close

Lingkungan

Layanan PublikLingkunganSosial Budaya

Truk dam SMJ dihentikan karyawan PG Sragi, mengapa?

smj vs pg sragi

Sragi, Wartadesa. – Truk dam (dump-truck) PT SMJ yang membawa material tanah urugan untuk proyek tol Pemalang-Batang dihentikan oleh karyawan Pabrik Gula (PG) Sragi, Kamis (29/03), lantaran  mobilitas truk dam yang merusak aliran air dari Dukuh Branti Desa Bulakpelem tersumbat. Akibatnya debit air yang mengarah ke PG Sragi berkurang.

Penghentian armada truk SMJ tersebut akhirnya dimediasi oleh pihak kepolisian setempat. Kapolsek Sragi, AKP Sumantri, Danramil, Kapten Sunarto memimpin mediasi. Mediasi juga diikuti oleh Asisten Kepala Pengolahan PG Sragi, Erwin Fitri Handoko, Asisten Kepala Teknik Andreas Dipa Utama dan perwakilan PBTR Sartono, Humas PT SMJ Damanhuri.

Informasi yang didapatkan, aksi penghentian truk dam oleh karyawan PG Sragi akibat truk milik SMJ tersebut merusak gorong-gorong saluran air dari Dukuh Branti Desa Bulakpelem ke PG Sragi hingga membuat saluran air tersumbat.

Dari mediasi tersebut dihasilkan kesepakatan bahwa PT SMJ akan membangun box cover untuk saluran air injeksi dari Desa Bulakpelem ke PG Sragi. PT SMJ juga sepakat untuk memasang armco disebelah Utara dan Selatan box untuk galian armada truk. Dan akan dibongkar setelah selesai operasional truk dam.  (Eva Abdullah)

Terkait
Terseret ombak di Pantai Kisik Wonokerto, dua anak meninggal

Tirto, Wartadesa. - Dua saudara sepupu terseret ombak di Pantai Kisik Wonokerto, Senin (01/01) sekitar pukul 11.35 WIB. Kedua bucah Read more

Gudang oven pabrik kayu lapis di Karanganyar ludes terbakar

Karanganyar, Wartadesa. - Gudang Oven Kayu Lapis PT Duta Albasy di Jalan Raya Kulu Asri, Desa Kulu Kecamatan Karanganyar Kab. Read more

Rusak, Jalan Raya Ketitang-Sedayu dikeluhkan warga

Bojong, Wartadesa. - Kerusakan Jalan Raya Ketitang (Bojong) - Sedayu (Wonopronggo) dibeberapa titik dikeluhkan warga, musim penghujan menambah kondisi jalan Read more

Lagi, galian C didemo Warga

Karanganyar, Wartadesa. - Rabu ( 03/02) Ratusan warga Desa Kutosari Kecamatan Karanganyar Kabupaten Pekalongan mendatangi lokasi Galian C yang beradi Read more

selengkapnya
Layanan PublikLingkunganSosial Budaya

Jalan tak kunjung diperbaiki pengembang tol, warga Cepagan blokir jalan

blokir jalan cepagan

Batang, Wartadesa. – Kecewa dengan jalan yang rusak dan tak kunjung diperbaiki oleh pengembang tol, warga Cepagan nekat memblokir jalan. Pemblokiran jalan yang dilakukan pada Kamis (22/03) tersebut meluas hingga pagi ini, Jum’at (23/03), bahkan desa-desa sekitar turut melakukan aksi serupa, termasuk Desa Sidorejo.

Data yang dihimpun setidaknya aksi pemblokiran jalan pernah dilakukan oleh warga Sijono, Terban, Menguneng, Masin dan terakhir Cepagan hingga Sidorejo. Pemblokiran jalan oleh warga tersebut karena kekecewaan warga terhadap PT Waskita Karya yang tidak merespon tuntutan warga terhadap perbaikan jalan yang rusak akibat truk pengangut material tol.

“Nasib jalan di Kecamatan Warungasem yang terabaikan bikin warganya semakin emosi.” Tutur Iskak, warga Cepagan di lokasi, Jum’at (23/03).

Selain itu, kemarahan warga juga dipicu dengan kecelakaan yang menimpa pengendara motor hingga meninggal, akibat jalan yang rusak parah.

Warga memasang palang di tengah jalan dan bebatuan di ruas jalan Cepagan-Warungasem.  Menurut salah seorang warga, sebetulnya warga tidak mempermasalahkan pembangunan jalan tol, karena merupakan proyek nasional. Namun warga menginginkan adanya tanggung jawab pengembang untuk memperbaiki jalan yang rusak parah, sehingga tidak menimbulkan banyak korban.

Sementara itu, dikutip dari Antara, Bupati Batang Wihaji mengatakan sesuai kesepakatan PT Waskita dengan Pemkab Batang, menyebutkan pengelola proyek Tol Pemalang-Batang harus sudah memulai pengecoran jalan itu pada 17 Pebruari 2017. Namun hingga Maret ini perbaikan jalan belum dilaksanakan.

