close
*
Salah satu dapur umum di Batang sedang menyiapkan ransum untuk pengungsi

Pelaksanan Try Out Ditunda

Batang, Wartadesa. – Bantuan berupa nasi bungkus saat ini menjadi kebutuhan mendesak warga Batang terdampak banjir, selain kebutuhan obat-obatan dan air bersih. Hingga saat ini, Selasa (29/01) Dapur Umum Posko Utama di Pendopo Kabupaten Batang, hanya mampu menyediakan seribu nasi bungkus. Hal tersebut membuat BPBD Kabupaten Batang mendirikan dapur umum di lima posko pengungsi banjir lainnya.

Kepala BPBD Kabupaten Batang, Ulul Azmi menyebut saat ini ada enam Posko yang dilengkapi dapur umum, hal tersebut untuk memenuhi kebutuhan logistik pengungsi.

”Permintaan ransum pengungsi dalam sehari mencapai 6.000 bungkus, permintaan itu bisa kita layani semua karena kita memilik 6 dapur umum yang dikelola oleh Tagana, PMI, Kodim 0736 bersama Polres Batang dan Masyarakat di masing – masing Posko,” kata Ulul Azmi, Selasa (29/01).

Relawan PMI hingga saat ini masih melayani distribusi logistik di enam lokasi posko hingga mengantarkan ke rumah warga, lantaran sebagian warga terdampak banjir sudah kembali kerumah masing-masing untuk membersihkan rumah mereka.

”Dihari ketiga paska banjir, ini posko masih melayani walaupun pengungsi sudah kembali ke rumah masing – masing untuk bersih – bersih, untuk logistik makanan kita distribusi ke rumah warga,” kata Ulum Azmi.

Hingga hari ketiga banjir Batang, Posko Dapur Utama fokus melayani wilayah Batang Utara seperti Karangasem Utara dan Desa Klidang. Dalam sekali masak menghabiskan 30 kg beras untuk 400 bungkus dengan lauk telur dadar dan mie. Semua bahan bakunya dari dinas sosial Kabupaten Batang dan Pemerintah Provinsi.

Try Out UN Ditunda

Try out Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) Mandiri tingkat SMP di Kabupaten Batang, terpaksa ditunda terkait banjir yang masih menggenang di beberapa sekolah.

Beberapa sekolah, hingga hari ini masih meniadakan proses kegiatan belajar mengajar (KBM) lantaran kondisi sekolahan yang masih dibersihkan dari lumpur dan air yang menggenang.

Seperti dilakukan oleh SMPN9 Batang, pihaknya meminta izin untuk menonaktifkan KBM lantaran sedang fokus membersihkan lingkungan sekolah.

Bupati Batang, Wihaji mengungkapkan bahwa pihaknya akan berkoordinasi dengan dinas pendidikan setempat untuk mencari solusi pelaksanaan try out tersebut.

“Kita sudah cek langsung ke sekolah-sekolah tidak bisa untuk peoses belajar mengajar, ruang kelasnya penuh dengan lumpur, Perpustakaanya bukunya hancur, padahal baru beli, serta dokumen dan soal-soal rusak.
Untuk mempertangungjawabkan itu semua, harus ada koordinasi dengan dinas pendidikan agar dicarikan solusi, karena banyak aset-aset yang tidak bisa dipakai sama sekali,” jelasnya.

Kepala Disdikbud Batang, Achmad Taufiq menyebut ada belasan sekolah di Batang yan terdampak banjir. Pihaknya menghimbau agar pihak sekolah melakukan pembersihan lingkungan sekolah dan melaporkan kepihaknya untuk dikirim mobil pemadam kebakaran guna membersihkan sekolah.

Achmad TAugiq menambahkan beberapa sekolah di Batang yang terdampak banjir diantaranya SMK SUPM, SMPN 1 Kandeman, SMPN 2 Batang, dan beberapa SD di Desa dan Kelurahan yang terdampak banjir.Tapi yang terparah di SMPN 9 Batang dan SDN Klidang Lor 1. (WD)

Tags : tryout ditunda

Leave a Response