close
KesehatanLayanan Publik

Enam orang dalam satu keluarga terpapar Korona

positif korona

Batang, Wartadesa. –  Enam orang anggota keluarga NA (56) seorang pedagang Pasar Pandansari, warga Desa Sidorejo, Kecamatan Warungasem, Batang terkonfirmasi terpapar Korona. Demikian disapaikan oleh Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Batang.

“Dua orang dari enam orang ini kini dirawat di rumah sakit. Sedang empat orang lainnya menjalani isolasi mandiri di rumah,” ujar Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Batang, dr Muchlasin, Rabu (17/06) kemarin.

Empat orang yang menjalani isolasi mandiri, lanjut Muchlasin, karena mereka masuk dalam Orang Tanpa Gejala (OTG). “Ada aturan, bagi orang positif Covid-19 dengan kategori OTG memang harus menjalani isolasi mandiri di rumah, karena pemkab juga belum bisa menyediakan tempat untuk isolasi,” jelasnya.

Diketahui, tiga orang dari enam orang yang masih dalam satu keluarga itu masuk dalam klaster pedagang pasar.

Diberitakan sebelumnya, satu pedagang Pasar Pandansari, Kecamatan Warungasem, Batang terkonfirmasi terpapar Korona. Positifnya warga berinisial NA (56) asal Desa Sidorejo, Kecamatan Warungasem tersebut setelah sebelumnya rapid tes nya reaktif dan hasil swab tes di RSUD Kraton Pekalongan dinyatakan positif.

“Dari petugas kesehatan juga sudah melakukan swab terhadap keluarga NA. Namun belum diketahui hasilnya,”Kata Ketua RT 08, Yusron, Desa Sidorejo.

Paska diputuskannya NA sebagai pasien positif Korona, status keluarga yang bersangkutan menjadi Orang Dalam Pemantauan (ODP) karena tinggal dan berinteraksi dalam satu rumah. Pihak keluarga kemudian melakukan isolasi mandiri di rumah dengan dibantu oleh warga.

“Warga sepakat gotong royong membantu keluarga NA berikan bantuan sembako selama 14 hari isolasi,” tambah Yusron.

Sebelum dinyatakan positif Korona, NA mengeluh menderita sakit sesak nafas. Ia kemudian dibawa ke Rumah Sakit Siti Khotidjah Kota Pekalongan. Kemudian dirujuk ke RSUD Kraton.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Batang, dr Mukhlasin setelah mengetahui NA positif Korona, pihaknya langsung melakukan traking kekeluarganya.

“Tracking swab hasilnya belum diketahui, tapi kita sudah mengharuskan keluarga diisolasi dan warga juga harus saling menjaga agar tidak ada yang keluar rumah dahulu,” kata Mukhlasin.

Mukhlasin menambahkan pihaknya akan segera menggelar rapid tes masal di sejumlah pasar tradisional. (Eva Abdullah)

Terkait:

 

Satu pedagang Pasar Pandansari terpapar Korona

Terkait
Gathering Pejuang Myasthenia Gravis Indonesia

Bekasi, Wartadesa. – Pejuang Myasthenia Gravis Indonesia (PMGI) yang berdiri pada tahun 2016 yang lalu, menyelenggarakan Gathering dan Silaturrahim perdana Read more

Sejak Ramadhan lalu warga Gunungsari Pemalang kekurangan Air

Pemalang, Wartadesa. - Warga Desa Gunungsari Kecamatan Pulosari Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, sejak bulan Ramadhan lalu kekurangan air bersih. Biasanya Read more

Sejumlah orang tua tolak vaksinasi Rubella

Pekalongan Kota, Wartadesa. -  Setidaknya 15 orang tua siswa di beberapa SD di wilayah Kota Pekalongan menolak anaknya diimunisasi Measles Read more

Kasus HIV/AIDS di Kota Santri capai 40

Kajen, Wartadesa. - Kasus HIV/AIDS di Kota Santri sejak Januari hingga Juni 2017, meningkat tajam dibanding tahun sebelumnya. Komisi Penanggulangan Read more

Wartawan Warta Desa dilarang menerima suap atau sogokan dalam bentuk apapun, termasuk uang, barang, atau fasilitas, yang dapat mempengaruhi independensi pemberitaan. Jika menemukan hal tersebut, mohon difoto dan dilaporkan kepada redaksi dan pihak kepolisian

Tags : klaster pasarkorona