close

Seni Budaya

PendidikanSeni Budaya

Tebarkan syiar Islam, grup hadroh SMA Islam YMI tampil di Kajen

PhotoGrid_1505664615980

Kajen, Wartadesa. – Grup Hadroh SMA Islam YMI Wonopringgo, Syauqul Mustofa, kembali tampil dalam pembacaan maulid nabi dan solawat pada Ahad malam (17/9), di Musola Al Huda, Desa Kebonagung, Kajen.

Grup Syauqul Mustofa Smais memang diundang secara khusus oleh ta’mir Musola Al Huda untuk menyemarakkan kegiatan di musola sekaligus mensyiarkan Islam di daerah tersebut. Penampilan ini disaksikan dan diikuti oleh cukup banyak warga sekitar yang memang sudah menanti-nanti aksi dan lantunan solawat dari grup hadroh kebanggaan SMA Islam YMI ini.

Penampilan rebana diawali dengan solawat assalamualaik versi Maher Zain dan Muhammad Nabina oleh vokal putri, dilanjutkan dengan lantunan solawat dan maulid simtudduror, dan diakhiri dengan penampilan marawis dari vokal alumni Syauqul Mustofa.

Kepala SMA Islam YMI Wonopringgo, Dodhy Harjinto, menuturkan bahwa penampilan ini sangat mengapresiasi penampilan Syauqul Mustofa. Pak Dodi, begitu sapaannya, mendukung kegiatan tersebut karena selain untuk syiar juga dapat mempromosikan sekolah agar makin banyak yang tertarik bersekolah di SMA Islam YMI.

Selain menerima undangan tampil, Grup Hadroh Syauqul Mustofa SMA Islam YMI rutin mengadakan pembacaan maulid nabi setiap dua minggu sekali. Rutinan dilaksanakam setiap hari Selasa malam Rabu. (M. Mikhail Ilyasa)

Terkait

[caption id="attachment_1326" align="alignnone" width="800"] Pelantikan Pimpinan Ranting IPNU IPPNU Pecakaran, Wonokerto - Pekalongan berlangsung khidmad. (14/10) Foto : Wahidatul Maghfiroh/wartadesa. Read more

SDN Tangkilkulon raih juara 1 lomba MAPSI

Kedungwuni, Wartadesa. - SD Negeri Tangkilkulon, Kecamatan Kedungwuni - Pekalongan meraih juara pertama dalam lomba  Mata Pelajaran Agama Islam dan Read more

IPNU IPPNU Wonokerto bentengi diri dengan Densus Aswaja

PAC IPPNU Wonokerto menggelar kegiatan Densus Aswaja di Masjid Hidayatullah, desa Semut (15/10). Foto Wahidatul Maghfiroh/wartadesa Read more

selengkapnya
EducationSeni Budaya

Ribuan santri dan walisantri meriahkan Panggung Gembira IMBS Miftakhul Ulum Pekajangan

imbs1

Kedungwuni, Wartadesa. – Ribuan walisantri dan santri Pondok Pesanten International Muhammadiyah Boarding School (IMBS) Miftakhul Ulum Pekajangan di Desa Ambokembang Gang 9, Kecamatan Kedungwuni Kabupaten Pekalongan, Jawatengah hadir turut memeriahkan gelaran spektakuler Pagelaran Seni Panggung Gembira santri dan santriwati. Acara yang digelar Rabu (20/9) tersebut berlangsung meriah.

Sejak pukul 19.30 WIB, ribuan walisantri sudah mendatangi lokasi, hingga pukul 08.00 WIB bangku yang disediakan oleh panitia, tidak mampu menampung ramainya santri dan walisantri yang datang untuk menyaksikan gelaran pentas seni yang dirangkum dalam tajuk panggung gembira.

Acara yang dimulai sekitar pukul 08.00 WIB tersebut dibuka dengan pembacaan ayat-ayat suci al-Qur’an, lagu kebangsaan Indonesia Raya, Mars Pondok dan Mars Muhammadiyah. Ribuan peserta larut dalam gelaran acara tersebut.

