Wonopringgo, Wartadesa. – Meski musim hujan, Mulyadi (68), warga Desa Curug, Kecamatan Tirto, Kabupaten Pekalongan mampu menjual 1/4 kwintal tebu yang kemudian diolah menjadi es tebu. Usahanya saat ini selepas keluar dari pabrik tekstil di bilangan Sapugarut, Kecamatan Buaran, tujuh bulan lalu.
Mulyadi mengaku dimusim penghujan ini kulakan tebunya dikurangi. “Sekarang paling hanya 25 kilo mas … paling habisnya (tebu), kalau sebelumnya … saya malah nambah satu orang lagi untuk membantu jualan,” ujarnya, beberapa waktu lalu, disela-sela melayani pembeli.
Warga Curug yang membuka lapak es tebu di seberang SMK Gondang, jalan Simpangtiga Sedayu, Wonopringgo tersebut mengaku memulai usahanya sejak tujuh bulan lalu.
“Dulu kerja di pabrik tekstil Gajah Duduk, sekarang jualan es tebu. Alhamdulillah penghasilannya cukup, ketimbang sebelumnya kerja di pabrik,” lanjutnya.
Mulyadi mengaku membeli bahan baku jualannya di Tirto, “Tebunya beli di juragan tebu di Tirto. Tebunya asal dari Madiun, cuman sekarang di Silirejo, sudah ada yang menanam jenis tebu ijo yang biasa dipake untuk jualan es tebu,” lanjutnya sembari menggiling tebu.
Menurutnya saat ini usaha jualan es tebu makin terbuka di Pekalongan. “Kalo di Pekalongan sendiri usaha es tebu sudah lima tahunan ada, namun sekarang untuk usaha es tebu lebih mudah. Kalau mau bagi hasil, ada juragan yang menyediakan mesin penggiling dan tebu sekaligus, tinggal bagi hasil saja,” tuturnya.
Namun mulyadi lebih memilih membeli mesin giling tebu ketimbang bagi hasil dengan juragan. “Rekoso sitik mas … tapi hasile nggo dewe kabeh,” ia menambahkan.
Tips untuk menjaring pembeli, menurut Mulyadi adalah membuka lapak di dekat sekolahan maupun pinggir jalan raya. Menurutnya penikmat es tebu rata-rata anak sekolah dan anak-anak muda yang lewat jalan raya. Pungkasnya. (WD)










