Pekalongan, Wartadesa. – Keberadaan gas elpiji ukuran tiga kilogram mulai hilang dipasaran. Untuk mendapatkan gas melon, saat ini warga Kota Pekalongan dan sekitarnya harus mengeluarkan kocek hingga Rp. 22 ribu.
Muhammad Nur, warga Medono, Kota Pekalongan mengungkapkan bahwa saat ini gas elpiji ukuran tiga kilo mulai susah dicari. “Gas elpiji mulai susah dicari, kalau ada saat ini harganya bisa mencapai Rp. 22 ribu,” ujarnya. Jum’at (16/03).
Menurut Nur, gas melon makin sulit dicari, kalau ada harganya naik. Semula Rp. 19 ribu sekarang menjadi Rp. 20 ribu, bahkan di tempat lain hingga Rp. 22. ribu.
“Podo bae … nengendi-endi gas melon angel, sik longko. Tapi yen ono, malah regone mundak, maune sik 19 iki wis 2o, malah ono sing regone 22,” lanjur Nur.
Nur menambahkan bahwa langkanya gas elpiji berwarna hijau diakibatkan karena konsumen dialihkan untuk menggunakan gas non subsidi.
“Jarene pak ganti sing pink tabung melon 3 kg, ijole ping 5 kg isine gas regane 6o ewu, meneh jarene tabunge sik wutuh 3 kg tapi warnane ganti pink,” pungkas Nur.
Sementara itu, Jumaroh, salah seorang pedagang mengaku bahwa naiknya harga gas elpiji ukuran tiga kilogram tersebut karena turunnya pasokan. “Saat ini memang pasokan gas elpiji ukuran tiga kilogram menurun, jadi akibatnya harga naik,” tuturnya. (Eva Abdullah)