“Kami mendukung program pembangunan Tol Pemalang-Batang yang dicanangkan oleh Presiden Jokowi. Akan tetapi PT Waskita juga harus bertanggung jawab terhadap kerusakan jalan lintasan tol yang digunakan untuk sarana lalu lintas truk pengangkut material PT Waskita,” katanya.

Wihaji meminta agar PT Waskita Karya segera memperbaiki ruas jalan yang rusak tersebut,  “Tolong cepat diperbaiki jalan lintasan tol itu, agar masyarakat tidak menjadi korban kecelakaan akibat rusaknya jalan. Saya tidak ingin rakyat saya marah,” katanya.

Kepala Teknik PT. Waskita Proyek Jalan Tol Pemalang-Batang Paket 4, Nasrullah, mengatakan bahwa PT Waskita sudah mematuhi apa yang menjadi kesepakatan dengan Pemerintah Kabupaten Batang.

“Saat ini, kami konsentrasi melakukan perbaikan jalan Nganjir, Desa Kalibeluk, Warungasem hingga ruas jalan titik selatan Desa Cepagan hingga Pandansari,” katanya. (Eva Abdullah, dan sumber dari Antara)

Terkait
Terseret ombak di Pantai Kisik Wonokerto, dua anak meninggal

Tirto, Wartadesa. - Dua saudara sepupu terseret ombak di Pantai Kisik Wonokerto, Senin (01/01) sekitar pukul 11.35 WIB. Kedua bucah Read more

Gudang oven pabrik kayu lapis di Karanganyar ludes terbakar

Karanganyar, Wartadesa. - Gudang Oven Kayu Lapis PT Duta Albasy di Jalan Raya Kulu Asri, Desa Kulu Kecamatan Karanganyar Kab. Read more

Rusak, Jalan Raya Ketitang-Sedayu dikeluhkan warga

Bojong, Wartadesa. - Kerusakan Jalan Raya Ketitang (Bojong) - Sedayu (Wonopronggo) dibeberapa titik dikeluhkan warga, musim penghujan menambah kondisi jalan Read more

Lagi, galian C didemo Warga

Karanganyar, Wartadesa. - Rabu ( 03/02) Ratusan warga Desa Kutosari Kecamatan Karanganyar Kabupaten Pekalongan mendatangi lokasi Galian C yang beradi Read more

selengkapnya
KesehatanLayanan PublikLingkungan

Wihaji harap ada tim khusus kaji dampak merkuri PLTU Batang

greenpeace pltu batang

Batang, Wartadesa. – Bupati Batang, Wihaji berharap dampak merkuri setelah PLTU Batubara beroperasi dikaji oleh tim khusus. Pihaknya mengungkapkan tidak boleh ada setetes merkuri yang dapat merugikan warga Batang pada mega proyek 4 milar dolar tersebut.

“Kami berharap ada tim khusus untuk mengkaji dampak mercuri dari PLTU setelah beroprasi,” ujar Wihaji saat mengunjungi Desa Cablikan Kecamatan Reban, Senin (19/03).

Baca: PLTU Batang berpotensi cemari warga dengan karbon dan merkuri

Menurut Wihaji, Pemkab Batang ingin menjadikan Batang sebagai surganya Asia, bukan sebaliknya, “Jangan sampai satu tetes mercuri mencemari lingkungan di Kabupaten Batang, karena kami ingin menjadikan Batang surganya Asia bukan malah sebaliknya,” ujarnya.

Seperti ditulis Wartadesa sebelumnya, Greenpeace Indonesia mensinyalir bahwa Pembangkit Lisrik Tenaga Uap (PLTU) Batubara Batang, Jawa Tengah mengeluarka sekitar 10,8 juta ton karbon dan 26 kilogram merkuri setiap tahunnya. Jutaan karbon tersebut sebanding dengan seluruh emisi karbon yang dihasilkan oleh Myanmar pada tahun 2009.

Temuan tersebut disoroti Wakil Ketua VII DPR RI Satya Widya Yudha saat melakukan kunjungan spesifik Komisi VII ke PLTU Batang, Rabu (14/03). “Ini yang perlu mendapatkan tindak lanjut, jangan sampai apa yang disinyalir oleh Greenpeace menjadi kenyataan. Karena Indonesia sudah meratifikasi konvensi Minamata tahun 2017 yang tidak mengizinkan adanya cemaran merkuri dalam aktivitas industri terutama pertambangan atau juga industri yang menggunakan hasil tambang seperti batubara yang dipakai PLTU Batang ini,” ujarnya, dikutip dari Tribun.

Menurut Yudha, PLTU berbasis batubara mempunyai resiko kandungan emisi karbon yang besar sehingga dibutuhkan implementasi analisis dampak lingkungan berupa pengawasan dalam bentuk upaya pengelolaan lingkungan hidup dan upaya pemantauan lingkungan hidup.

