Semarang, Wartadesa. – Bagi pemudik di wilayah Pemalang, setidaknya ada tiga jalur alternatif selain melewati ruas tol. “Di Pemalang kan ada dua exit tol, yakni Exit Sewaka di Desa Sewaka dan Exit Gandulan. Dua-duanya bisa dilalui, tidak ada kendala berarti,” kata Bupati Pemalang Junaedi di Semarang, Jumat malam (16/6).
Namun Junaedi menambahkan bahwa ada beberapa jembatan layang yang belum jadi yang dipakai sebagai jembatan fungsional, yakni jembatan ‘Belly’ di Desa Kelangkdepok. Bodeh.
“Karena cukup panjang dan pengurukannya tidak selesai, kami alihkan ke jalan kabupanten lewati sungai. Ya, itu pakai jembatan belly,” kata orang nomor satu di Pemalang ini.
Untuk menghindari kemacetan, Junaedi menambahkan bahwa ada jalan ‘tikus’ sebagai jalur alternatif.
Pertama, dari arah Selatan, yakni Purbalingga bisa melewati Belik kemudian terus ke utara melewati Randudongkal, Bantarbolang, ke timur sampai Bodeh, Pekalongan.
Kedua lanjut Junaedi, “Dari tengah juga ada jalur yang dulu digunakan saat Jembatan Comal ambles, yakni dari Paduraksa, kemudian masuk ke Desa Gondang, terus ke selatan hingga Bodeh, Pekalongan,” kata Junaedi.
Ketiga, kata Junaedi, dari Gandulan menuju Kedungbanjar terus ke arah utara yang tembus ke Jembatan Comal.
Junaedi mengakui bahwa jalur alternatif tersebut kondisinya rusak. “Ya, jalannya masih layak pakai, namun kondisinya kurang baik. Kami mau perbaiki sekarang juga bagaimana? Diperbaiki, hari ini dilewati kendaraan besar rusak lagi,” pungkasnya. (Eva Abdullah, Antara)










