dikeluhkan warga

Bojong, Wartadesa. - Kerusakan Jalan Raya Ketitang (Bojong) - Sedayu (Wonopronggo) dibeberapa titik dikeluhkan warga, musim penghujan menambah kondisi jalan Read more

Lagi, galian C didemo Warga

Karanganyar, Wartadesa. - Rabu ( 03/02) Ratusan warga Desa Kutosari Kecamatan Karanganyar Kabupaten Pekalongan mendatangi lokasi Galian C yang beradi Read more

PKS Kota Santri serahkan bantuan al-Quran

Kedungwuni, Waradesa. - Jajaran Pengurus Dewan Pimpinan Daerah Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kabupaten Pekalongan, Kamis (05/01) mendatangi komplek Ponpes Miftakhul Read more

Ratusan penjaga sekolah di Batang tuntut kesejahteraan

Batang, Wartadesa. - Kecilnya honor bagi penjaga sekolah di wilayah Batang, semetara tanggung jawab mereka yang besar, seperti harus bertanggung Read more

selengkapnya
KesehatanLayanan Publik

Ujianto, anggota DPRD Kabupaten Pemalang yang terpapar Korona, berpulang

ujianto

Pemalang, Wartadesa. –  Kabar duka, anggota DPRD Kabupaten Pemalang, Ujianto MR, meninggal pada Kamis (30/07) pulul 15.00 WIB, setelah sebelumnya dinyatakan positif Korona (Covid-19).

UJianto sempat menjalani perawatan di RSUD dr M Ashari Pemalang bersama NR anggota DPRD lainnya.

Juru bicara penanganan Covid-19 Kabupaten Pemalang Tutuko Raharjo membenarkan meninggalnya Ujianto MR setelah menjalani perawatan di RSUD M.Ashari, ” Ya benar, meninggal sore ini di dr RSUD M Ashari Pemalang,” kata Tutuko.

Ujianto merupakan kader Partai Golkar setelah hampir dua pekan berjuang melawan keganasan Covid-19. (Eva Abdullah)

Terkait
Rusak, Jalan Raya Ketitang-Sedayu dikeluhkan warga

Bojong, Wartadesa. - Kerusakan Jalan Raya Ketitang (Bojong) - Sedayu (Wonopronggo) dibeberapa titik dikeluhkan warga, musim penghujan menambah kondisi jalan Read more

Lagi, galian C didemo Warga

Karanganyar, Wartadesa. - Rabu ( 03/02) Ratusan warga Desa Kutosari Kecamatan Karanganyar Kabupaten Pekalongan mendatangi lokasi Galian C yang beradi Read more

Ombudsman apresiasi Polres Batang bentuk tim khusus tangani kasus pembunuhan Haniyah

Batang, Wartadesa. - Polres Batang Jawa Tengah menegaskan komitmennya untuk menangani kasus pembunuhan yang menewaskan Haniyah (35), warga Desa Gapuro Read more

Warga Gondang pertanyakan hasil pajak parkir pasar

Pemalang, Wartadesa. - 50 pemuda Desa Gondang Kecamatan Taman Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah mempertanyakan hasil pajak parkir pasar desa. Mereka Read more

selengkapnya
Layanan PublikPemberantasan Korupsi

Kejari Pekalongan: Kasus pungli PTSL Desa Rogoselo lanjut terus

kejari

Doro, Wartadesa. – Kejaksaan Negeri (Kejari) Pekalongan memastikan akan tetap melanjutkan kasus pungli program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) Desa Rogoselo, Kecamatan Doro, Kabupaten Pekalongan. Pernyataan tegas tersebut disampaikan Kasi Intel Kejari Pekalongan, Muhammad Saeful, Selasa (28/7/2020).

Muhammad Saeful, mengatakan, selain perkaranya akan dilanjutkan, uang hasil pungli juga harus tetap dikembalikan secara utuh atau sepenuhnya.

“Terakhir yang bersangkutan sebelum lebaran memberikan laporan telah mengembalikan sebagian uang kepada warga, namun kelanjutanya sampai sekarang belum ada kabar lagi,” terang Muhammad Saeful.

Muhammad Saeful, menjelaskan, yang bersangkutan tidak ada itikad baik untuk melanjutkan pengembalian uang tambahan atau sisanya, sesuai kesepakatan itu ada jangka waktunya. “Sampai sekarang belum ada laporan ke kejaksaan, maka perkara ini akan kami lanjutkan,” tegasnya.