“Mereka tentu sudah menyampaikan Amdalnya terlebih dahulu, karena ini proyek 2×1.000 MW. Tetapi untuk implementasi Amdalnya sendiri perlu pengawasan, pengawasan itu bisa berbentuk dikeluarkannya UKL dan UPL. Karena UKL dan UPL itulah yang nantinya melihat bagaimana konsistensi apa yang telah disepakati dalam AMDAL tersebut,” imbuhnya.

Yudha mengajak kepada semua pihak yang terlibat untuk tetap mengawasi dari waktu ke waktu pengerjaan proyek PLTU Batang ini karena menurutnya keberadaan pembangkit listrik dan upaya melistriki masyarakat menjadi tanggungjawab negara. (Sumber: Tribun)

 

Terkait
Rusak, Jalan Raya Ketitang-Sedayu dikeluhkan warga

Bojong, Wartadesa. - Kerusakan Jalan Raya Ketitang (Bojong) - Sedayu (Wonopronggo) dibeberapa titik dikeluhkan warga, musim penghujan menambah kondisi jalan Read more

Lagi, galian C didemo Warga

Karanganyar, Wartadesa. - Rabu ( 03/02) Ratusan warga Desa Kutosari Kecamatan Karanganyar Kabupaten Pekalongan mendatangi lokasi Galian C yang beradi Read more

Ombudsman apresiasi Polres Batang bentuk tim khusus tangani kasus pembunuhan Haniyah

Batang, Wartadesa. - Polres Batang Jawa Tengah menegaskan komitmennya untuk menangani kasus pembunuhan yang menewaskan Haniyah (35), warga Desa Gapuro Read more

Warga Gondang pertanyakan hasil pajak parkir pasar

Pemalang, Wartadesa. - 50 pemuda Desa Gondang Kecamatan Taman Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah mempertanyakan hasil pajak parkir pasar desa. Mereka Read more

selengkapnya
Lingkungan

PLTU Batang berpotensi cemari warga dengan karbon dan merkuri

greenpeace pltu batang

Batang, Wartadesa. – Greenpeace Indonesia mensinyalir bahwa Pembangkit Lisrik Tenaga Uap (PLTU) Batubara Batang, Jawa Tengah mengeluarka sekitar 10,8 juta ton karbon dan 26 kilogram merkuri setiap tahunnya. Jutaan karbon tersebut sebanding dengan seluruh emisi karbon yang dihasilkan oleh Myanmar pada tahun 2009.

Temuan tersebut disoroti Wakil Ketua VII DPR RI Satya Widya Yudha saat melakukan kunjungan spesifik Komisi VII ke PLTU Batang, Rabu (14/03). “Ini yang perlu mendapatkan tindak lanjut, jangan sampai apa yang disinyalir oleh Greenpeace menjadi kenyataan. Karena Indonesia sudah meratifikasi konvensi Minamata tahun 2017 yang tidak mengizinkan adanya cemaran merkuri dalam aktivitas industri terutama pertambangan atau juga industri yang menggunakan hasil tambang seperti batubara yang dipakai PLTU Batang ini,” ujarnya, dikutip dari Tribun.

Menurut Yudha, PLTU berbasis batubara mempunyai resiko kandungan emisi karbon yang besar sehingga dibutuhkan implementasi analisis dampak lingkungan berupa pengawasan dalam bentuk upaya pengelolaan lingkungan hidup dan upaya pemantauan lingkungan hidup.

“Mereka tentu sudah menyampaikan Amdalnya terlebih dahulu, karena ini proyek 2×1.000 MW. Tetapi untuk implementasi Amdalnya sendiri perlu pengawasan, pengawasan itu bisa berbentuk dikeluarkannya UKL dan UPL. Karena UKL dan UPL itulah yang nantinya melihat bagaimana konsistensi apa yang telah disepakati dalam AMDAL tersebut,” imbuhnya.

Yudha mengajak kepada semua pihak yang terlibat untuk tetap mengawasi dari waktu ke waktu pengerjaan proyek PLTU Batang ini karena menurutnya keberadaan pembangkit listrik dan upaya melistriki masyarakat menjadi tanggungjawab negara.

Greenpeace sendiri pada 11 Februari 2014 mengeluarkan siaran pers terkait fakta-fakta merugikan PLTU Batang Indonesia, mereka mendesak Pemerintah Jepang dan Indonesia didesak untuk membangun alternatif energi yang aman dan bersih.

