close
BencanaLayanan Publik

Desa Mojo dan Pesantren terendam banjir hingga lebih dari 50 cm

banjir pemalang

Pemalang, Wartadesa. – Curah hujan tinggi di Kabupaten Pemalang menyebabkan Desa Mojo dan Pesantren, Kecamatan Ulujami, Pemalang terendam banjir. Bendung Sokawati tidak mampu menampung air hingga limpasan air mulai menggenangi warga, Kamis (19/02).

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pemalang, Wahadi menjelaskan, banjir yang melanda di Dusun Sidomulyo Pesantren diakibatkan karena hujan deras yang terjadi sejak pukul. 16.00 wib. hingga malam. akibatnya bendung Sokawati mengalami limpas sampai 410 cm. sehingga menyebabkan banjir di Dusun Sidomulyo karena terdampak luapan sungai Comal. Wahadi mengatakan, banjir di Sidomulyo mencapai ketinggian lebih dari 50 cm. Akibatnya sebanyak 20 warga terpaksa harus dievakuasi di tempat yang lebih tinggi.

“Ada sekitar 20 orang warga yang diungsikan. Meski terkena banjir banyak warga yang memilih bertahan dirumahnya. Tapi kami sebagai petugas tetap berupaya menyelamatkan masyarakat karena sampai sekarang hujan masih terus”, ujar Wahadi, Kamis (20/02).

Selain di Desa Pesantren, banjir juga melanda Desa Mojo Kecamatan Ulujami. Menurut Wahadi, ada 49 unit rumah yang terdampak banjir namun yang paling parah ada 5 rumah. Sedangkan banjir yang masuk di perumahan Widuri mencapai ketinggian 20 cm.

“Hasil pantauan kami pukul 02.00 WIB ketinggalan air di Desa Mojo sekitar 30 cm tapi dengan adanya limpas kali Comal yang semakin tinggi kami langsung menuju ke Pesantren,” ungkap Wahadi.

Sebelumnya, pihak BPBD sudah memantau kondisi bendungan yang ada di Kabupaten Pemalang khususnya bendungan Sokawati. Namun karena sudah diambang siap pihaknya bersama Tim reaksi cepat segera meluncur ke Desa Pesantren dengan membawa dua unit perahu karet. Dikatakannya, pihak BPBD sudah melakukan koordinasi dengan instansi terkait baik dengan TNI/Polri Kecamatan dan Desa maupun dengan para relawan setempat untuk melakukan evakuasi.

“Alhamdulillah bisa melakukan evakuasi, ditempat dataran yang lebih tinggi di Pesantren,”ucap Wahadi.

Wahadi menuturkan, Selain banjir, akibat hujan deras itu juga telah menyebabkan terjadinya tanah longsor di daerah selatan khususnya di Dusun Jumbleng, Desa Mendelem Kecamatan Belik. Akibat musibah tersebut, 3 unit rumah rusak dan satu orang luka ringan. Menurut Wahadi korban sudah dibawa kerumah sakit dan sekarang sudah kembali pulang.

Selain di Desa Mendelem, longsor juga terjadi di Dusun Rejosari dan Pedagung Desa Tundagan. Meski tidak ada kerusakan rumah maupun korban manusia, longsor tersebut telah menutup akses jalan sehingga mengganggu aktivitas perekonomian warga.

“Disana sudah dilakukan koordinasi dengan pihak kecamatan agar segera dibersihkan “. kata Wahadi.

Terkait dengan kondisi cuaca yang belum kondusif Pihaknya mengimbau agar warga di daerah rawan bencana diminta untuk waspada.

“Kami tim dari Kabupaten Pemalang akan terus memantau 24 jam “, tandas Wahadi.

Saat ditanya kapan puncak musim penghujan, Wahadi mengatakan bahwa menurut BMKG, Perkiraan puncak musim hujan adalah awal Maret. (Eva Abdullah/Humas Pemkab Pemalang)

Terkait
59 rumah tersapu angin puting beliung di Bojongnangka Pemalang

Pemalang, Wartadesa. -  59 rumah di Desa Bojongnangka Kec/Kab. Pemalang, Jawa Tengah rusak ringan hingga parah akibat tersapu angin puting Read more

Gudang oven pabrik kayu lapis di Karanganyar ludes terbakar

Karanganyar, Wartadesa. - Gudang Oven Kayu Lapis PT Duta Albasy di Jalan Raya Kulu Asri, Desa Kulu Kecamatan Karanganyar Kab. Read more

Rusak, Jalan Raya Ketitang-Sedayu dikeluhkan warga

Bojong, Wartadesa. - Kerusakan Jalan Raya Ketitang (Bojong) - Sedayu (Wonopronggo) dibeberapa titik dikeluhkan warga, musim penghujan menambah kondisi jalan Read more

Lagi, galian C didemo Warga

Karanganyar, Wartadesa. - Rabu ( 03/02) Ratusan warga Desa Kutosari Kecamatan Karanganyar Kabupaten Pekalongan mendatangi lokasi Galian C yang beradi Read more

Wartawan Warta Desa dilarang menerima suap atau sogokan dalam bentuk apapun, termasuk uang, barang, atau fasilitas, yang dapat mempengaruhi independensi pemberitaan. Jika menemukan hal tersebut, mohon difoto dan dilaporkan kepada redaksi dan pihak kepolisian

Tags : banjirbanjir pemalang