close
Jalan-jalan

Durian Gendis menangkan Kontes Durian Unggul III Kecamatan Karanganyar

lolong

Karanganyar, Wartadesa. – Durian Gendis Desa Pedawang, Kecamatan Karanganyar, Pekalongan memenangkan Kontes Durian Unggul ke-3 Kecamatan Karanganyar. Gelaran kontes durian lokal tersebut memakan delapan pekan proses penjurian dan diumumkan Sabtu (06/03).

Panitia Kontes Durian Unggul Tingkat Kecamatan Karanganyar Tuby Hartoyo mengatakan, ada 35 petani durian lokal yang mengikuti kontes tersebut. Juara pertama diraih oleh Sutrisno asal Desa Pedawang dengan Durian Gendis, juara kedua diraih oleh Taryali dari Desa Lolong dengan Durian Vino dan juara ketiga disabet ole Abdul Basir dari Desa Lolong dengan varian Durian Krikil.

Pada festival sebelumnya, Taryali meraih juara pertama dengan varian durian lokal Durian Putu Kembang.

Sedang, juara harapan 1 diraih jenis Durian Waris atas nama Restu, harapan 2 Durian Nanas atas nama Anas dan juara harapan 3 diraih Durian Pinggir atas nama Kusyanto.

Setiap even kontes durian lokal ditemukan varian durian unggul, termasuk pada gelaran kemarin, ada durian yang ketebalan dagingnya sampai dua cm dengan warna yang bagus. Plt Kadis Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Pekalongan, Tauhid Margono berharap varietas unggul durian lokal dapat terus ditingkatkan.

“kita harapkan ada varietas durian unggul yang bisa menjadi ikon durian Kabupaten Pekalongan, dan dapat dikembangkan di kecamatan-kecamatan yang potensial ditanami durian,” ujar Tauhid.

Panitia Kontes Durian Unggul Tingkat Kecamatan Karanganyar Tuby Hartoyo mengatakan, ada 35 petani durian lokal yang mengikuti kegiatan ini. “kegiatan seperti ini sudah kali ketiga dilaksanakan. Khusus tahun ini karena pandemi, kita laksanakan secara sederhana, mematuhi protokol kesehatan,” paparnya.

Menurut Hartoyo, kontes yang dihelat bisa menaikkan harga jual durian.  “sebelumnya durian dari petani biasa dijual murah, dengan adanya kontes durian bisa dijual lebih tinggi. Tentu ini menguntungkan petani dari sisi ekonomi. Dan semoga durian dengan jenis terbaik bisa terus dikembangkan dan menjadi andalan Kabupaten Pekalongan. Karena durian kita tidak kalah dari segi rasa, cuma kalah dari segi nama,” katanya.

Wilayah Penghasil Durian Lokal Pekalongan

Berdasarkan data angka Kabupaten Pekalongan, jumlah tanaman durian pada tahun 2017 sebanyak 149.008 pohon, dan pada tahun 2018 triwulan II sebanyak 4.268 pohon. Tanaman yang berproduksi pada triwulan II tersebut berada di kecamatan Paninggaran, Lebakbarang, Wonopringgo dan Kedungwuni. Jarak tanam yang digunakan adalah 10×10 dengan populasi 100 pohon/ha. Panen terjadi pada bulan Januari – Maret.

Durian lokal pekalongan setiap satu  pohonnya bisa menghasilkan 250-300 butir, bahkan ada yang mampu menghasilkan 500 butir per pohonnya.

Zakaria, pemilik pohon durian Lolong menyampaikan bahwa durian Lolong adalah durian lokal yang belum disertifikasi sehingga dirinya mengharapkan bantuan pemerintah untuk mensertifikasi varietas durian lolong agar diakui secara nasional sehingga durian tersebut dapat terus dikembangkan untuk mendapatkan mutu dan jumlah hasil panen yang lebih baik dan bisa menjadi oleh-oleh khas Kabupaten Pekalongan.

Sedikitnya terdapat 13 jenis durian unggul di Indonesia antara lain Bido, Bawor, Matahari, Namlung, Pelangi, Serombut, Super Tembaga, Petruk, Pelangi, Madu Racun, Malika, Merah Banyuwangi, Lai Mahakam dan jenis lainnya.

Durian yang sering dicari adalah jenis Petruk, Sitokong, dan Matahari, dan Pelangi Manokwari.

Durian lokal Pekalongan yang sering dicari adalah Durian Ketan dan Matahari. Durian ini dibudidayakan oleh petani di wilayah Rogoselo dan Talun.

Durian matahari merupakan durian langka dan hanya Wasro yang berhasil membudidayakan. Sehingga ketika pembeli menanyakan varian durian tersebut, langsung diajaknya untuk memilih sendiri durian sudah matang lalu langsung makan di kebunnya. Daging tebal dan manis Durian matahari ini asalnya dari Jawa Barat. Dinamakan matahari karena dagingnya kuning seperti pancaran sinar matahari dan berbiji kecil.

Harga untuk satu kilo durian matahari dibendrol Rp 75.000. Durian matahari rata-rata berbobot 2 kg sampai 3 kg. Pohon durian matahari tumbuh dengan tinggi maksimal 3 meter dan 4-5 tahun baru bisa berbuah. Spesialnya lagi, durian matahari baunya tidak menyengat. Jadi kalau dibawa di dalam mobil tidak terlalu bau durian.

Durian Ketan  merupakan durian asli dari Desa Lemahabang. Durian lokal asli desa ini jika dibuka dagingnya berwarna putih kekuningan, berdaging tebal serta baunya yang menyengat begitu menggugah selera.

Varian durian lokal Pekalongan lainnya adalah Durian Boyo yang dikembangkan di Doromantek, Doro, Pekalongan.  Keunggulan durian boyo antara lain postur besar bisa mencapai 5-6 kg per butir, warna kuning, daging tebal, rasa manis, legit, dan enak, harum, kulit tidak mudah merekah dan bisa untuk pengiriman luar kota bahkan bisa tahan hingga 3 hari setelah jatuh.

Dalam setiap gelaran festival durian di Kabupaten Pekalongan selalu didapati varian baru. Pemkab melalui dinas terkait seyogyanya melakukan pendataan seluruh varian durian lokal dan membantu para petani durian  untuk melakukan sertifikasi.

Sertifikasi itu perlu dilakukan tidak hanya untuk menegaskan ciri durian khas Pekalongan, tapi juga untuk meningkatkan nilai dari seluruh jenis durian lokal yang ada di Pekalongan. (Bono)

Terkait
Peninggian jalan bukan solusi atasi rob Pekalongan

Pekalongan Kota, Wartadesa. - Penanganan banjir dan rob di Kota Pekalongan dinilai hanya sebatas tindakan sementara dan tidak solutif. Hal Read more

Perjuangkah hak-hak orang lemah, PD IPM gelar pelatihan jurnalistik

Kajen, Wartadesa. - Menyiapkan generasi muda yang memperjuangkan hak-hak akar rumput (kaum kecil dan lemah) perlu dilakukan sejak dini. Seperti Read more

Nyadran, kini menarik hati kaum milenial

NYADRAN yakni bebesik (membersihkan) makam dan memanjatkan do'a-doa dan selamaetan dengan berbagi makanan, menjelang bulan Ramadan, atau dalam penanggalan Jawa, Ruwah, kini Read more

Sepekan tenggelam, warga Randumuktiwaren ditemukan

Kajen, Wartadesa. - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pekalongan bersama instansi terkait menyatakan seorang warga Desa Randumuktiwaren Kecamatan Bojong yang Read more

Tags : karanganyarkontes durian lokalPekalongan