Menurut Greenpeace Indonesia, rencana pembangunan PLTU Batang akan mengeluarkan sekitar 10,8 juta ton karbon (lebih dari seluruh emisi karbon yang dihasilkan oleh Myanmar di tahun 2009) dan 226 kg merkuri setiap tahunnya. Proyek ini bila didirikan akan membahayakan mata pencaharian lebih dari 100 ribu penduduk nelayan dan petani setempat, melanggar beberapa hukum Indonesia, dan pemerintah menggunakan uang publik pada investasi mahal sejumlah US$ 4 miliar untuk pembangunan proyek ini. Dana investasi mahal tersebut justru akan jauh menguntungkan dan berkelanjutan jika dialihkan ke dalam investasi energi bersih dan terbarukan.

Greenpeace dan masyarakat setempat mendesak Indonesia dan pemerintah Jepang untuk menghentikan rencana PLTU Batang yang kotor dan mahal tersebut dan mengalihkan investasi tersebut ke pengembangan energi serta sumber daya untuk rencana investasi energi terbarukan.

“Dokumen ini mengungkapkan banyak fakta-fakta merugikan negara dan masyarakat yang berhubungan dengan rencana pembangunan PLTU Batang ini. Pemerintah Indonesia harus menghabiskan dana senilai 4 miliar dolar untuk membangun PLTU bertenaga 2 juta kilowatt dibanding mengeluarkannya untuk energi yang lebih bersih, lebih berkelanjutan, yaitu solusi energi terbarukan,” kata Arif Fiyanto, Juru kampanye Iklim dan Energi Greenpeace Indonesia.

“Ini adalah suatu keharusan jika Indonesia ingin mendukung – bukan hanya janji – komitmen Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada 2009 untuk mengurangi emisi gas rumah kaca sebesar 26% pada tahun 2020, dan mengembangkan energi terbarukan 25% total bauran energi pada tahun 2025. PLTU Batang sendiri kemungkinan akan melepaskan 10,8 juta ton CO2 per tahun–terlebih lagi jika PLTU seperti itu dibangun, emisi sektor energi di Indonesia bisa mencapai dua kali lipat pada tahun 2020,” imbuh Arif.

Beberapa fakta dari rencana pembangunan PLTU Batang adalah antara lain:

  • Proyek ini melanggar beberapa hukum di Indonesia.
  • Bank Dunia membantu membiayai PLTU raksasa di Batang ini meskipun kebijakan baru Bank Dunia telah merekomendasikan untuk berhenti mendukung proyek-proyek batubara di seluruh dunia
  • Pembangkit listrik tenaga batu bara 2.000 megawatt di Batang, Jawa Tengah akan memakan biaya setidaknya US$ 4 miliar.
  • Berdasarkan rencana kapasitas yang ada, PLTU Batang akan melepaskan 226 kg merkuri setiap tahun ke wilayah Ujungnegoro – Roban yang merupakan Kawasan Konservasi Laut Daerah. Sebuah debit tahunan 226 kg merkuri bisa menjadi bencana bagi perikanan lokal, mengingat bahwa 0,907 gram merkuri dalam danau dapat membuat ikan di area seluas 100m2 tak layak dimakan.
  • PLTU Batang akan memiliki kapasitas 2000 megawatt, akan merilis sekitar 10,8 juta ton karbon ke atmosfer – yang setara dengan emisi karbon seluruh negara Myanmar pada tahun 2009.
  • Proses AMDAL gagal memasukkan kekhawatiran dan suara masyarakat

PLTU Batang juga akan membuat mata pencaharian lebih dari 100.000 penduduk setempat memburuk dan dapat meningkatkan kemiskinan di kawasan tersebut. Itulah sebabnya lebih dari 7.000 penduduk desa dari 5 desa terus menentang proyek ini . “Kami menentang rencana pembangunan PLTU Batang, karena kita tidak ingin menghadapi takdir yang sama seperti masyarakat yang sudah terpengaruh oleh pembangkit listrik tenaga batu bara, seperti masyarakat di Cirebon, Jepara, dan Cilacap. Pemerintah seharusnya lebih memperhatikan masa depan kami daripada para penyumbang polusi yang serakah,” kata Roidhi, warga Batang.

Arif mengatakan, untuk menyediakan listrik bagi masyarakat Indonesia , pemerintah seharusnya tidak membahayakan ratusan ribu mata pencaharian dan kesehatan warga lokal, kestabilan iklim bumi. Karena solusi energi untuk Indonesia adalah energi terbarukan yang aman dan bersih.

“Penelitian terbaru menunjukkan bahwa Indonesia bisa memimpin dunia dalam hal panas bumi , dengan 40% dari kapasitas cadangan. Geothermal panas bumi dunia melebihi 29.000 MW tetapi hanya 1.2MW yang telah dikembangkan sejauh ini. Kami juga memperkirakan kapasitas hidro melebihi 75.000 MW, belum lagi potensi angin melimpah di negeri ini dengan ribuan mil dari garis pantai ribuan gugusan pulau, dan angin yang konstan. Apa yang dibutuhkan adalah kemauan pemerintah Indonesia untuk menghentikan kecanduan bahan bakar fosil dan beralih kepada pemanfaatan energi terbarukan, untuk memastikan masa depan yang bersih dan aman bagi masyarakat Indonesia dan dunia, ” tutup Arif. (Sumber: Tribun, Greenpeace)