Sebelumnya, empat perwakilan warga Desa Rogoselo, kembali mendatangi Kejari Pekalongan, untuk memastikan proses hukum bagi Kades Rogoselo masih tetap berjalan.

Warga juga meminta Kejelasan pengembalian uang hasil pungli benar-benar terealisasi, bukan lagi janji-janji seperti yang kerap diucapkan oleh yang bersangkutan.

“Kami kemari menanyakan kepastian hukum sekaligus meminta kejelasan nasib uang warga yang belum dikembalikan. Kami masih setia mengawal kasus ini,” ungkap Agus Noto, salah satu perwakilan warga.

Agus Noto, mengatakan, pihak panitia PTSL baru mengembalikan uang kepada warga sebanyak 206 orang atau 206 bidang tanah yang dimohonkan sertifikatnya. Sisanya masih ada 1.170 bidang tanah belum menerima pengembalian.

“Total keseluruhan yang harus dikembalikan sebanyak 1.376 bidang tanah, namun uang baru dilembalikan sejumlah 206 bidang, sehingga warga masih menuntut pengembalian selanjutnya,” jelasnya.

Warga mengancam, bila tidak mendapatkan keadilan, maka akan membawa persoalan tersebut ke Ombudsman.

“Kami akan lapor ke Ombudsman, bila tidak mendapatkan kepastian hukum, karena ini sangat lamban sekali penanganya, ada apa,” kata Agus Noto. ( sumber sorotnews )

Terkait
Rusak, Jalan Raya Ketitang-Sedayu dikeluhkan warga

Bojong, Wartadesa. - Kerusakan Jalan Raya Ketitang (Bojong) - Sedayu (Wonopronggo) dibeberapa titik dikeluhkan warga, musim penghujan menambah kondisi jalan Read more

Lagi, galian C didemo Warga

Karanganyar, Wartadesa. - Rabu ( 03/02) Ratusan warga Desa Kutosari Kecamatan Karanganyar Kabupaten Pekalongan mendatangi lokasi Galian C yang beradi Read more

Ombudsman apresiasi Polres Batang bentuk tim khusus tangani kasus pembunuhan Haniyah

Batang, Wartadesa. - Polres Batang Jawa Tengah menegaskan komitmennya untuk menangani kasus pembunuhan yang menewaskan Haniyah (35), warga Desa Gapuro Read more

Warga Gondang pertanyakan hasil pajak parkir pasar

Pemalang, Wartadesa. - 50 pemuda Desa Gondang Kecamatan Taman Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah mempertanyakan hasil pajak parkir pasar desa. Mereka Read more

selengkapnya
KesehatanLayanan Publik

Satu keluarga di Kecamatan Karangdadap positif Korona

ilustrasi_corona

Kajen, Wartadesa. – Dua pekan kabar melalui media sosial berseliweran terkait satu keluarga yang reaktif Covid-19, hari ini terjawab sudah. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pekalongan, Setiawan Dwiantoro, mengatakan ada penambahan klaster baru, yakni di Kecamatan Karangdadap dan Wiradesa, Kabupaten Pekalongan.

“Untuk klaster Kecamatan Karangdadap terdiri atas lima orang dalam satu keluarga dan dua orang lainnya dalam satu kampung dengan keluarga itu. Ini kluster baru di dalam keluarga atau penularan di dalam keluarga. Bukan dari pemudik, namun penularannya sudah bersifat lokal. Kita harus lebih waspada lagi,” ujar Setiawan, Senin (27/07).

Penambahan klaster kecamatan tersebut, masih menurut Setiwan, merupakan hasil tracking yang dilakukan dinas terkait. “Semua yang kontak erat dengan suspek kita lakukan swab. Pertama kita lakukan rapid. Rapidnya reaktif, kita lakukan swab. Alhamdulillah dari swab ini bisa terdeteksi semua jika di daerah tersebut ada kasus,” lanjut Setiawan.

Setiawan mengatakan bahwa untuk klaster Wiradesa terdapat empat kasus, yakni, Ketua DPRD dan suami, ditambah ajudan dan sopir.

Kasus lainnya di Wiradesa yanki  seorang guru SD yang berdomisili di Kecamatan Wiradesa dan mengajar di Kecamatan Siwalan terkonfirmasi positif Covid-19.

dikonfirmasi kemarin, membenarkan ada penambahan kasus positif Covid-19 yang cukup signifikan. Menurutnya, hingga kemarin secara akumulasi ada 44 kasus terkonfirmasi positif Covid-19. Dengan rincian, 18 orang dirawat, 12 orang sembuh, 12 orang menjalani isolasi mandiri, dan 2 orang meninggal dunia.

