Kajen, Wartadesa. – Kelangkaan elpiji ukuran tiga kilogram atau lebih dikenal dengan gas melon terjadi di lima kecamatan Kabupaten Pekalongan, kelima kecamatan tersebut sudah beberapa hari tiada pasokan gas bagi warga miskin tersebut.
Asip Kholbihi, Bupati Pekalongan mengungkapkan bahwa pihaknya mendengar kelanggkaan gas ukuran tiga kilogram di Kecamatan Kedungwuni, Bojong, Buaran, Wiradesa dan Wonopringgo. ”Saya mendapat informasi, masyarakat di wilayah tersebut saat ini mengalami kesulitan mendapatkan gas elpiji tiga kilogram,” tuturnya, Jumat (1/12).
Asip menambahkan, bahwa berdasarkan penjelasan Hiswana Migas setempat, kelangkaan tersebut diakibatkan oleh banyak kalangan industri yang menggunakan elpiji bersubsidi tersebut. ”Wilayah-wilayah yang mengalami kesulitan elpiji tiga kg, selama ini memang dikenal sebagai kawasan industri UMKM,” katanya.
Melanjutkan menurut keterangan Hiswana Migas, Kata Asip, insdustri yang menggunakan gas bersubsidi tersebut meliputi, industri garmen berupa pembuatan jeans dan juga industri batik. ”Belum lagi ditambah banyaknya usaha restoran atau orang-orang mampu yang diperkirakan menggunakan gas elpiji tiga kg,” ujarnya.
Saat ini, Asip mengaku sudah meminta pihak Pertamina Tegal untuk menambah pasokan, selain itu dirinya menghimbau agar dunia industri tidak menggunakan gas elpiji ukuran tiga kilogram dengan cara melakukan sosialisasi pada pihak pangkalan elpiji, untuk tidak menjual elpiji tiga kilogram pada mereka yang tidak berhak. ”Kasihan masyarakat miskin, kalau kelangkaan elpiji tiga kg ini berlangsung terlalu lama,” jelasnya. (Eva Abdullah, Republika)