Lebih lengkap baca: http://m.greenpeace.org/seasia/id/PageFiles/695938/laporan-ringkas-ancaman-maut-pltu-batubara.pdf

http://www.tribunnews.com/nasional/2018/03/16/pltu-batang-berpotensi-polusi-merkuri

http://www.greenpeace.org/seasia/id/press/releases/Greenpeace-Mengungkap-Fakta-fakta-Merugikan-PLTU-Batang/

Terkait
Lagi, galian C didemo Warga

Karanganyar, Wartadesa. - Rabu ( 03/02) Ratusan warga Desa Kutosari Kecamatan Karanganyar Kabupaten Pekalongan mendatangi lokasi Galian C yang beradi Read more

Dua cucian jins di Pegaden Tengah ditutup Satpol PP

Wonopringgo, Wartadesa. - Dua tempat pencucian jins di Desa Pegaden Tengah Kecamatan Wonopringgo Kabupaten Pekalongan ditutup oleh Satpol PP, hari Read more

Nasib galian C Pododadi Karanganyar ditentukan Senin depan

Wiradesa, Wartadesa. - Paska unjuk rasa yang dilakukan oleh warga Desa Kutosari Kecamatan Karanganyar Kabupaten Pekalongam, Kamis (11/01) kemarin dan Read more

Laut pasang, Pantaisari terendam

Pekalongan Kota, Wartadesa. - Kondisi laut pasang (rob) yang tinggi merendam jalan WR Supratman depan Tempat Pelelangan Ikan (TPI/PPNP) hingga Read more

selengkapnya
EkonomiLingkunganSosial Budaya

Tol Pemalang Batang-rampung 64 persen

menteri pu cek sewaka

Pemalang, Wartadesa. – Pengerjaan ruas jalan tol Pemalang-Batang baru mencapai 64 persen sedang untuk jalan tol wilayah Penjagan Pemalang dan Sewaka Gandulan saat ini sudah mencapai 70 persen. Demikian disampaikan oleh Menteri PUPR, Mochamad Basoeki Hadimoeljono saat mengunjungi exit tol Gandulan, pagi ini, Rabu (07/03).

Menteri PUPR bersama Kapolda Jateng, Irjen Pol. Condro Kirono bersama rombongan melakukan pengecekan jalan tol ruas Pemalang.  Mereka tiba di exit tol Gandulan Pukul 09.00 WIB.

Rombongan terdiri dari 52 kendaraan roda empat. Kunjungan tersebut dalam rangka mengecek kondisi terkini rute tol Gandulan–Sewaka.

Mentri PU PR mengatakan bahwa Jalan Tol Pemalang Batang (PBTR) saat ini sdh mencapai 64 % sedangkan Untuk Jalan Tol Wilayah Pejagan Pemalang (PPTR) dan sewaka Gadulan saat ini sdh mencapai 70 %.

“Kami prediksi untuk bulan Mei mendatang sudah bisa digunakan untuk umum, namun untuk tiket tol masih akan dikoordinasikan dengan Kementrian BUMN apakah berbayar atau gratis.” Pungkas Basoeki. (Eva Abdullah)

Terkait
Terseret ombak di Pantai Kisik Wonokerto, dua anak meninggal

Tirto, Wartadesa. - Dua saudara sepupu terseret ombak di Pantai Kisik Wonokerto, Senin (01/01) sekitar pukul 11.35 WIB. Kedua bucah Read more

Gudang oven pabrik kayu lapis di Karanganyar ludes terbakar

Karanganyar, Wartadesa. - Gudang Oven Kayu Lapis PT Duta Albasy di Jalan Raya Kulu Asri, Desa Kulu Kecamatan Karanganyar Kab. Read more

Rusak, Jalan Raya Ketitang-Sedayu dikeluhkan warga

Bojong, Wartadesa. - Kerusakan Jalan Raya Ketitang (Bojong) - Sedayu (Wonopronggo) dibeberapa titik dikeluhkan warga, musim penghujan menambah kondisi jalan Read more

Lagi, galian C didemo Warga

Karanganyar, Wartadesa. - Rabu ( 03/02) Ratusan warga Desa Kutosari Kecamatan Karanganyar Kabupaten Pekalongan mendatangi lokasi Galian C yang beradi Read more

selengkapnya
Lingkungan

Ratusan pelajar dan warga pungut sampah

hpsn ok

Pekalongan, Wartadesa. – Ratusan warga dan pelajar dari tingkat SD hingga SMA meramaikan peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) Kota Pekalongan. Mereka melakukan gerakan pungut sampah yang dipusatkan di Lapangan Jetayu, Kota Pekalongan, Ahad (04/03).