Muhammad Tabi’in, Ketua Pondok IMBS Miftakhul Ulum Pekajangan sekaligus Ketua Panitia mengungkapkan bahwa gelaran acara tersebut merupakan model pendidikan di luar kelas, “Pendidikan tidak hanya didapatkan santriwan-santriwati di dalam kelas saja, tetapi acara panggung gembira ini, juga merupakan bentuk pendidikan bagi para santri. Bagaimana mereka menjunjung tinggi integritas, berkomitmen, memimpin, dan bekerjasama mewujudkan acara tersebut,” ujarnya.

Tabi’in menambahkan, kegiatan panggung gembira tersebut merupakan kerja seluruh santri, tidak ada bantuan dari tukang maupun dari pengurus pondok. “Tidak ada satupun tukang yang membantu membangun pangung yang spektakuler seperti ini,” lanjutnya, “Semua dikerjakan oleh santri, dari pagi bahkan hingga pagi lagi. Saya turut melihat dan mengawasi, bahkan hingga subuh,”

Pondok Pesantrein IMBS Miftakhul Ulum Pekajangan diharapkan menjadi motor kebangkitan Mu’alimin-Mu’alimat kembali di Indonesia. Menjadi sentra pembentukan kader-kader Muhammadiyah beserta Organisasi Otonom (Ortom) nya, sebagaimana pesan Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir.

Selama menempuh pendidikan di Pondok Pesantren IMBS Miftakhul Ulum selama enam tahun, para santri mampu menghafal sedikitnya 10 juz al-Qur’an. Penguatan pondok sebagaimana yang diinstruksikan Haedar Nashir merupakan tantangan bagi Muhammadiyah untuk mewujudkannya.

Jika Muhammadiyah mampu membangun Perguruan Tinggi bertaraf Internasional, maupun sekolah bertaraf nasional, hal tersebut merupakan hal yang biasa. Tetapi membangun pondok bertaraf Internasional merupakan tantangan bagi Muhammadiyah untuk membentuk kader-kader pergerakan. Yang saat ini dibutuhkan, mengingat banyaknya kader-kader Muhammadiyah yang telah dipanggil Allah SWT, membutuhkan regenerasi kader. Lanjutnya.

Pagelaran Seni Panggung Gembira yang dihadiri oleh Kapolres, Kodim Pekalongan,  Danramil, Muspika Kedungwuni beserta jajaran Muhammadiyah, Aisyiyah beserta Ortomnya se Kabupaten Pekalongan tersebut berlangsung penuh kesan. Bupati Pekalongan yang hendak hadir dalam acara tersebut, terjebak macet dari Batang ke Pekalongan. (Bono)

 

 

Terkait
Pesantren harus menjadi trend-setter kebangkitan ekonomi

Buaran, Wartadesa. - Pesantren harus menjadi trend-setter atau leading sector dalam kebangkitan ekonomi di wilayah Pantura Jawa Tengah. Artinya, kota-kota Read more

Tak Kalah Kekinian, Muda-mudi Gelar Tahun Barunan di Desa

Wartadesa - Semarak menyambut datangnya pergantian baru bukan acap kali membuat kaum muda memutar otak untuk meramaikanya, berbagai pandangan rencana Read more

MDA Usmanul Anwar, Capgawen Selatan terendam banjir

Kedungwuni, Wartadesa. - Banjir sudah menjadi langganan warga Capgawen Selatan, khususnya di sebelah selatan terminal kedungwuni. Tiap hujan turun, selalu Read more

Tradisi Nyadran di Desa Sumurjomblangbogo

Bojong, Hari ini warga Desa Sumurjomblangbogo Kecamatan Bojong Kabupaten Pekalongan mengadakan Kegiatan nyadran , kegiatan yang rutin di laksanakan jika Read more

selengkapnya