Hingga Senin kemarin, lanjut Setiawan, total 44 kasus positif Covid-19 di Kabupaten Pekalongan,  terdiri dari 18 orang dirawat, 12 orang sembuh, 12 orang menjalani isolasi mandiri, dan 2 orang meninggal dunia. (Eva Abdullah)

Terkait
Rusak, Jalan Raya Ketitang-Sedayu dikeluhkan warga

Bojong, Wartadesa. - Kerusakan Jalan Raya Ketitang (Bojong) - Sedayu (Wonopronggo) dibeberapa titik dikeluhkan warga, musim penghujan menambah kondisi jalan Read more

Lagi, galian C didemo Warga

Karanganyar, Wartadesa. - Rabu ( 03/02) Ratusan warga Desa Kutosari Kecamatan Karanganyar Kabupaten Pekalongan mendatangi lokasi Galian C yang beradi Read more

Ombudsman apresiasi Polres Batang bentuk tim khusus tangani kasus pembunuhan Haniyah

Batang, Wartadesa. - Polres Batang Jawa Tengah menegaskan komitmennya untuk menangani kasus pembunuhan yang menewaskan Haniyah (35), warga Desa Gapuro Read more

Warga Gondang pertanyakan hasil pajak parkir pasar

Pemalang, Wartadesa. - 50 pemuda Desa Gondang Kecamatan Taman Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah mempertanyakan hasil pajak parkir pasar desa. Mereka Read more

selengkapnya
KesehatanLayanan Publik

Kasus Covid-19 terus naik, 14 keluarga di Batang ‘Lockdown’

wihaji

Batang, Wartadesa. – 14 warga Batang diisolasi (lockdown) selama empat belas hari lantaran positif Korona (Covid-19). Hal tersebut menurut Wihaji, Bupati Batang, merupakan upaya untuk menerapkan program zero Covid-19 di wilayahnya.

Wihaji menyebut, hingga saat ini, total warga Batang yang positif Korona sebanyak 91 orang, dengan rincian  meninggal dunia 8 orang, dirawat 22 orang dan sembuh 61 orang.

“14 keluarga positif sudah kita isolasi dengan cara lockdown selama 14 hari. Dan untuk membantu mereka memenuhi kebutuhan sehari-hari, kita memberikan bantuan berupa sembako dan juga yang Rp1 juta setiap bulanya,” ungkap Bupati Wihaji, Senin (27/07).

Wihaji berpesan kepada 14 keluarga yang positif Covid-19 untuk tidak menerima tamu dan keluar rumah. “Untuk penyebaran virus corona sendiri tidak ada klaster baru, namun tertular dari pasien yang sebelumnya sudah terpapar. Dan hampir 90 persen yang positif orang tangpa gejala (OTG),” jelasnya.

Untuk mendisiplinkan masyarakat dimasa adaptasi kebiasaan baru, Bupati Wihaji akan lebih memilih sanksi sosial agar masyarakat lebih disiplin guna antisipasi penularan covid-19.

“Masyarakat Batang wajib menggunakan masker atau face shield, cuci tangan dan physical distancing. Dan kami sedang bikin peraturan bupati untuk mengatur sanksi sosial, aturan itu termasuk dalam program zero Covid-19,” tandas Wihaji. (Eva Abdullah)

 

Terkait
Rusak, Jalan Raya Ketitang-Sedayu dikeluhkan warga

Bojong, Wartadesa. - Kerusakan Jalan Raya Ketitang (Bojong) - Sedayu (Wonopronggo) dibeberapa titik dikeluhkan warga, musim penghujan menambah kondisi jalan Read more

Lagi, galian C didemo Warga

Karanganyar, Wartadesa. - Rabu ( 03/02) Ratusan warga Desa Kutosari Kecamatan Karanganyar Kabupaten Pekalongan mendatangi lokasi Galian C yang beradi Read more

Ombudsman apresiasi Polres Batang bentuk tim khusus tangani kasus pembunuhan Haniyah

Batang, Wartadesa. - Polres Batang Jawa Tengah menegaskan komitmennya untuk menangani kasus pembunuhan yang menewaskan Haniyah (35), warga Desa Gapuro Read more

Warga Gondang pertanyakan hasil pajak parkir pasar

Pemalang, Wartadesa. - 50 pemuda Desa Gondang Kecamatan Taman Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah mempertanyakan hasil pajak parkir pasar desa. Mereka Read more

selengkapnya