Acara yang digelar oleh Pemkot Pekalongan bersama Komunitas Peduli Kali Loji (KPKL) ini berlangsung seru. Titik Nuraini, Ketua KPKL menuturkan sedikitnya 500 peserta dari warga dan pelajar mengikuti kegiatan HPSN 2018 tersebut.

“Kegiatan ini melibatkan 500 pelajar dari SD hingga SMA, relawan anggota KPKL bersama pelajar berjalan mulai Lapangan Jetayu, Jalan Diponegoro, Jalan Barito, Jalan Progo, Jalan Cendrawasih dan Kembali lagi Ke Lapangan Jetayu sambil memungut sampah,” ujar Titik.

Walikota Pekalongan, Saelany Machfudz mengungkapkan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian warga dengan bergotong-royong membersihkan Kota Pekalongan. Saelany berharap dengan acara HPSN ini nantinya akan dilakukan oleh warga di lingkungan masing-masing.

“Dengan gerakan pungut sampah kami berharap masyarakat yang melihat bisa mencontoh, minimal dilakukan di lingkungan masing-masing,” ujar orang nomor satu di Kota Batik ini.

Saelany menambahkan bahwa Pemkot Pekalongan telah melakukan upaya-upaya menjaga kebersihan lingkungan dengan mengadakan lomba K3, Kelurahan terbersih, bersih-bersih kali dengan melibatkan peran serta warga. (Ali Bana)

Terkait
Lagi, galian C didemo Warga

Karanganyar, Wartadesa. - Rabu ( 03/02) Ratusan warga Desa Kutosari Kecamatan Karanganyar Kabupaten Pekalongan mendatangi lokasi Galian C yang beradi Read more

Dua cucian jins di Pegaden Tengah ditutup Satpol PP

Wonopringgo, Wartadesa. - Dua tempat pencucian jins di Desa Pegaden Tengah Kecamatan Wonopringgo Kabupaten Pekalongan ditutup oleh Satpol PP, hari Read more

Nasib galian C Pododadi Karanganyar ditentukan Senin depan

Wiradesa, Wartadesa. - Paska unjuk rasa yang dilakukan oleh warga Desa Kutosari Kecamatan Karanganyar Kabupaten Pekalongam, Kamis (11/01) kemarin dan Read more

Laut pasang, Pantaisari terendam

Pekalongan Kota, Wartadesa. - Kondisi laut pasang (rob) yang tinggi merendam jalan WR Supratman depan Tempat Pelelangan Ikan (TPI/PPNP) hingga Read more

selengkapnya
BencanaLingkungan

Banjir di Pekalongan belum surut

28472101_1588660274587129_8879123752450331906_n

Pekalongan Kota, Wartadesa. – Hampir 24 jam kondisi banjir di wilayah Kramatsari Kota Pekalongan belum juga surut, kondisi rob di wilayah pesisir pantai Pekalongan mengakibatkan air masih tetap merendam warga.

Seperti dilaporkan pewarta Wartadesa, ketinggian air di Kramatsari hingga kamis (01/03) pukul 18.00 WIB berkisar antara 10 hingga 20 centimeter. “Ketinggian air di wilayah Kramatsari hingga sore ini diatas mata kaki orang dewasa,” tutur Susilo, warga setempat.

“Banjir ini dimanfaatkan anak-anak untuk bermain air,” tambah Susilo.

Banjir juga sempat merendam wilayah Kelurahan Tirto. Menurut informasi dari Tim SAR, sedikitnya 47 jiwa mengungsi di Kantor Kelurahan Tirto akibat banjir yang merendam Rt. 05 dan 06 Rw 01.

Banjir dan rob juga masih merendam wilayah Api-api Kecamatan Wonokerto, Kabupaten Pekalongan. Retnanti, warga Api-Api melaporkan bahwa air masih menggenangi permukiman warga. “Air masih menggenangi rumah warga, meski seharian ini tidak ada hujan tambahan,” tuturnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Rabu malam (28/02) wilayah Pekalongan dilanda banjir akibat hujan deras selama tiga jam lebih yang mengguyur wilayah tersebut. (Ali Bana, Eva Abdullah)

 

Terkait
59 rumah tersapu angin puting beliung di Bojongnangka Pemalang

Pemalang, Wartadesa. -  59 rumah di Desa Bojongnangka Kec/Kab. Pemalang, Jawa Tengah rusak ringan hingga parah akibat tersapu angin puting Read more

Gudang oven pabrik kayu lapis di Karanganyar ludes terbakar

Karanganyar, Wartadesa. - Gudang Oven Kayu Lapis PT Duta Albasy di Jalan Raya Kulu Asri, Desa Kulu Kecamatan Karanganyar Kab. Read more

Lagi, galian C didemo Warga

Karanganyar, Wartadesa. - Rabu ( 03/02) Ratusan warga Desa Kutosari Kecamatan Karanganyar Kabupaten Pekalongan mendatangi lokasi Galian C yang beradi Read more

Longsor, ruas jalan Lebakbarang-Karanganyar tertutup batu

Lebakbarang, Wartadesa. - Akibat hujan yang mengguyur wilayah Lebakbarang, ruas jalan Lebakbarang-Karanganyar, terjadi longsor yang menutup ruas jalan di dua Read more

selengkapnya
BencanaLingkungan

Diguyur hujan tiga jam, Pekalongan terendam

banjir pekalongan

Pekalongan Kota, Wartadesa. – Hujan deras yang mengguyur wilayah Pekalongan dan sekitarnya selama tiga jam, Rabu (28/02), membuat wilayah Kota Pekalongan terendam banjir. Air menggenangi wilayah Bendan, Kergon, Pasirkramatkraton, Poncol dan Sapuro.

