close
Sosial Budaya

Granat nanas di Watubelah Kajen diledakkan

granat nanas

Kajen, Wartadesa. – Polisi terpaksa meledakkan granat nanas berkarat yang ditemukan di dekat sungai Rt. 05/02 Kelurahan/Kecamatan Kajen Kabupaten Pekalongan. Granat nanas tersebut diledakkan oleh Bag. Operasi Polres Pekalongan di bekas galian C Desa Tambakroto, Kajen, Selasa (10/10).

“Kami terpaksa meledakkan granat nanas tersebut karena kondisinya sudah berkarat,” kata Kompol Udjir saat memimpin peledakan garanat nanas tersebut.

Udjir menambahkan, peledakan atau disposalisasi granat tersebut terpaksa dilakukan untuk mengantisipasi terjadinya ledakan yang tidak diinginkan.

Kondisi granat tangan jenis nanas saat di temukan sudah tidak memiliki tuas picu dan pangkal sumbu. Namun pihak Kepolisian tidak mau ambil resiko. Oleh karenanya kami berinisiatip melakukan disposal atau peledakan.

“Kami dari Polres Pekalongan sudah berkoordinasi dengan Tim Jibom dari Gegana Brimob Polda Jateng terkait pelaksanaan disposal atau peledakan temuan granat tangan jenis nanas tersebut. Dan memang terbukti biarpun kondisi granat saat ditemukan tidak memiliki tuas picu dan pangkal sumbu menurut keterangan dari Tim Jibom Iptu Aziz bahwa granat tersebut masih aktf”, ungkap Kompol Udjir.

Prosesi peledakan tersebut sudah sesuai prosedur. Yaitu, peledakan dilakukan dalam lubang tanah kedalaman satu meter dengan lebar setengah meter. “Lokasi sekitar juga sudah disterilkan dalam radius ratusan meter. Suara ledakan yang ditimbulkan dalam disposal tersebut sangat keras, Namun, ledakan tersebut bukan berasal dari granat nanas tersebut tetapi suara detonatornya.”

Udjir mengatakan, jika sekali disposal, granat tersebut tidak pecah maka akan diulangi lagi sampai meledak. “Namun ternyata cukup sekali akhirnya sudah berhasil diledakkan,” katanya.

Sebelumnya, sebuah granat nanas itu pertama kali ditemukan oleh Riswanto (39), warga Desa Watubelah, Kecamatan Kajen, saat memancing di Sungai Watubelah. Riswanto awalnya hanya melihat granat itu sebagai batu berwarna hitam. Karena penasaran dan menganggap batu hitam itu sebagai harta karun, ia pun membawa granat itu pulang.

“Pertama kali temukan saya kira batu hitam mulia (berharga). Makanya, saya bawa pulang untuk dibersihkan,” ucap Riswanto, Senin, 9 Oktober 2017, dikutip dari Liputan 6.

Setelah digosok, sosok asli si batu hitam mulai kelihatan. Riswanto ketakutan hingga meletakkannya begitu saja di kebun yang tak jauh dari tempat tinggalnya. “Ya karena curiga batu itu granat. Akhirnya saya singkirkan dari rumah, takut meledak,” ucapnya.

Tak lama berselang, sekitar pukul 21.30 WIB, Tim Jihandak Bom Brimob Pekalongan pun mendatangi rumah milik Riswanto untuk mengecek temuan granat nanas tersebut.

Tim Jihandak Brimob Kalibanger yang dipimpin oleh Aipda Kasmui tiba di tempat diletakkannya granat temuan tersebut. Selanjutnya, granat dibawa oleh Tim Jihandak dan sementara disimpan di Polsek Kajen menunggu diamankan. (WD, Humas Polres Pekalongan, Liputan 6)

Terkait
Pantai Depok, Nasibmu Kini

Meski sudah ada pemecah ombak, abrasi terus menggerus Pantai Depok Pekalongan (12/10)

Rusak, warga rehab Mushola “Pasar Kebo”

Warga sekitar Mushola Pasar Kebo - Kajen merehab Mushola, Jum'at (14/10). Foto : Eva Abdullah/wartadesa Kajen, Read more

[Video] Pantai Siwalan Nasibmu Kini

https://youtu.be/-ifv0wgTxAM Pesisir pantai siwalan hingga wonokerto Kab. Pekalongan terus terkikis, Pemukiman warga terus terancam hilang. Sebagian rumah warga  sudah tidak Read more

Meneruskan estafet kepemimpinan rating IPPNU Pecakaran

Pelantikan Pimpinan Ranting IPNU IPPNU Pecakaran, Wonokerto - Pekalongan berlangsung khidmad. (14/10) Foto : Wahidatul Maghfiroh/wartadesa. Read more

Wartawan Warta Desa dilarang menerima suap atau sogokan dalam bentuk apapun, termasuk uang, barang, atau fasilitas, yang dapat mempengaruhi independensi pemberitaan. Jika menemukan hal tersebut, mohon difoto dan dilaporkan kepada redaksi dan pihak kepolisian

Tags : granat nanaspenemuan granat nanas