close
Layanan PublikPendidikan

Sekolah di Pemalang belum alokasikan Dana BOS untuk kuota internet siswa, mengapa?

dindikbud pemalang

Pemalang, Wartadesa. – Hampir seluruh lembaga pendidikan formal di Kota Ikhlas belum menyalurkan Dana BOS untuk pembelian kuota internet siswa dalam pembelajaran jarak jauh (daring–PJJ), meski revisi Permendikbud Nomor 8 Tahun 2020 tentang Petunjuk Teknis (Juknis) Biaya Operasional Sekolah (BOS) Reguler, menyebut Dana BOS bisa digunakan untuk pembelian kuota internet siswa dan guru.

Mendikbud Nadiem Makarim memberlakukan Permendikbud Nomor 19 Tahun 2020 tentang Perubahan Atas Permendikbud Nomor 8 Tahun 2020 tentang Juknis BOS Reguler. Dalam Permendikbud baru itu, diatur ketentuan bahwa dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) bisa digunakan untuk membeli pulsa internet bagi guru dan siswa dalam mendukung pembelajaran dari rumah selama masa darurat Covid-19.

Dalam Pasal 9A Permendikbud Nomor 19 Tahun 2020, disebutkan bahwa selama masa penetapan status Kedaruratan Kesehatan Masyarakat Covid-19 yang ditetapkan Pemerintah Pusat, sekolah dapat menggunakan dana BOS Reguler untuk pembiayaan langganan daya dan jasa. Pembiayaan langganan daya dan jasa tersebut dapat digunakan untuk pembelian pulsa, paket data, dan/atau layanan pendidikan daring berbayar bagi pendidik dan/atau peserta didik dalam rangka pelaksanaan pembelajaran dari rumah. Ketentuan penggunaan dana BOS Reguler  ini berlaku mulai April 2020 sampai dengan dicabutnya penetapan status kedaruratan kesehatan masyarakat Covid-19 oleh pemerintah pusat.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pemalang, Mualif mengatakan bahwa baru lima sekolah setingkat SMP yang memberikan bantuan kuota untuk siswa. Lima sekolah tersebut bekerja sama dengan penyedia layanan internet (Provider).

Terkait enggannya sekolah di Kabupaten Pemalang menyalurkan bantuan kuota internet untuk siswa, Mualif menambahkan bahwa pihaknya mendorong para kepala sekolah untuk menyalurkannya. “Yang lain masih kita dorong, sedangkan untuk informasi yang dari Kementrian belum ada juknis sampai hari ini,” ujar Mualif, Senin (31/08).

Mualif menambahkan bahwa saat masa pandemi Covid-19, dua prinsip yang menjadi pijakan Dindikbud Pemalang, yakni keselamatan dan keamanan masyarakat sekolah, yang kedua adalah prinsip tumbuh kembang anak juga diperhatikan, “pemberian kuota internet tersebut adalah salah satu bentuk perhatian terhadap tumbuh kembang anak dalam interaksi jarak jauh.” Ujarnya. (Eva Abdullah)

Terkait
Terlantar di Papua, ABK Asal Pemalang Butuh Bantuan

Pemalang, Wartadesa. - Enam orang Anak Buah Kapal (ABK) asal Kabupaten Pemalang dan satu orang lagi asal Demak, terlantar di Read more

Bioskop Djanoko Nasibmu Kini, Dijualpun Tak Laku

TEPAT di pusat kota Randudongkal Pemalang, Bioskop Djanoko masih gagah berdiri. Meski kondisi bangunannya terlihat tua tanpa perawatan. Pada bagian Read more

Pelaku Pencabulan Anak Tiri di Pemalang Dibekuk

Pemalang, Wartadesa. - Satreskrim Polres Pemalang berhasil mengamankan JB (45) tersangka tindak pidana persetubuhan dan atau pencabulan terhadap anak tirinya Read more

PSIP Pemalang Tahan Imbang PSISa Salatiga

Temanggung, Wartadesa. - Laskar Benowo, PSIP Pemalang berhasil menahan imbang permainan PSISa Salatiga 1-1 dalam Babak 10 Besar Liga 3 Read more

Tags : BOSkuota internetpemalangpembelajaran daring