Sementara untuk wilayah langganan rob seperti di Bandengan, Kandangpanjang, Panjangwetan, air hujan bercampur rob menggenangi rumah warga. Genangan air juga sempat merendam RS Anugerah dan RSUD Kraton.

Heri Jatmiko, warga Kergon mengungapkan bahwa bajir menggenangi wilayah Kergon. Hal senada juga diungkapkan M. Dafa, warga Kraton, “Kraton siaga satu mas … RSUD Kraton dan RS Anugerah juga kebanjiran,” tuturnya.

Rianawati, melaporkan bahwa di Jalan Sulawesi Pekalongan, Sapuro, beberapa pengendara motor harus menuntun motornya akibat mogok. “Ketinggian banjir sekitar 40-50 centimeter, beberapa motor harus didorong karena mogok akibat kemasukan air,” ujarnya.

“Untuk wilayah kergon, bajir merendam cukup tinggi. Banjir hingga sepusar orang,” pungkas Rianawati. (Eva Abdullah)

 

Terkait
59 rumah tersapu angin puting beliung di Bojongnangka Pemalang

Pemalang, Wartadesa. -  59 rumah di Desa Bojongnangka Kec/Kab. Pemalang, Jawa Tengah rusak ringan hingga parah akibat tersapu angin puting Read more

Gudang oven pabrik kayu lapis di Karanganyar ludes terbakar

Karanganyar, Wartadesa. - Gudang Oven Kayu Lapis PT Duta Albasy di Jalan Raya Kulu Asri, Desa Kulu Kecamatan Karanganyar Kab. Read more

Lagi, galian C didemo Warga

Karanganyar, Wartadesa. - Rabu ( 03/02) Ratusan warga Desa Kutosari Kecamatan Karanganyar Kabupaten Pekalongan mendatangi lokasi Galian C yang beradi Read more

Longsor, ruas jalan Lebakbarang-Karanganyar tertutup batu

Lebakbarang, Wartadesa. - Akibat hujan yang mengguyur wilayah Lebakbarang, ruas jalan Lebakbarang-Karanganyar, terjadi longsor yang menutup ruas jalan di dua Read more

selengkapnya
Lingkungan

Darurat enceng gondok dan rumput, Kali Mrican bakal dibersihkan

kali mrican

Wonokerto, Wartadesa. – Kondisi Kali Mrican Desa Bebel Kecamatan Wonokerto Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah penuh tumbuhan enceng gondok dan rumput. Selain itu saluran kali dipenuhi dengan sampah yang dibuang oleh warga maupun akibat terbawa arus. Akibatnya kondisi kali kali kotor dan tidak terurus.

Melihat kondisi tersebut, Andi Irawan, kepala Desa Bebel bersama lintas komunitas se Kota dan kabupaten Pekalongan menggelar pertemuan lintas komunitas. Pertemuan yang digelar pada Sabtu (24/02) ini dilakukan di Balaidesa Bebel dengan agenda utama merumuskan pelaksanaan kerja bareng ‘bersih-bersih Kali Mrican’.

“Kegiatan ini merupakan upaya untuk mempercantik wajah Kali Mrican agar terbebasdari sampah, enceng gondok dan rumput. Terutama di bagian bantaran kali,” tutur Andi, Sabtu malam.

Andi menambahkan, hasil pertemuan tersebut disepakati bahwa berbagai organisasi dan komunitas akan bergabung dalam acara kerja bareng bersih-bersih Kali Mrican, “Insya Allah akan diselenggarakan Jum’at (02/03) besok mas,” tambahnya.

Menurut Andi, kegiatan tersebut merupakan implementasi dari program Berjumpa (Bersih Jum’at Pagi) yang digagas Bupati Pekalongan, Asip Kholbihi. Program itu merupakan sarana edukasi kepada masyarakat untuk mewujudkan Kabupaten Pekalongan yang bersih.

