close
Layanan PublikLingkunganSosial Budaya

Jalan tak kunjung diperbaiki pengembang tol, warga Cepagan blokir jalan

blokir jalan cepagan
Blokir jalan. Warga Desa Cepagan dan sekitarnya memblokir jalan Cepagan-Warungasem menuntut perbaikan jalan yang rusak akibat mobilitas truk proyek tol Pemalang-Batang. Foto: Iskak

Batang, Wartadesa. – Kecewa dengan jalan yang rusak dan tak kunjung diperbaiki oleh pengembang tol, warga Cepagan nekat memblokir jalan. Pemblokiran jalan yang dilakukan pada Kamis (22/03) tersebut meluas hingga pagi ini, Jum’at (23/03), bahkan desa-desa sekitar turut melakukan aksi serupa, termasuk Desa Sidorejo.

Data yang dihimpun setidaknya aksi pemblokiran jalan pernah dilakukan oleh warga Sijono, Terban, Menguneng, Masin dan terakhir Cepagan hingga Sidorejo. Pemblokiran jalan oleh warga tersebut karena kekecewaan warga terhadap PT Waskita Karya yang tidak merespon tuntutan warga terhadap perbaikan jalan yang rusak akibat truk pengangut material tol.

“Nasib jalan di Kecamatan Warungasem yang terabaikan bikin warganya semakin emosi.” Tutur Iskak, warga Cepagan di lokasi, Jum’at (23/03).

Selain itu, kemarahan warga juga dipicu dengan kecelakaan yang menimpa pengendara motor hingga meninggal, akibat jalan yang rusak parah.

Warga memasang palang di tengah jalan dan bebatuan di ruas jalan Cepagan-Warungasem.  Menurut salah seorang warga, sebetulnya warga tidak mempermasalahkan pembangunan jalan tol, karena merupakan proyek nasional. Namun warga menginginkan adanya tanggung jawab pengembang untuk memperbaiki jalan yang rusak parah, sehingga tidak menimbulkan banyak korban.

Sementara itu, dikutip dari Antara, Bupati Batang Wihaji mengatakan sesuai kesepakatan PT Waskita dengan Pemkab Batang, menyebutkan pengelola proyek Tol Pemalang-Batang harus sudah memulai pengecoran jalan itu pada 17 Pebruari 2017. Namun hingga Maret ini perbaikan jalan belum dilaksanakan.

“Kami mendukung program pembangunan Tol Pemalang-Batang yang dicanangkan oleh Presiden Jokowi. Akan tetapi PT Waskita juga harus bertanggung jawab terhadap kerusakan jalan lintasan tol yang digunakan untuk sarana lalu lintas truk pengangkut material PT Waskita,” katanya.

Wihaji meminta agar PT Waskita Karya segera memperbaiki ruas jalan yang rusak tersebut,  “Tolong cepat diperbaiki jalan lintasan tol itu, agar masyarakat tidak menjadi korban kecelakaan akibat rusaknya jalan. Saya tidak ingin rakyat saya marah,” katanya.

Kepala Teknik PT. Waskita Proyek Jalan Tol Pemalang-Batang Paket 4, Nasrullah, mengatakan bahwa PT Waskita sudah mematuhi apa yang menjadi kesepakatan dengan Pemerintah Kabupaten Batang.

“Saat ini, kami konsentrasi melakukan perbaikan jalan Nganjir, Desa Kalibeluk, Warungasem hingga ruas jalan titik selatan Desa Cepagan hingga Pandansari,” katanya. (Eva Abdullah, dan sumber dari Antara)

Terkait
Truk bermuatan jeruk terguling setelah tabrak tronton, satu meninggal

Kedungwuni, Wartadesa. - Kernet truk bermuatan jeruk bernopol S 8614 UJ bermana Kholili (29) meninggal setelah truk yang dikemudikan oleh Read more

Warga diingatkan tak jualan di pinggir jalan tol

Bojong, Wartadesa. - Warga yang nekat berjualan di pinggir jalan tol ruas Pemalang-Batang, tepatnya di kolong merpati Jajarwayang, Kecamatan Bojong, Read more

Rusak akibat mobilitas truk pembangunan tol, warga Talun blokir jalan

Talun, Wartadesa. - Kesal dengan kerusakan jalan akibat mobilitas truk pengangkut material tanah untuk pembangunan Tol Trans Jawa ruas Pemalang-Batang, Read more

Ratusan warga Desa Petanjungan demo kontraktor tol

Pemalang, Wartadesa. - 150 warga Desa Petanjugan, Kecamatan Petarukan, Kabupaten Pemalang menggelar aksi unjuk rasa, Jum'at (20/07). Aksi warga dipicu Read more

Tags : blokir jalanTol