Sebelumnya, program serupa pernah dilakukan untuk membersihkan Kali Mrican. Namun karena kurang kuntinyu, enceng gondok dan rumput tumbuh lagi dan menutup seluruh kali. (Ali Bana)

Terkait
Lagi, galian C didemo Warga

Karanganyar, Wartadesa. - Rabu ( 03/02) Ratusan warga Desa Kutosari Kecamatan Karanganyar Kabupaten Pekalongan mendatangi lokasi Galian C yang beradi Read more

Dua cucian jins di Pegaden Tengah ditutup Satpol PP

Wonopringgo, Wartadesa. - Dua tempat pencucian jins di Desa Pegaden Tengah Kecamatan Wonopringgo Kabupaten Pekalongan ditutup oleh Satpol PP, hari Read more

Nasib galian C Pododadi Karanganyar ditentukan Senin depan

Wiradesa, Wartadesa. - Paska unjuk rasa yang dilakukan oleh warga Desa Kutosari Kecamatan Karanganyar Kabupaten Pekalongam, Kamis (11/01) kemarin dan Read more

Laut pasang, Pantaisari terendam

Pekalongan Kota, Wartadesa. - Kondisi laut pasang (rob) yang tinggi merendam jalan WR Supratman depan Tempat Pelelangan Ikan (TPI/PPNP) hingga Read more

selengkapnya
Layanan PublikLingkungan

Pemkab Pekalongan segera perbaiki jalan rusak

jalan rengas

Kajen, Wartadesa. – Hampir seluruh jalan di wilayah Kota Santri rusak parah, hal tersebut dikeluhkan oleh banyak warga. Terkait kondisi tersebut, Pemkab Pekalongan akan secepatnya memperbaiki jalan yang rusak saat ini, demikian disampaikan oleh Bupati Pekalongan, Asip Kholbihi, saat meninjau Desa Rengas Kecamatan Kedungwuni Kabupaten Pekalongan, Jum’at (23/02).

Seperti diunggah dalam laman media sosial Wartadesa, warga Desa Rengas melakukan aksi mancing ikan di kubangan jalan yang rusak. Aksi ini digelar sebagai bentuk protes karena ruas jalan tersebut rusak akibat mobilisasi truk proyek tol. Kamis (22/02).

Menurut Asip, saat ini progres perbaikan jalan masih dalam tahap proses administrasi, “Dan hari ini kita lakukan mapping dan survey jalan rusak tersebut, untuk menjadi skala prioritas,” tutur orang nomor satu di Pekalongan ini.

Asip memastikan bahwa seluruh ruas jalan yang rusak di Kota Santri akan diperbaiki. “Kita memastikan ruas-ruas jalan di Kabupaten Pekalongan yang mengalami kerusakan akibat banjir maupun efek dari pembangunan jalan tol,” tandasnya.

Pemkab Pekalongan menganggarkan Rp. 150 milyar untuk perbaikan jalan tersebut, “Dengan anggaran yang disediakan hingga 150 milyar yang berasal dari APBD Kab. Pekalongan, maupun dari bantuan Propinsi dan DAK Pusat Insya Allah jalan-jalan Kabupaten yang hari ini kita saksikan rusak akan kita perbaiki semua di seluruh wilayah Kabupaten Pekalongan,” lanjut Asip Kholbihi.

Untuk tahun 2018 ini akan diupayakan dari 100% kerusakan jalan yang ada, mudah-mudahan bisa mengcover 60% jalan-jalan di Kabupaten Pekalongan. “ Setelah survey dokumen selesai dan Insya Allah akan segera kita proses pelelangan dan sebelum hari raya semua sudah selesai,”tegasnya.

Sementara itu DRPD KOmisi C H. Munir menyampaikan komitmen agar jalan-jalan poros yang rusak di Kabupaten Pekalongan segera diperbaiki. “Hal ini akan kita dorong untuk bisa dianggarkan dan akan kita cari dana baik dari Propinsi maupun Pusat sehingga jalan ini bisa halus mulus untuk transportasi masyarakat,” tambahnya. (Eva Abdullah)

Terkait
Rusak, Jalan Raya Ketitang-Sedayu dikeluhkan warga

Bojong, Wartadesa. - Kerusakan Jalan Raya Ketitang (Bojong) - Sedayu (Wonopronggo) dibeberapa titik dikeluhkan warga, musim penghujan menambah kondisi jalan Read more

Lagi, galian C didemo Warga

Karanganyar, Wartadesa. - Rabu ( 03/02) Ratusan warga Desa Kutosari Kecamatan Karanganyar Kabupaten Pekalongan mendatangi lokasi Galian C yang beradi Read more

Ombudsman apresiasi Polres Batang bentuk tim khusus tangani kasus pembunuhan Haniyah

Batang, Wartadesa. - Polres Batang Jawa Tengah menegaskan komitmennya untuk menangani kasus pembunuhan yang menewaskan Haniyah (35), warga Desa Gapuro Read more

Warga Gondang pertanyakan hasil pajak parkir pasar

Pemalang, Wartadesa. - 50 pemuda Desa Gondang Kecamatan Taman Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah mempertanyakan hasil pajak parkir pasar desa. Mereka Read more

selengkapnya